Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hikmah

Ojo Kaget, Ternyata Koruptor Juga Suka Atribut Islami, Suka Bahas Jenggot dan Isbal

Gambar
SuaraNetizen .com  - Ditangkapnya Hakim Konstitusi Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat daftar panjang penyelewengan penegakhukum di Indonesia. Selain sebagai hakim, publik juga mengenal Patrialis belakangan kerap tampil ceramah agama di TV swasta “Islam” dan mengisi forum keagamaan di berbagai tempat, termasuk Tabligh Akbar. Dengan menggunakan pakaian serba putih termasuk peci putih, Patrialis di Rabbani TV memberi nasihat pentingnya memelihara jenggot. Di forum sekelas Tabligh Akbar pun Patrialis tak lupa menyinggung persoalan jenggot dan isbal (celana yang batasan bawahnya di atas mata kaki). Meski demikian, Patrialis bukan-lah orang pertama yang senang dengan atribut agama tapi terjerat masalah suap, suatu perbuatan yang tak kalah buruknya dalam Islam. Bicara soal atribut dan simbol Islam, lebih jauh cendekiawan Muslim Emha Ainun Najib pernah menyinggung soal tingkatan keislaman seseorang. Menurut Emha, ‘perkawinan’ I...

Pelajaran Akhlak dari Seekor Anjing, Najis Dibadan bisa Dicuci 7 Kali, Najis Dihati Tak Bisa Dibasuh dengan 7 Samudra

Gambar
SuaraNetizen .com - Suatu malam, Abu Yazid Al-Busthomi sedang berjalan sendirian. Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya. Anjing itu cuek saja jalan, tidak menghiraukannya. Namun ketika jarak anjing itu makin dekat dan akan berpapasan dengannya, Al-Busthomi mengangkat gamisnya, khawatir tersentuh anjing yang najis itu. Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata padanya, “Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Bila pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina,  maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera”. Abu Yazid tersentak dan minta maaf.  Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk be...

Quraish Shihab: 3 Syarat Seorang Habib: Keturunan Nabi Muhammad SAW, berilmu luas, dan berakhlak luhur

Gambar
SuaraNetizen.com, Jakarta -  Sejumlah habib saat ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat di Tanah Air. Terutama, adanya pro dan kontra mengenai kiprah mereka. Lalu, bagaimana sebenarnya makna habib? Menurut ulama Muhammad Quraish Shihab, habib adalah gelar yang diberikan kepada orang-orang tertentu. "Gelar (habib) itu datang dari masyarakat, bukan dari sang habib," ucap Quraish Shihab saat berbincang dengan tim  Liputan6.com  di kediamannya, Jakarta, beberapa hari lalu. Menurut Menteri Agama ke-16 RI tersebut, gelar habib itu seperti halnya dengan kiai. "Pak kiai itu bukan yang berkata saya kiai, tetapi masyarakat yang memberi gelar bahwa orang ini wajar dinamai kiai." "Dan gelar habib itu menurut segi bahasa mempunyai dua makna, yang mencintai dan dicintai. Jadi tidak cukup dicintai, jadi harus pula mencintai," tutur mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. Pada mulanya, imbuh Quraish, ada tiga syarat yang harus dimiliki seoran...

Habib Novel: Bahkan Kepada Orang Sesat Sekalipun, Hargailah!

Gambar
SuaraNetizen.com - Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah akhir pekan kemarin dipadati ribuan umat Islam, yang sengaja menghadiri acara bedah buku “Inilah Dalilnya: Penjelasan Al-Quran dan Sunnah atas Amalan Kaum Santri” karya Habib Novel (Noval) bin Muhammad Alaydrus, pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah. Pada acara yang dimulai dengan pembacaan kosidah dan shalawat ini Habib Novel menjelaskan tentang dasar hukum pelaksanaan beberapa amalan yang lazim dilakukan kaum santri di Indonesia. Amalan dimaksud antara lain qunut shubuh, maulidan, dan tahlilan. Ia menegaskan bahwa amalan-amalan yang sudah biasa dilakukan kaum santri tersebut berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Namun, bukan berarti semua umat Islam harus menjalankan sesuatu yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia tersebut. “Kita sebagai umat Islam diajarkan untuk menghargai. Bahkan kepada orang-orang yang sesat sekalipun. Orang-orang yang salah sekalipun. Orang-orang yang nyata-nyata menyimpang dari ajaran Al...

Habib Ali: Dahulukan Kemanusiaan Sebelum Keber-agama-an

Gambar
OLEH: HABIB ALI ZAINAL ABIDIN AL-JUFRI Ada yang bertanya, mengapa kemanusiaan didahulukan daripada keberagamaan? Baiklah saya jawab. Pertama, banyak yang bingung antara agama (religion, diin) dan keberagamaan (religiosity, tadayyun. Iya, memang betul bahwa agama didahulukan sebelum kemanusiaan, bahkan sebelum apapun, karena ia bersangkutan dengan Allah Ta’ala. Namun yang kita bicarakan di sini adalah keberagamaan, bukan agama. Keberagamaan ialah bagaimana kita melaksanakan ajaran agama. Dan dalam hal ini, kemanusiaanlah yang didahulukan daripada keberagamaan. Suatu hari, datang seorang Arab dusun kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah, “Siapa engkau?” Rasulullah menjawab, “Aku utusan Allah.” Ditanya lagi, “Siapa yang mengutusmu?” Rasulullah menjawab, “Allah.” “Dengan apa Dia mengutusmu?” tanya orang itu lagi. Rasulullah menjawab, “Mengeratkan tali persaudaraan, melindungi kehidupan, mengamankan jalan,” kemudian Rasulullah baru menyebutkan...

Takwil Luhur Fenomena Om Telolet Om dari Habib Umar bin Ahmad bin Idrus Al Muthohhar

Gambar
FENOMENA " OM TELOLET OM " Oleh Habibanaa Umar bin Ahmad bin Idrus Al Muthohhar. Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2017. _____________________________________ Fenomena sosial sak niki yang perlu kita ta'wili, yang perlu kita sikapi. nopo?        " om telolet om " . lho lakok perlu disikapi?. ternyata fenomena itu bukan hanya disatu daerah. sampai mengindonesia. bahkan saya dengar sampai mendunia. Bocah cilik-cilik nek pinggir dalan ada yang berteriak " om telolet om ", ada yang menggunakan tulisan. lho niku seng kepengen dirungokno niku namung klakson. Sampai saya pulang dari surabaya lewat jalan tol, bocah cilik nek pinggir " om telolet om ",niku kulo mbuka jendeelo kulo gembor " telolet telolet "....ora paaayu. seng diharapkan bunyi nopo?. klakson.... masya alloh. saya berfikir. la niku maknanee nopo?. Kok yang meminta anak-anak kecil di pinggir jalan, dan telolet niku klakson.. klakson niku untuk mengingatkan orang ditengah jalan, nek...

Habib Luthfi: Orang Bertakwa Tentunya Menjadi Pengayom, Penyejuk, Bukan Pemecah Belah

Gambar
SuaraNetizen.com - Rais Aam Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mengatakan kandungan merah putih menjadi kehormatan bangsa. Untuk itu perlu disyukuri denganlita'arafu, saling kenal-mengenal. Perbedaan menjadi berkah karena orang yang paling mulia yang di sisi Allah hanyalah yang paling bertakwa.  “Orang yang bertakwa tentunya menjadi pengayom, penyejuk, bukan pemecah belah. Mari kita perkokoh NKRI, dengan bangga menjadi bangsa Indonesia, NKRI Harga Mati,” tutur Habib Luthfi ketika mengisi taushiyah dalam kegiatan istighotsah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (2/12).  Diakui Habib, saat ini banyak berusaha memecah belah bangsa yang tentunya membikin keresahan dan kegelisahan masyarakat, juga membuat kekhawatiran aparat keamanan. Tetapi upaya pemecahbelahan bangsa Indonesia tidak akan terjadi kalau kita semua menjaga persatuan, menguatkan barisan antara ulama dan umara. “Kita harus malu pada Sang Merah Putih karena bendera ba...

Cak Nun: Semua Berkemungkinan Salah, Kecuali…

Gambar
SuaraNetizen.com - RIBUAN manusia sudah tumpah-ruah di halaman gedung tua SMAN7 Purworejo, pada kamis 9 September 2016, sekitar pukul delapan malam. Diatas karpet dan tikar, para guru, murid, wali murid dan masyarakat umum itu duduk untuk mengikuti “Tadabbur” Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. “Pentingnya Akidah, Akhlak dan Akal Sehat dalam Pendidikan,” menjadi topik bahasan di malam yang tak begitu cerah itu. Oleh:  Ahmad Naufa Khoirul Faizun Kepala Sekolah, Nikmah Nurbaity membuka dengan sambutan. Wanita yang pernah menyabet Guru Teladan Nasional itu menyampaikan maksud dan tujuan acara di Lustrum ke V SMA yang berdiri sejak 1915 tersebut. Ia ingin ada keseimbangan antara dunia dan akhirat dalam pendidikan. Selain itu, wanita yang fasih berbahasa inggris inipun menyampaikan peran SMAN7 yang memperoleh banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Usai Bu Ni’mah, Kiai Kanjeng dipersilakan untuk dimainkan. Mereka membuka dengan shalawat, sebelum akhirnya Cak Nun memasuki...

Habib Ali Al-Jufri: Saya Mencintai Orang Nasrani Bahkan Yahudi

Gambar
   SuaraNetizen.com - Saya mencintai seorang Muslim, meskipun ia berselisih pendapat dengan saya dalam masalah agama, walaupun ia mengkafirkan saya, walaupun ia menghalalkan darahku, walaupun ia tampakkan kebencian di hadapan saya, saya tetap mencintainya. Saya benci akhlaknya, tapi saya mencintainya. Di dalam dirinya ada cahaya  La Ilaha illallah . Dia dinisbatkan kepada Sayyidina Muhammad Saw. karena dia bagian dari ummatnya. Begitupula, saya mencintai non-Muslim. Nasrani? Ya, saya mencintai orang Nasrani (Kristen). Bahkan lebih dari itu, saya mencintai (orang) Yahudi. Saya benci penjajah dengan jajahannya di sana, yakni Zionis. Yang menghalalkan tanah dan harga diri saya, dan saya siap memeranginya tapi hati saya menginginkan hidayah untuknya dan ingin ia kembali kepada kebenaran. Tapi tidak, saya tidak membenci Yahudi karena dia Yahudi (ke-Yahudiaannya). Dia membenciku, Allah mengajarkan saya (dalam al-Quran) bahwa ia (Yahudi) akan menjadi orang yang pa...

Ajaran Shalat Khusyuk Dari Para Ulama

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyebutkan 6 perkara untuk menghadir khusyuk ketika mendirikaan shalat,  yakni: 1. Hudhur al-Qalbi, yaitu menghadirkan hati kita ketika menunaikan shalat. Merasakan kehadiran Allah dalam diri. Merasakan kedekatan dan kebersamaan dengan Allah. Kalbunya hidup dan terus ditujukan kepada Allah. 2.  At-Tafahhum, yaitu berusaha memahami segala perkara dalam shalat dan bacaan shalat yang sedang didirikan. Mengahayati makna dan gerakan shalat dengan penghayatan lahir dan batin. 3. At-Ta’dzim, yaitu merasakan kebesaran Allah dengan merasa bahwa diri kita kecil, hina, lemah, dan tak berdaya di hadapan Allah. 4. Haibah, yaitu merasa takut terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah ketika berada di hadapan-Nya. Merasa takut terhadap kemurkaan dan adzab-Nya. Merasa takut melanggar perintah-Nya. 5.  Ar-Raja’, yaitu sentiasa menaruh harapan besar kepada Allah mudah-mudahan shalat yang dikerjakan akan diterima oleh Allah. Berhar...

Hikmah Yang Dapat Diambil Dari Fenomena Gerhana Matahari

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Mengambil tempat di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu yang terletak di Jalan Lintas Barat Kabupaten Pringsewu, Masyarakat Kabupaten Pringsewu dari berbagai penjuru hadir untuk melaksanakan Shalat Gerhana Matahari, Rabu (9/3). Sejak pukul 06.00 WIB para Jamaah sudah nampak hadir untuk bersama sama melakukan salah satu ibadah shalat yang sangat jarang dilakukan ini. Bertindak selaku imam shalat yaitu KH Hambali, Wakil Ketua PCNU Pringsewu. Sedangkan khotbah shalat gerhana matahari disampaikan oleh KH Muhammad Nur Aziz, Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu. Sebelum pelaksanaan shalat gerhana atau yang dinamakan shalat kusuf ini, KH Hambali selaku imam menjelaskan kepada para Jamaah tentang tata cara pelaksanaan shalat yang dilaksanakan secara berjamaah tersebut. KH Hambali yang juga ketua MUI Kabupaten Pringsewu ini mengingatkan bahwa shalat kusuf memiliki perbedaan dengan shalat shalat pada umumnya. "Shalat Kusuf terdiri dari dua rakaat yang disetiap rakaatnya terd...

Kisah Nyata, Ucapan Buruk sang Ibu Menjadi Petaka Bagi Anaknya

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Ada seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia ber-inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu. Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan. Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di da...

Kritikan Sangar Cak Nun Utk Mereka Yang Suka Menuduh Kafir

Gambar
KRITIKAN SANGAR CAK NUN Untuk MEREKA YANG SUKA MENUDUH KAFIR Baca pelan-pelan, ojo kesusu yo le... Cak Nun dengan tegas menguraikan.. “Wis anggaplah aku ini kafir fir... terus opo hakmu utowo hak wong liyo terhadap aku... Iki menyangkut martabat manusia.... Mengenai benar kafir tidak orang itu.... wilayahnya Allah..... Urusan sesrawung antar manusia ... adalah ojo nuding-nuding wong,... itu merendahkan dan menyakiti hatinya.... Sedang di dalam Islam .... sangat dilarang menyakiti hati orang lain.... Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi.... terus kalian mau apa..... Apakah kalian yakin .... bahwa saya muslim ... Dari mana kalian tau saya muslim? Kalau ternyata saya hanya akting? Kalau darah saya halal.... wis gek ndang dipateni .... dan okeh sing kudu dipateni.... Allah saja masih memiliki ruang .... barangsiapa mau beriman maka berimanlah.... barangsiapa mau kufur... silakan kufur..... Maka.... kepada orang yang kita anggap sesat ... atau kufur.... mbok wis didongakke wae ....

Mereka Teriak Jihad Tapi Dengan Nafsu Balas Dendam

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Jangan bangga jika Anda bagian dari peneriak jihad. Orang yang jihad bisa kalah derajatnya di hadapan Allah karena bisa saja orang jihad itu ghoflah (lupa) kepada Allah. Demikian salah satu isi tausiyah Habib Luhfhi bin Yahya, dalam kajian Keliwonan di Kanzus Sholawat, Pekalongan (Jumat, 5 Februari 2016). Menurut Habib Luthfi, kalau dalam jihad masih dituntun rasa balas dendam, itu bukan Jihad li i’la’i kalimatillah (meninggikan kalimat Allah), tapi karena nafsu. Habib Lutfhi memberikan contoh Sayyidina Ali dalam berperang. Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan “Imam Ali pada waktu itu bertempur dengan seorang jagoan. Begitu dihantam oleh Imam Ali, ia jatuh. Namun jatuhnya sambil meludahi Imam Ali bin Abi Thalib. Seketika pedang dihununs, mau dihantam, tapi diurungkan. Tidak jadi. Ali Mundur. Lalu ditanya oleh seorang sahabatnya. Itu kuffar kenapa tidak kau hantam saja. Itu musuh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Benar omonganmu, kata Ali. Karena yang pertama untuk li’i’lai k...

GUS DUR & 'MATA' ALLAH : Rahasia Gus Dur Memandang Segala Sesuatu

Gambar
SuaraNetizen.com ~ TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku. Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya. Dialog yang bagiku aneh pun terjadi. Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya. Gus Dur : "Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!" Mughni : "Iya, Gus. Tapi.." Gus Dur : "Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak 'tapi'.!" Mughni : "Hehehehe.." Gus Dur : "Apa kamu kenal Wa Totoh? Maksud saya KH. Totoh Ghozali." Mughni : "Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio." Gus Dur : "Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat. Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci....

Orang Sakit Bukanlah Orang Yg Hina Dihadapan Allah

Gambar
ORANG SAKIT BUKANLAH ORANG YG HINA DIHADAPAN ALLAH Bagi Alloh,seorang Muslim yg sakit bukanlah org yg hina. Akan tetapi dia mempunyai kedudukan yg mulia disisi-Nya. Ada sebuah hadist Qudsi : Rosululloh Sholallohu 'alayhi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Alloh 'azzawajalla berfirman pd Hari Kiamat, "WAHAI ANAK ADAM,AKU SAKIT,MENGAPA ENGKAU TAK MENJENGUKKU ?" Berkata anak Adam,"Bagaimana aku menjengukMu,Padahal Engkau Robb Semesta Alam?" Alloh menjawab, "APAKAH ENGKAU TIDAK MENGERTI BAHWA HAMBA KU SI FULAN SAKIT DAN ENGKAU TIDAK MENJENGUKNYA?" "APAKAH ENGKAU TIDAK MENGERTI BAHWA SEANDAINYA ENGKAU MENJENGUKNYA,NISCAYA AKAN ENGKAU DAPATI AKU PADANYA ?" (HR.Muslim) Kita renungkan Firman Alloh kpd salah seorg hambanya, "AKU SAKIT ,DAN ENGKAU TIDAK MENJENGUKKU ". Sungguh menakjubkan,Alloh menjadikan sakitnya seorg hamba seolah-olah Dia lah yg menderita sakit. Hal itu tdk lain adl sebagai suatu penghormatan kpd hambaNya yg sakit. D...

Kata Bijak Sunan Kalijaga, Filosofi Jawa yang Adem Banget

Gambar
Kata Bijak Sunan Kalijaga ~ Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan umat Muslim Nusantara khususnya di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makam beliau berada di Kadilangu, Demak.  Riwayat Singkat Sunan Kalijaga Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga. Kelahiran Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta ata...