Postingan

Menampilkan postingan dengan label NU

Mbah Maimoen Zubair: Islam Nusantara harus Menjaga Ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi, Khilafah Sudah Tak Ada yang ada Nasionalisme

Gambar
SuaraNetizen.com -- Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan IslamNusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah. Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar. "Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana. Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan. "Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat jug...

Muallaf salah pahami Allahu Akbar, kok selalu diiringi kata kata teriakan kasar

Gambar
SuaraNetizen.com - Salah seorang muallaf di sebuah daerah pedalaman bertanya ketika seorang kiai kampung berkunjung ke daerahnya. "Apakah arti Allahu Akbar itu bakar, turunkan, dan hancurkan, Kiai?" "Loh kok artinya begitu?” Tanya Kiai. "Saya kalau lihat demo di televisi, banyak orang memekikan suara Allahu Akbar dengan iringan perkataan turunkan, hancurkan, dan bakar.“ "Allahu Akbar adalah kalimat takbir. Artinya Allah Maha Besar, yang memiliki makna bahwa seluruh makluk kecil tidak punya kekuatan apa pun. Kalimat takbir itu untuk berseru pada kebaikan, seperti azan atau memulai shalat," jelas kiai kampung itu. Si muallaf manggut-manggut. Tapi ia bingung, kenapa Allahu Akbar kadang diiringi kata-kata kasar dan tindakan anarkis para pendemo. (Ahmad Rosyidi/NU online)

Jaman Ini Tiada yang Layak Jadi Khalifah, Sekarang Bukan Jamannya Mendirikan Khilafah Islam

Gambar
SuaraNetizen.com - Pimpinan Aswaja NU Center Jawa Timur Ustadz H Idrus Ramli menegaskan, propaganda HTI untuk menegakkan khilafah tergolong tidak masuk akal. Ini mengingat saat ini mustahil ada yang layak jadi khalifah. "Syarat menjadi khalifah antara lain mesti saleh dan mujtahid. Sementara yang memenuhi syarat itu, kata para ulama, hanya lima orang," terang Ustadz Idrus saat mengisi lokakarya Aswaja yang digelar pengurus MWCNU Kadur, Kabupaten Pamekasan di Balai Desa Sokalela, Kadur, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (20/8). Ia menyebut Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Usman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz sebagai orang yang memenuhi syarat sebagai seorang khalifah. Setelah mereka, pemerintahan negara Islam hanya dipimpin oleh raja, bukan mereka yang betul memenuhi syarat sebagai khalifah. "Bicara khilafah sudah bukan zamannya. Yang perlu kita lakukan saat ini ialah mengisi kemerdekaan negara ini sebaik-baiknya. Bukan...

Ulama Suriah: Banyak Negara Muslim Hancur karena Rakyatnya Tak Cinta Tanah Air

Gambar
Dr Mahir Hasan Al-Munajjid  SuaraNetizen.com - Cendekiawan Muslim Suriah (Syiria) Dr Mahir Hasan Al-Munajjid menegaskan bahwa hubbul wathan atau cinta tanah air mempunyai peran penting. Hal itu bercermin terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di negaranya sendiri. Terkait cinta tanah air ini, ia tegaskan ketika mengisi Halaqah Quraniyah bertajuk Pesan Damai dan Cinta Tanah Air dalam Kajian Al Quran di Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (20/1). Menurut pengajar qiraah di Jamiah Imam Syafii Cianjur, Jawa Barat itu, banyak Negara mayoritas beragama Islam hancur akibat ulah rakyatnya sendiri. Mereka, sebutnya, tidak mengenal hubbul wathan, cinta tanah air.  Cinta tanah air, lanjutnya, dilakukan dengan cara setiap unsur masyarakat menjaga tanah air agar jangan sampai merusak dan merobohkan tanah airnya sendiri. Abdullah bin Umar, paparnya, merupakan sosok yang mencintai tanah air. Meski Negaranya sedang gonjang-ganjing tetapi beliau tidak berontak. Maka, k...

Imam Besar Masjid Istiqlal: Ajaran Menghalalkan Kekerasan untuk Memajukan Islam, Wajib Ditolak

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin mengatakan, kelompok teroris sebenarnya menyandera Islam dan berusaha mengubah wajah Islam menjadi anarkis serta bernuansa terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.  Mustasyar PBNU ini melanjutkan bahwa salahnya kelompok teroris terletak pada keinginan menyulap dan memaksakan manusia menjadi malaikat tanpa dosa dan kesalahan. Bid’ah itu adalah ingin membuat Islam melampaui Islam itu sendiri.  “Apapun yang menghalalkan kekerasan dalam memajukan Islam, maka itu wajib ditolak,” tuturnya pada pertemuan para dai yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui mitra kerjanya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Rabu (20/4), di Jakarta. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini, Sekretaris Utama BNPT RI Mayjend TNI R Gautama Wiranegara memaparkan bahwa yang bertanggung jawab dalam aksi terorisme adalah mereka yang memiliki paham radik...

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari Ingatkan Belajar Ilmu Harus melalui Guru

Gambar
SuaraNetizen.com - Saat ini banyak muncul orang "pintar" baru akibat mudahnya mengakses berbagai macam informasi melalui kecanggihan teknologi, khususnya internet. Berbagai ilmu pengetahuan dengan mudah diperoleh sehingga banyak orang yang merasa paling memahami ilmu tertentu khususnya ilmu agama. Di satu sisi keberadaan internet dapat mempermudah pencarian informasi. Namun, di sisi lain juga dapat menjerumuskan sang pencari bila tidak dengan bijaksana mencerna dan melakukan tabayun terhadap informasi atau ilmu yang didapat. Fenomena untuk berhati-hati dalam mencari dan menyerap ilmu seperti ini sudah sejak lama diingatkan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam kitabnyaArrisalah li-Ahlissunnah wal-Jama’ah. Kitab itu dibedah Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Ahad (22/1). Pada kitab tersebut, Hadratussyaikh mengingatkan akan pentingnya berhati-hati dalam menyerap ilmu.  "Berhati-hatilah dan jangan dengan g...

Kyai Karismarik KH Makhtum Hannan Meninggal saat Berzikir Usai Subuh Berjamaah

Gambar
SuaraNetizen .com -  Pimpinan Pondok Pesantren Masyariqul Anwar Babakan Ciwaringin Cirebon, KH Makhtum Hannan meninggal dunia, Sabtu (21/1) pagi sekitar pukul 06.35. Kabar duka tersebut membuat seluruh warga Nahdliyin se-Nusantara kehilangan sosok alim ulama ahli hikmah itu.  Sebab, sesepuh Pondok Pesantren di Babakan Ciwaringin itu salah satu ulama berpengaruh di Indonesia. Beliau masuk jajaran struktur tertinggi dalam organisasi PBNU dan merupakan 1 dari 9 ulama Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang diberikan mandat untuk memilih rois Syuriah PBNU saat Muktamar Jombang tahun 2015 lalu.  Ulama kharismatik yang hidup dengan penuh kesederhanaan itu meninggalkan 6 anak dan 11 cucu. Ke-6 anak tersebut Hj Idah Faridah, KH Rahmat Jauhari Mahktum, Muhamad Mar'i, Syuhada, Kholid, dan Muhammad Arsyad. Dari ke-6 anaknya itu, KH Rahmat Makhtum ditunjuk sebagai penerus pengasuh pondok pesantren.   "Semenjak ayahnya sering uzur (halangan, red), beberapa kegiatan pondok pesantren...

Kelompok yang Suka Menuduh Muslim Lain Sebagai Kafir, Syirik, Bid'ah sebenarnya punya misi Ingin Indonesia Porak-poranda

Gambar
SuaraNetizen.com - Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Luqman Harits Dimyathi dalam pengajian peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Annur Ploso Pacitan, Jawa Tengah, Ahad (27/12) mengatakan, masyarakat tidak perlu menyikapi berlebihan dengan kelompok keagamaan yang tidak mau mengamalkan tradisi maulid Nabi.<> Hal itu disampaikan dengan maksud meredam gejolak dan perbedaan antar-kelompok keagamaam yang akhir-akhir ini marak terjadi tengah masyarakat. "Asal mereka tidak menebar kebencian kepada kita, biarlah mereka meyakini pendapatnya,  lanaa a'maluna walakum a'malukum ," jelas pengasuh Pesantren Tremas Pacitan itu. Perbedaan pendapat dalam kehidupan beragama baginya merupakan hal yang biasa. Namun kalau perbedaan itu dibuat untuk menebar kebencian dan perpecahan maka hal itu perlu diwaspadai. "Kelompok yang sengaja menebar kebencian dengan mudah menuduh kafir (takfiri) syirik, bid'ah sebenarnya mempunyai misi untuk memporak-porandak...

Umat Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur, Hidup Tahlilan!!

Gambar
SuaraNetizen.com, Xiamen - Rombongan PWNU Jatim yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, diawali dengan ziarah ke makam murid sahabat Sa’ad bin Abi Waqash. Ketika berada di area makam tersebut ternyata sejumlah jamaah muslim setempat sedang membacakan tahlil seperti layaknya di tanah air.<> Pengalaman ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdurrahman Navis kepada media. "Selama di pemakaman tersebut, mereka  membaca al-Qur'an dan berdzikir seperti layaknya tahlilan di tanah air," katanya, Jumat (30/10). Rombongan juga terlihat sangat khusyuk saat membaca doa. Yang menarik, saat rombongan dari PWNU Jatim yang terdiri dari KH Anwar Manshur (Pjs Rais Syuriah), H Ahmad Shiddiq (Wakil Ketua), Prof Ach Muzakki (Sekretaris), H Misbahul Munir dan H Husnul Yaqin (Wakil Sekretaris), ikut melakukan tahlil, ada jamaah yang membagikan uang Negara setempat, yakni Yuan kepada seluruh peziarah yang berada di area pemakaman. "Semua dapat bagian, dan setelah saya hitung terny...

Sikap Radikal Timbul Karena Minim Adab dan AkhlakBaik, dipelopori Abdurrahman bin Muljam yang membunuh Sayyidina Ali

Gambar
SuaraNetizen.com - Diantara rangkaian Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, pihak panitia menyoroti masalah radikalisme dan terorisme yang dikemas dalam kegiatan 'Halaqah Deradikalisasi' yang digelar di Aula YLPI Buntet Pesantren Cirebon, Rabu (6/4). KH Tubagus Ahmad Rifqi Chowas, salah seorang pembicara mengungkapkan bahwa paham radikalisme dipelopori oleh Abdurrahman bin Muljam yang kemudian melahirkan kelompok Khawarij. "Radikalisme merupakan perpanjangan dari paham Khawarij di mana Abdurrahman bin Muljam, dan kawan-kawannya membantai Sayyidina Utsman dan Sayyidina Ali, padahal Abdurrahman bin Muljam ini seorang ahli ibadah berjidat hitam dan hafal al-Qur'an," papar pengasuh Asrama Darussalam itu Namun, lanjut dia, Abdurrahman bin Muljam tidak mendahulukan adab dan akhlak diatas yang lain sehingga menghilangkan sikap toleransi kepada pendapat lain bahkan yang lebih dominan. Ia menambahkan, kelompok radikal tidak mempunyai kesadaran ...

Tanggapi Rizieq Shihab soal Palu Arit di Uang Rupiah, Said Aqil: Itu Penghinaan terhadap simbol negara

Gambar
SuaraNetizen.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj ikut berbicara soal komentar Habib Rizieq soal adanya logo palu-arit di dalam mata uang rupiah baru. Menurut Said Aqil, ucapan Ketua FPI tersebut sudah melanggar hukum. “Penghinaan terhadap uang, uang kan simbol negara,” kata Said kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/1/2017). Namun meski memberikan kecaman keras, Said mengatakan bahwa ia mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi, sebagai lembaga yang berwenang. “Jika diperlukan. Kami akan bantu,” pungkasnya. (Kri/SN)

Said Aqil: Masak Ceramah Tiap Hari Isinya Menghasut Terus, Bukan Ulama Itu

Gambar
SuaraNetizen .com –  Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyesalkan adanya insiden kericuhan antara massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan oknum Front Pembela Islam (FPI) di sejumlah tempat di Jawa Barat. Menurut Said, seorang ulama atau ketua ormas seharusnya menyampaikan kebaikan terhadap anggotanya, bukan malah mengajarkan untuk kekerasan apalagi menyerang pihak lain. “‎Seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama, dong,” kata Said saat acara ultah PKPI di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017). Said menyesalkan setiap ceramah yang kesannya selalu mengajarkan kebencian dan menghasut orang lain. “Masa orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu. Kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali saja. Mestinya kan taklim,” pungkasnya. (Kri/SN)

Luthfi Abdul Hadi Akui Bersalah dan Minta maaf telah memfitnah Kiai Said Aqil Soal Makelari Tanah di Malang

Gambar
SuaraNetizen.com - Luthfi Abdul Hadi, yang wawancaranya pernah di muat di Harian Bangsa (26/12) soal penjualan tanah di Malang dan mengaitkan Kiai Said Aqil Siroj sebagai perantara untuk kepentingan pembangunan sebuah seminari, membuat pernyataan bahwa apa yang disampaikan tersebut tidak benar.   Berikut petikan surat pernyataan yang dibuatnya diatas materai di Surabaya, 13 Januari 2017 "Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa apa yang selama ini saya sampaikan mengenai KH Said Aqil Siraj adalah berdasarkan terstimoni yang tidak benar oleh karenanya dengan kejadian ini, dengan tulus saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada KH Said Aqil Siraj." Adapun mengenai berita di HARIAN BANGSA adalah tidak sepenuhnya mencerminkan pendapat saya, dan tidak pernah dikonfirmasi sebelum diberitakan kepada saya."  ( NU ) Berani gk ya, itus-situs radikal sumbu pendek yang terlanjur menyebar fitnah terhadap kyai Said Aqil memposting berita ini. Atau mereka akan tetep ke...

Habib Luthfi, Sosok Ulama Kharismatik Pemersatu Bangsa dan Penjaga NKRI

Gambar
SuaraNetizen.com - Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah pada Ahad (8/1) yang berlangsung meriah dan sukses dihadiri ratusan ribu jama’ah, dan Presiden Jokowi, itu semua tidak lepas dari sosok pemersatu umat dari segala lapisan masyarakat. Dia adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), juga sekaligus sebagai Khadimul Maulid yang dekat dengan siapa saja. Dari 17 kali kegiatan Maulid Nabi dilaksanakan, sudah tidak terhitung jumlahnya para ulama, habaib, pejabat negara hingga tokoh tokoh non-muslim pimpinan gereja di Kota Pekalongan hingga rakyat jelata tidak pernah absen untuk hadir di acara rutin tahunan. Habib Luthfi bin Yahya menjadi magnet bagi bangsa yang merindukan kedamaian dan ketenteraman. Simak saja beberapa agenda peringatan maulid selalu bernuansa kebangsaan dan ke Indonesiaan. Ada kegiatan kirab merah putih, apel ikrar k...

GP Ansor Tolak Dukung Habib Rizieq jadi Imam Besar Umat Islam Indonesia

Gambar
"NU gudangnya semua ulama,mulai ahli fiqh,ahli qur,an sampai ahli hadist,semua mempunyai bidang mading2, gk ribut cari imam,tetep adem & kalem dlm mengambil keputusan,wes ikut syaikhona Hasyim asyari ."(Umar) "Saya tidak setuju kalau Habib Rizeiq jd imam besar umat, sifatnya tk mencerminkan sebagai ulama justru sebaliknya dan perilakunya membuat islam jd buruk..."(Choirul) "kalau proyek imam besar udah brhasil maka nanti apa kata imam vesar adalah hukum yg harus dijalankan, nah ketika imiam besar bilang , bahwa dirinya jd presiden , maka tak akan ada yg menghalangi , , ah modus" (eko) SuaraNetizen.com - Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten mengambil sikap terkait beredarnya surat dukungan untuk Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Muslim Indonesia. Kepemimpinan GP Ansor Banten merujuk pada sejarah panjang umat Islam yang sejak awal tidak pernah mengenal imam besar. Ketua GP Ansor Banten Ahmad Nuri mengatakan, surat dukungan yang tersebar di media sosial d...

Wujudkan Medsos Positif, Ini Ikrar Netizen NU Jawa Tengah

Gambar
SuaraNetizen.com - Ratusan pegiat media sosial (medsos) NU Jawa Tengah menggelar acara Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Tengah di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (8/1). Selain pengarahan dan diskusi bersama Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faisal Zaini dan tokoh-tokoh muda NU, dalam acara yang bertajuk Membangun Masyarakat Medsos Yang Edukatif dan Berakhlaqul Karimah itu juga digelar Deklarasi Netizen NU Jateng dengan dipimpin oleh Pengurus Anshor Jawa Tengah, Sholahuddin Al-Ahmadi. Adapun bunyi deklarasi tersebut adalah sebagai berikut: Bismillahirrahmanirrahim Kami, Netizen NU Jawa Tengah, siap memposting dawuh-dawuh para kiai Nahdlatul Ulama dan memproduksi karya di media sosial baik berupa video, meme dan artikel untuk dakwah yang inspiratif dan berakhlaqul karimah ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim. Pekalongan, 8 Januari 2017 M / 9 Rabiul Akhir 1438 H (Ahmad Mundzir/Fathoni/NU.or.id)

Petinggi Banser: Akun Ustad Abu Janda Tak Ada Kaitannya dengan Ansor Dan Banser, Sebab Ansor dan Banser tidak berwatak demikian

Gambar
"Abu janda boliwudi atau permadi arya pejuang sosmed dari awal melawan radikalisme juga pengagum NU..."(Harmanto) "NU tak pernah tendensius  'menyerang'  ato menghujat ulama.  Tapi abu janda?!   #mikir .. " (wiwit) "Saya pernah liat foto si abu jandax lagi ngumpul2 di kantor pbnu.nu itu Islam kan,sesama islam bersaudara...."(Heri) SuaraNetizen . com - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Ahad (8/1) mengatakan, akun Facebook “Abu Janda NU” sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Sebab Ansor dan Banser tidak berwatak demikian.  Alumni STAI Diponegoro Tulung Agung, Jawa Timur itu melanjutkan, pihaknya sudah menugaskan kader untuk melacak siapa sebenarnya yang membuat akun tersebut. Namun demikian, ia mengimbau kepada seluruh jajaran Banser dan Ansor tidak mudah menerima informasi dan terpancing provokasi tidak jelas sumbernya. “Baik itu yang ce...

Begini Cara Santai Kiai Said Aqil Islamkan Orang

Gambar
SuaraNetizen.com - Riuh canda seperti tak ada habisnya ketika dua orang berkebangsaan Jepang bertamu di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (6/1). Sore itu keduanya yang hendak menyatakan diri sebagai muallaf disambut hangat sejumlah pengurus harian PBNU. Sebelum prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka, pria dan wanita berkebangsaan Jepang itu, berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Obrolan berlangsung santai dengan sesekali Kiai Said menyisipkan guyonan. “Arigatou sasamasu…” sapa Ketua PBNU Marsudi Syuhud yang baru datang sambil membungkukkan badan. Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka tertawa. Seharusnya, arigatou gozaimasu. Di Jepang, ungkapan ini juga tak lazim untuk menyapa orang karena artinya terima kasih. Kiai Said pun ikut tertawa. Menjadi muallaf atau berpindah agama adalah keputusan besar, bahkan menegangkan bagi sebagian orang. Namun, Kiai Said dalam kesempatan itu seolah hendak menghilangkan ketegangan terse...

Kisah Luar Biasa Kiai Subchi: Kyai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman hadapi Penjajah Belanda

Gambar
SuaraNetizen.com - Beliau adalah guru dari Jendral Soedirman yang mendapat julukan 'Kiai Bambu Runcing'  Akhir-akhir ini terdapat beberapa ustaz yang mendapat kritik gara-gara pasang tarif selangit. Ada juga yang baru paham ilmu agama sedikit tapi sudah besar kepala dan merasa paling benar. Sibuk menyalahkan yang lain. Kisah hidup Kiai Subchi dari Parakan, Temanggung, seharusnya bisa jadi teladan. Ulama besar ini dikenal rendah hati dan sangat dekat dengan rakyat kecil.  Dia membagikan hasil panennya untuk rakyat miskin. Kiai Subchi juga mengizinkan tanahnya digarap orang-orang yang tidak memiliki lahan.  "Inilah kebaikan hati Kiai Subchi, hingga disegani rakyat dan memiliki kharisma kuat," demikian ditulis Munawir Aziz dalam buku Pahlawan Santri, Tulang Punggung Pergerakan Nasional.  Kiai Bambu Runcing Jasa-jasa Kiai Subchi selama perang kemerdekaan sangat besar. Dialah yang menggelorakan semangat para santri dan pemuda di Temanggung dan sekitarnya untuk ...

Presiden Jokowi Diagendakan Hadiri Maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan, Mantap Pakde

Gambar
SuaraNetizen.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diagendakan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H yang dilaksanakan oleh Habib Luthfi bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (8/1). Kepastian kehadiran kepala negara disampaikan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf H. Riza Anom usai melakukan koordinasi keamanan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).  Kehadiran Jokowi di kegiatan maulid yang digelar di Kanzus Sholawat Jalan dr Wahidin Kota Pekalongan untuk pertama kalinya sejak dirinya menjabat presiden sekaligus mengobati kerinduan masyarakat Pekalongan dan sekitarya di acara keagamaan kepada sososk yang sederana dan merakyat. Sekretaris panitia maulid Sumarjo kepada NU Online mengatakan, kehadiran RI 1 di acara puncak kegiatan maulid adalah sebagai rangkaian kunjungan kerja presiden di Pekalongan dan Kabupaten Batang. Dikatakannya, berdasarkan jadwal, Jokowi hari minggu akan menghadiri kegiatan maulid yang dihelat Hab...