Postingan

Menampilkan postingan dengan label Makar

Rachmawati Minta Kasusnya Dihentikan, Kapolda: Jelaskan Gimana Caranya?

Gambar
SuaraNetizen .com  - Rachmawati Soekarnoputri mengadu ke Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan memintanya agar kasus dugaan makar yang membelitnya dihentikan polisi. Bagaimana polisi menanggapinya? "SP3? Tolong jelaskan ke saya gimana mau SP3-nya? Tidak bisa begitu, buktinya ada," tegas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/1/2017). Persoalan Rachmawati yang mengadu ke DPR, Kapolda mengatakan bahwa itu adalah hak Rachmawati sebagai rakyat. Namun, mantan Kapolda Jawa Barat ini menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki bukti-bukti dalam kasus tersebut. "Itu hak ibu Rachma ke DPR, karena DPR itu adalah wakil rakyat," ujar Iriawan. Dari lima alat bukti, lanjut Iriawan, pihaknya sudah memiliki empat alat bukti yang sah yang menjadikan dasar penetapan tersangka. Adapun, Rachmawati membantah dugaan itu, menurut Iriawan, itu tidak menjadi masalah. "Aliran dana ada. Kita sudah punya bukti, kalau tersangka mengelak kita ti...

DPR Minta Pemeeintah Tindak Tegas OPM yang Jelas Nyatakan Makar

Gambar
SuaraNetizen.com – Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah Indonesia harus lebih tegas terhadap kelompok apapun yang sudah jelas menyatakan makar kepada NKRI, termasuk Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Kami ingin dari Komisi I menghimbau kepada pemerintah untuk bisa lebih tegas lagi kepada OPM dan kelompok yang sudah tegas makar kepada NKRI, ini lebih perlu untuk ditindak karena sudah masuk ke ranah pidana bukan hanya statement," kata Sukamta kepada TeropongSenayan di Jakarta, Rabu (11/1/2017). Sukamta menilai ada tiga persoalan utama yang menyebabkan OPM termasuk dalam kelompok yang jelas berbuat makar di NKRI. Pertama, terkait dengan pengibaran bendera OPM di KJRI Melbourne, Australia. Kedua, adanya pembakaran bendera Merah Putih oleh OPM yang bahkan di jejaring media sosial video di youtube dan masih dibiarkan oleh pemerintah. Ketiga, adalah adanya perencanaan makar oleh OPM. "Jangan sampai yang nyata makar dibiarkan, sementara ada orang yang baru dianggap puny...

Rachmawati: Saya tahu artinya Makar, Kalau Mau Makar, Kami Kepung Istana

Gambar
SuaraNetizen .com  - Tersangka perbuatan makar Rachmawati Soekarnoputri menangis ketika bercerita proses makar yang pernah disaksikannya sendiri pada tahun 1965. Saat itu terjadi pada ayahandanya, Soekarno. Rachmawati menilai ayahnya diturunkan paksa oleh sekelompok orang dari kursi kepresidenan. Cerita ini diutarakan Rachmawati ketika melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon, di DPR, Jakarta, Selasa (10/1/2017). ‎"Pada tahun 1965 saya berada di Istana, saya tahu artinya makar. Pasukan tidak dikenal mengepung istana menanyakan Presiden di mana. Itu kan jelas (makar). Tapi kami datang ke MPR Pak," kata Rachmawati yang kemudian kalimatnya terputus. Sontak dia terdiam sebentar. Suaranya sesegukan dan sejumlah tisu yang ada di depannya diambil untuk mengelap hidung dan matanya. Intonasi bicaranya pun naik turun, bahkan sesekali berhenti sambil menarik nafas panjang. ‎"Saya berada di istana pak," katanya dan berhenti lagi untuk mengelap hi...

Dihadapan Fadli Zon, Sambil Menangis Rachmawati minta kasus tuduhan makar dihentikan

Gambar
SuaraNetizen.com  - Tersangka dugaan makar Rachmawati Soekarnoputri menangis saat mengadukan kasusnya ke DPR. Di hadapan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, ia meminta agar kasusnya dihentikan. Rachmawati mengisahkan soal kronologi penangkapannya menjelang melakukan aksi di Gedung MPR pada 2 Desember 2016. Ia mengaku sudah mengkomunikasikan maksud kedatangannya kepada Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk memberi petisi agar UUD 1945 dikembalikan ke naskah asli. "Pada pertemuan tanggal 20 November, kami melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh nasionalis. Itu hanya dalam 2 tema, pertama solidaritas aksi bela Islam, dan bela negara dalam upaya mengembalikan UUD '45 ke naskah asli," ungkap Rachmawati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017). "Jauh-jauh hari sudah mengatakan, saya dulu menolak adanya amendemen UUD' 45 ke-5. Ini bukan barang baru, tahun lalu sudah kami sampaikan. kami bermufakat untuk kembali ke UUD yang asli," imbuhnya. Putri proklamator Sukarno itu...

Suami Sylviana Murni akan Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Makar

Gambar
"Apa polisi ini tau gk apa maksudnya makar,,emang pemerintahan sekarang ini anti dg kritikan,,skit gmong kras tentang pemirintah d bilang makar,,emangny apasih mauny pemerintah skrang ini apa gk bleh dkontrol oleh msarakat". (Beni) "Tangkap aja, tangkepin semua, tinggalin yg gak makar aja alias yg setuju sama jokowi, yg kontra dan gak ngedukung tangkap aja semuanya pak polisi,, partai partai yg kontra pemerintah bubarin aja,sekalian aja kita jadi tiongkok dan korea utara asiiiiiiikkk." (Ilham) "Oohhh ternyata dananya dari suami bu Silvy calon cawagub No. 1..... pantasan. Tapi sumber dana paling utama siapa ya? Apakah dalangnya ini dari keluarga prihatin? Sepertinya mengarah ke sana. Segala cara dilakukan untuk menggulingkn pemerintahan Jokowi. Belum puas pak De memerintah selama 10 tahun. Segala cara anda halalkan sampai2 habib, ulama, dan aktivis anda mainkan jadi pion untuk menghancurkan jokowi. Hmmmn.... bravo POLRI! Semangat lagi kerjanya. Jangan biarkan me...

Surat Terbuka Politisi Gerindra untuk Jokowi ini bikin Geleng-geleng Netizen

Gambar
SuaraNetizen.com, JAK ARTA -  Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyayangkan sikap represif kepolisian yang terus memeriksa peserta dan pendukung Aksi Bela Islam 2 Desember 2016. Ia menduga kepolisian salah menafsirkan arahan Presiden Jokowi agar semua pihak menjaga kesejukan. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, Senin (26/12/2016), mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti itu menyayangkan pemanggilan beberapa tokoh umat Islam asal Sumatera Barat oleh Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah Angga Vircansa Chairul yang dipanggil 28 Desember mendatang. Angga merupakan pengelola bus legendaris dari Ranah Minang, PO NPM Mananti. Ia dipanggil terkait kasus dugaan makar sebagaimana tertuang dalam Surat Panggilan Nomor S.Pgl./23174/XII/Ditreskrimum. Berikut Surat Terbuka Andre yang juga tokoh muda Minang tersebut : Pak Presiden yang kami hormati, Ijinkanlah kami kembali menyampaikan surat terbuka kepada Presiden. Surat yang menjadi as...

Pihak Rachmawati Sesalkan Tindakan Sri Bintang Pamungkas Yang Miliki Agenda Terselubung

Gambar
SuaraNetizen .com  – Salah satu dosen Universitas Bung Karno (UBK) bernama Aminuddin menyesalkan surat yang diajukan salah satu tersangka dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas ke MPR/DPR. Dalam surat tersebut ada beberapa poin yang disampaikan, salah satunya mencabut mandat Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. "Nah itulah yang kami menyesalkan karena kami sendiri menyampaikan surat juga ke MPR yaitu gerakan  save  NKRI, rupanya pak Sri Bintang kirim juga," kata Aminuddin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 20 Desember 2016. Menurutnya, pengajuan surat oleh Sri Bintang atas inisiatif dirinya sendiri dan di luar kesepakatan dalam beberapa kali pertemuan yang dilakukan dengan Rachmawati Cs. Ia pun menjelaskan, agenda Rachmawati Soekarnoputri dalam aksi pada 2 Desember kemarin adalah ingin ikut dalam Bela Islam yaitu tangkap atau penjarakan Ahok dan bela negara yaitu mengubah UUD 45 ke naskah asli. Bahkan ia menyebut dalam aksinya tersebut, pihaknya s...

Terjerat Kasus, Ahmad Dhani Minta Farhat Abbas Jadi Penasihat Hukumnya

Gambar
SuaraNetizen .com -  Musisi Ahmad Dhani dan pengacara kontroversial Farhat Abbas rujuk. Hal itu dibenarkan keduanya ketika menghadiri suatu acara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat hari ini, Selasa, 20 Desember 2016. Keduanya telah rujuk makin terlihat ketika Dhani secara langsung meminta Farhat untuk juga menjadi penasihat hukumnya atas kasus yang menjeratnya kini. "Sebenarnya kasus saya dengan saudara Farhat sudah selesai. Kemarin juga sudah selesai ranah hukum," kata Dhani. Farhat lalu melanjutkan pernyataan Dhani. Menurutnya, para wartawan akan sering melihatnya dan juga mantan suami dari Maia Estianty itu, bersama. "Bahwa mungkin Pak Farhat senang kalau Mas Ahmad Dhani ditahan. Saya katakan, saya pernah jadi terdakwa, proses hukum itu tidak semudah yang dibayangkan. Mungkin secara pribadi saya harap mudah-mudahan Mas Ahmad Dhani karier politiknya berjalan menuju Wakil Bupati Bekasi," kata Farhat. Farhat yang tahu Dhani tengah terjerat kasus pidana atas dugaan pe...

Permadi Tahu Siapa Penyandang Makar yang Membonceng Aksi 212

Gambar
SuaraNetizen .com –  Aktivis Senior, Permadi diduga mengetahui penyandang dana untuk sejumlah tersangka yang diciduk karena kasus makar. Kini, polisi sedang memburu keterangannya. “Kami sinkronkan dengan data yang kami miliki,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Gedung Humas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016). Berdasarkan informasi, mantan anggota DPR itu ikut dalam sejumlah kegiatan sebelum aksi makar yang diduga akan berlangsung pada 2 Desember lalu. “Dia (permadi) paham peran-peran setiap pelaku ini apa,” tuturnya. Namun soal kemungkinan Permadi akan jadi tersangka, itu masih tergantung hasil penyelidikan. Saat ini, statusnya masih sebagai saksi. “Tergantung proses penyelidikan. Namun, saat ini belum diketahui perannya apa,” tutup Argo. Seperti diketahui, Permadi tengah menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dengan keterlibatan sindikat makar yang menjerat sejumlah temannya. Hingga pukul 13.30, dia m...

Sudah Kenyang Ditangkap, Ratna Sarumpaet: Penangkapan Kali Ini Paling Tak Berdasar

Gambar
SuaraNetizen .com  – Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan penilaiannya terkait penangkapan kepada para aktivis dan beberapa tokoh menjelang aksi super damai 212. Menurut aktivis senior ini, penangkapan itu tidak berdasar. Bahkan, selama tiga kali dia ditangkap polisi sejak tahun 1998, 1999, dan 2013 lalu, penangkapan 212 tersebut yang paling tak masuk akal. “Soal makar saya sudah kenyang. Tiga kali saya ditangkap dan ini paling tak berdasar,” kata Ratna kepada awak media di kantor pengacara Yusril Ihza Mahendra, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016). Ratna mengatakan, jika penangkapan kepada dirinya dan beberapa tokoh tersebut untuk menghindari kerusuhan yang terjadi pada aksi super damai 212 tersebut, seharusnya saat kepolisian sudah membebaskan mereka karena nyatanya aksi tersebut berjalan tertib. “Kalau misal kami ditangkap untuk hindari chaos (Aksi super damai 212), kenapa sekarang sudah tak chaos tak juga dipulangkan semua yang ditangkap?” ujar Ratna heran. Diketahui, beber...

Politisi Gerindra Minta Kapolri Tito Mundur Jika Gagal Buktikan Adanya Upaya Makar

Gambar
SuaraNetizen.com, JAKARTA  - Aparat kepolisian menangkap sejumlah tokoh dan aktivis dengan tuduhan makar. Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta berani bersikap jika tidak mampu membuktikan tuduhannya terhadap para tokoh dan aktivis tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan Tito Karnavian harus berhati-hati dalam memimpin institusi kepolisian. Menurutnya, sikap polisi menangkapi para tokoh dan aktivis bisa memengaruhi nasib Korps Bhayangkara ke depannya. "Jika Polisi tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis, maka taruhannya adalah nama Polri sendiri. Saya rasa Kapolri harus mundur nantinya," ujar Arief melalui telepon, Jumat (9/12/2016) Menurutnya data intelijen yang dipakai dalam menindaklanjuti tuduhan makar terhadap para tokoh dan aktivis itu masih lemah. Alasannya, syarat utama makar harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi Negara, memiliki banyak pengikut dan rapatnya selalu bersifat tertutu...

Yusril: Nanti Orang Mau Menggulingkan Lurah Jadi Makar?

Gambar
SuaraNetizen .com  – Penasehat Hukum Rachmawati Soekarnoputri, Yusril Ihza Mahendra mengakui ada komunikasi dari kliennya untuk melakukan uji materi terhadap pasal tentang makar ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Yusril, pasal makar yang ada dalam undang-undang dan KUHP masih sumir. Supaya tidak multitafsir, mantan menteri sekretaris negara ini siap mengajukan uji materi. “Jadi supaya tidak multitafsir, dapat ditafsirkan oleh Mahkamah Konstitusi,” kata Yusril di kompleks MPR/DPR, Kamis (8/12/2016). Pengajuan ini berdasarkan keinginan Yusril yang ingin kejelasan pada kata ‘pemerintah’. Sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 107 tentang makar. “Itu kan pengertian-pengertian tentang makar itu sendiri kan sebagai menggulingkan pemerintahan. Menggulingkan pemerintahan itu kan bisa luas, siapa yang mau digulingkan. Nanti orang mau menggulingkan lurah jadi makar,” ujar Yusril sembari tersenyum. Hanya dia belum mengetahui waktu pengajuan uji materi pasal tentang makar ini. Dia menegaskan siap ...

Namanya Tercantum Di Daftar Donatur Makar, Tommy Soeharto Ditarget Polisi

Gambar
SuaraNetizen .com –  Beredar luas di media sosial struktur donatur ‘Bela Islam’ ke arah makar saat aksi 212. Dalam bagan tersebut, nampak nama Tommy Soeharto berada di susunan paling atas. Alhasil, polisi kini tengah menelusuri peran pengusaha dan politikus itu sebagai penyandang dana dalam aksi makar. “Nanti kami dalami. ‎Di medsos belum tahu asli atau tidak dan perlu dikroscek. Itu bagian dari informasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Gedung Humas PMJ, Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016). Argo menuturkan, tim polisi bekerja dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keunangan (PPATK) untuk menelusuri siapa penyalur dana. “Kami pelajari dulu, tapi yang pasti aliran dana ada dalam jumlah yang banyak,” tutup Argo. Seperti diketahui, beredar kabar bahwa polisi menemukan bukti transfer yang menyebut ada aliran dana kepada salah satu pelaku makar. Jumlah yang baru terdeteksi mencapai Rp 300 juta ke rekening salah sa...

Rachmawati Akui Akan Gerakkan Massa ke Gedung DPR Tapi Bukan untuk Makar

Gambar
SuaraNetizen .com -  Rachmawati Soekarnoputri secara tegas membantah tudingan niat makar atau pemufakatan jahat kepada pemerintahan sah yang dilayangkan oleh pihak kepolisian kepada dirinya. Tudingan itu berimbas pada tindakan penangkapan polisi kepada Rachmawati Soekarnoputri di kediamannya di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tanggal 2 Desember 2016 pukul 05.00 WIB, sesaat sebelum aksi 212 di Monas. Rachmawati Soekarnoputri sendiri telah dibebaskan pada tanggal 2 Desember 2016 malam karena alasan kesehatan. "Saya adalah putri proklamator yang tahu persis rambu-rambu makar. Tentu saja saya dengan tegas menolak tudingan tersebut," ujar adik Megawati Soekarnoputri tersebut saat mengadakan jumpa pers di kediamannya. Ia menyatakan memang akan melakukan aksi damai ke Gedung DPR-MPR di Senayan, Jakarta Selatan pada tanggal 2 Desember 2016 tersebut. Namun aksi yang dilakukan terpisah dengan aksi bela Islam di Monas. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian d...

Aktivis Hatta Taliwang Berhasil Ditangkap Polda Metro Dini Hari Tadi

Gambar
SuaraNetizen.com - Aktivis Hatta Taliwang yang diduga ikut terlibat kasus dugaan makar akhirnya ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, Kamis (8/12) dini hari. "Iya, benar, ditangkap dini hari tadi pukul 1.30 WIB di kediamannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/12). Argo baru menerima informasi awal. Ia belum bersedia membeberkan koronologis penangkapan tersebut. Menurutnya, Hatta, saat ini, tengah diperiksa intensif penyidik kepolisian. "Masih dalam pemeriksaan, masih didalami semua," kata Argo. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan sebelumnya menyatakan Hatta Taliwang turut serta dalam pertemuan bersama beberapa tersangka dugaan makar yang telah ditangkap pada Jumat (2/12) pagi lalu. Kapolda Metro pun menginstruksikan jajarannya untuk menangkap Hatta yang pernah menjadi anggota DPR itu. Dalam kasus dugaan makar ini, polisi pun telah menangkap 11 orang lainnya. Mereka ditangkap pada Jumat (2/12) dal...

Diisukan Terima Dana Makar, Rachmawati: Rp300 Juta Cuma Cukup Jajan Bakso

Gambar
SuaraNetizen.com  - Putri ketiga Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri membantah tudingan yang dialamatkan kepada dirinya soal isu menerima aliran dana senilai Rp300 juta untuk menggulingkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui aksi bela Islam jilid III 2 Desember lalu. Bantahan tersebut disampaikan Rachmawati, menyusul isu yang berhembus bahwa salah seorang dari sepuluh aktivis yang ditangkap dengan dugaan makar menerima aliran dana dari salah seorang sponsor. "Kalo soal dikaitkan dengan upaya makar, Rp300 juta cukup apa enggak untuk makar, itu paling cukup untuk jajan bakso dan minum aqua kalau orang demo," kata Rachma dikediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (07/12/2016). Kendati demikian Rachmawati membenarkan bahwa ada transfer dana kepada peserta aksi yang rencananya berjumlah 20 ribu massa untuk menyampaikan aspirasi di depan gedung DPR/MPR. "Soal transfer dana, orang demo itu perlu logistik makan dan minum itu biasa, di tempat saya ...

Gawat, Beredar Video yang Isinya Memprovokasi Adu Domba Polri dengan TNI

Gambar
SuaraNetizen.com - Era keterbukaan medsos memang menimbulkan kerawanan. Misalnya, penyebaran video  hoax  yang bertujuan mengadu domba TNI dengan Polri. Kini aparat memburu pemilik akun yang mengunggah video berisi fitnah yang bisa membuat situasi chaos  tersebut.  Kemarin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengadakan jumpa pers bersama Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksmana. ''Ini sudah benar-benar tak bisa ditoleransi,'' kata Iriawan.  Sebab, konten video itu berisi pergerakan massa TNI yang bakal menggeruduk Polri. ''Kami (kepolisian, Red) digeruduk karena telah membuat Kivlan Zein dan Adityawarman Thaha menjadi tersangka makar,'' katanya kemarin di  main hall  Polda Metro Jaya.  Dalam video itu, tutur Iriawan, disebutkan bahwa petugas kepolisian melakukan penangkapan secara sepihak. Alhasil, sikap tersebut membuat massa TNI marah. Padahal, menurut dia, tidak ada massa TNI yang marah kepada polisi. Dia juga menuturkan, penangkapan dua purnawir...

Namanya Masuk dalam Daftar 'Penyandang Dana' Rencana Makar, Eggi Sudjana Protes

Gambar
SuaraNetizen .com -  Praktisi hukum, Eggi Sudjana melaporkan penyebar gambar yang menuduhnya sebagai salah satu 'penyandang dana' aksi makar ke polisi. Ia merasa nama baiknya tercemar karena namanya tercantum di gambar yang telah menyebar luas di media sosial tersebut. Dalam gambar tersebut, Eggi disebut sebagai anggota dari Gerakan Oposisi Nasional (Gonas). Baca: Diduga Terlibat Perencanaan Makar, Polisi Buru Hatta Taliwang Dalam gambar itu juga diterangkan bahwa dia dibawahi oleh aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. "Yang jelas, pasti ini suatu fitnah yang sangat luar biasa. Karena kita tahu, demo 2 Desember kemarin adalah murni ibadah. Kedua, saya tidak pernah menamakan diri sebagai Gonas di sini. Dan saya juga tidak pernah di bawah koordinasi Ratna Sarumpaet," ujar Eggi seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016). Selain Eggi dalam gambar tersebut juga mencantumkan tokoh-tokoh seperti Tommy Soeharto, Said Iqbal...

Ada Dana Dicairkan untuk Makar, Berapa Nominalnya? ini Jawaban Mabes Polri

Gambar
SuaraNetizen.com  – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Rikwanto membenarkan perihal adanya anggaran yang dikucurkan untuk melakukan tindakan makar yang diduga akan dilakukan belasan aktivis. "Iya ada (uangnya)," ucapnya di kawasan Monas, Selasa, 6 Desember 2016. Namun, Rikwanto enggan membeberkan berapa besaran anggaran tersebut. Sebab, hal itu masuk ke materi penyidikan, sehingga tak patut dibeberkan. Rikwanto hanya menjawab  (uangnya) cukup, ketika ditanya terkait besaran anggaran yang ada untuk kasus dugaan makar tersebut. "Ada memang anggaran yang dicairkan. Saya tidak memberikan rincian karena masuk materi penyidikan. Cukup lah (jumlahnya)," ucap Rikwanto. Sebelum aksi damai 2 Desember 2016 lalu, polisi menangkap 11 orang karena diduga akan melakukan makar. Dari 11 orang tersebut, 8 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, 2 orang tersangka kasus Informasi dan Transaksi Ele...

Mabes Polri Temukan Bukti Transfer Dana Makar, Penyandang Dana Ratna Sarumpaet Cs Diburu

Gambar
SuaraNetizen .com , JAKARTA -  Berbagai alat bukti yang menguatkan adanya dugaan pemufakatan jahat oleh tujuh tersangka yang ditangkap sebelum aksi 212, Jumat (2/12/2016) pekan lalu, kian lengkap. Ketujuh tersangka adalah Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, dan Alvin Indra Alfaris. "Pengumpulan barang bukti sebanyak-banyaknya terus dilakukan oleh para penyidik. Salah satu alat bukti yang ditemukan baru-baru ini adalah bukti transfer," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, ‎di Mabes Polri, Selasa (6/12/2016). Martinus melanjutkan, temuan bukti transfer ini akan ditelusuri ada berapa, dari mana sumber dananya, termasuk siapa saja yang menerima. Adanya bukti transfer itu dinilai Martinus menguntungkan penyidik, karena memudahkan ‎mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan para tersangka, dalam perbuatan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintahan. "Bukti paling kuat yang dimiliki penyid...