Postingan

Menampilkan postingan dengan label NKRI

Habib Luthfi, Sosok Ulama Kharismatik Pemersatu Bangsa dan Penjaga NKRI

Gambar
SuaraNetizen.com - Peringatan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah pada Ahad (8/1) yang berlangsung meriah dan sukses dihadiri ratusan ribu jama’ah, dan Presiden Jokowi, itu semua tidak lepas dari sosok pemersatu umat dari segala lapisan masyarakat. Dia adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), juga sekaligus sebagai Khadimul Maulid yang dekat dengan siapa saja. Dari 17 kali kegiatan Maulid Nabi dilaksanakan, sudah tidak terhitung jumlahnya para ulama, habaib, pejabat negara hingga tokoh tokoh non-muslim pimpinan gereja di Kota Pekalongan hingga rakyat jelata tidak pernah absen untuk hadir di acara rutin tahunan. Habib Luthfi bin Yahya menjadi magnet bagi bangsa yang merindukan kedamaian dan ketenteraman. Simak saja beberapa agenda peringatan maulid selalu bernuansa kebangsaan dan ke Indonesiaan. Ada kegiatan kirab merah putih, apel ikrar k...

Fadli Zon dukung FPI Ikut Pelatihan Bela Negara

Gambar
SuaraNetizen.com  – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyesalkan pencopotan Letkol Czi, Ubaidillah dari jabatannya sebagai Komandan Daerah Militer, atau Dandim 06/03 Lebak, Banten oleh Pangdam III Siliwangi, karena dianggap tidak prosedural saat menggelar pelatihan bela negara Front Pembela Islam. "Ini menurut saya, juga mestinya tidak perlu seperti itu," kata Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Senin 9 Januari 2017. Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, semua warga negara Indonesia berhak mengikuti pendidikan bela negara. Tak terkecuali, organisasi kemasyarakatan (Ormas). "Bahkan, itu kan bagus, semakin banyak orang dilatih bela negara dari mana pun latar belakangnya, selama dia punya komitmen terhadap NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dll, saya kira ini berarti satu hal sangat positif. Justru, harus dikembangkan," paparnya. Fadli mengingatkan, bela negara harus dilihat dari preventif yang luas. Sehingga, tidak terkotak-kotak. Selain itu, menurutnya, bela negara ...

Pangdam Siliwangi: Ormas Manapun Berhak Membela Negara, Yang Tidak Pro NKRI Tidak Akan dilatih TNI

Gambar
SuaraNetizen .com  – Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra, menegaskan bahwa untuk mendapatkan pelatihan bela negara merupakan hak setiap warga negara, termasuk organisasi masyarakat. Tapi, bela negara yang dilatih oleh TNI ini pada dasarnya bagi mereka yang mencintai negaranya. "Kalau ada ormas tidak pro Pancasila, (tidak) pro UUD 45, (tidak) pro Bhinneka Tunggal Ika, akan saya pertimbangkan itu (untuk melatih). Ormas manapun berhak membela negara, yang tidak pro NKRI tidak akan saya latih," kata Mayjen Herindra, saat ditemui di Makorem 0604/Maulana Yusuf, Kota Serang, Senin, 9 Januari 2017. Menurut Herindra, TNI dengan sukarela akan memberikan pelatihan bela negara kepada warga negara atau kelompok masyarakat, yang dengan sadar mencintai negaranya dan ingin bersama TNI mempertahankan NKRI dari ancaman kedaulatan. "Untuk belajar (bela) negara bisa dilakukan setiap warga negara, termasuk LSM. Tentunya LSM yang pro NKRI, pro Pancasila, pro UUD...

Habib Luthfi: Saya Dukung Sepenuhnya Presiden Jokowi Demi Keutuhan NKRI

Gambar
"NU selalu memposisikan diri di tempat netral, intinya habib luthfi mendukung pemerintahan bekerja, siapapun presidennya dari dulu juga beliau dukung, pesan beliau jangan ribut sendiri, bersatu jangan pecah belah apalagi malah menambahi beban pemerintah dlm memajukan bangsa ini "☺ (Fikry) SuaraNetizen.com - Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfy bin Yahya mendukung sepenuhnya Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-7. Presiden Jokowi, kata Habib Luthfy, adalah presiden terpilih yang sah dan legal. Demikian disampaikan Habib Luthfy di hadapan ratusan ribu jama'ah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan, Ahad (8/1). Pasalnya, sebagaimana diketahui pada pilpres kemarin Habib Luthfy mendukung pencalonan Prabowo sebagai Presiden RI. "Saya tegaskan di sini bahwa saya mendukung sepenuhnya beliau Bapak H Joko Widodo sebagai presiden RI ke-7 karena beliau terpilih s...

Dipimpin Habib Luthfi, Inilah 6 Butir Ikrar Kesetiaan NKRI yang Menggema di Pekalongan

Gambar
SuaraNetizen.com - Apel Kesetiaan NKRI di Alun-alun Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (7/1) yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfi bin Yahya menghasilkan enam butir ikrar kesetiaan NKRI. Butir-butir yang menggema sebab dibacakan oleh ribuan peserta apel itu merupakan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai kebhinnekaan Indonesia. Berikut ikrar kesetiaan NKRI yang dibacakan oleh perwakilan dari TNI, Polri, Banser, dan pelajar NU: Kami sadar bahwa Merah Putih lambang negara, lambang harga diri, jati diri dan kehormatan bangsa kami Indonesia, dari itu demi Tuhan Yang Maha Esa, kami berikrar wajib bagi kami : 1. Kami Bangga menjadi bangsa Indonesia. 2. Kami bangga menjadi anak Indonesia. 3. Kami bangga memiliki Indonesia. 4. Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita, Bhinneka Tunggal Ika. 5. Kami bersumpah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 6. NKRI harga mati dan Bela Negara adalah kewajiban kami. Semoga Allah Yang Maha Esa melindungi dan ...

Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Australia, ternyata RI jauh Lebih unggul

Gambar
Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Australia - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memutuskan untuk menyetop kerja sama militer dengan Australia. Keputusan itu diambil karena sarana pelatihan pasukan khusus Australia diwarnai pelecehan terhadap negara dan kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Atas pertimbangan yang mendalam, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berinisiatif menghentikan kerja sama tersebut, sekaligus mendesak pemerintah Australia menanggapi serius pelecehan terhadap ideologi negara. Tindakan tegas ini mendapat reaksi positif dari publik, meski bukan yang pertama kali. Apakah penghentian kerja sama tersebut merugikan Indonesia? Dikutip dari situs globalfirepower.com, kekuatan militer yang dimiliki TNI justru berada di peringkat yang lebih baik dibandingkan Australia. Indonesia sendiri ditempatkan di peringkat ke-14 dengan indeks kekuatan 0,3354 (0,0 merupakan yang terbaik), sementara Australia di peringkat ke-23 dengan indeks 0,4209. Rangking tersebut dibuat...

Inilah Beberapa Ulah Australia yang Bikin Hubungan dengan Indonesia Memanas

Gambar
SuaraNetizen .com  – Banyak yang mengatakan bila Indonesia adalah raksasa yang sedang tidur ( The Sleeping Giant ). Meski begitu, jangan pernah mengusiknya jika tidak ingin “dimakan”. Walaupun tetangga dekat, Australia lagi-lagi mengganggu Indonesia. Padahal, empat tahun lalu, Negeri Kanguru itu tercoreng namanya setelah terungkap melakukan aksi penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Australia ( Australian Signal Directorate /ASD). Kala itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung bereaksi keras dan tegas, yakni menghentikan sejumlah kerjasama yang selama ini sudah terjalin.  Pertama , Indonesia menghentikan kerjasama pertukaran informasi dan pertukaran intelijen. Kedua , Indonesia menghentikan kerja sama latihan militer tiga matra dengan Australia. Ketiga , Indonesia menghentikan kerja sama terkait masalah penyelundupan manusia ( people smuggling ). Kasus tersebut seperti tidak membuat Australia kapok “menyenggol” Indonesia. Yang terbaru, tepatnya 29 Desember 2016, seor...

Tegasnya TNI bela Pancasila saat dihina tentara Australia

Gambar
SuaraNetizen.com - Kertas bergambar pelesetan Pancasila itu mengejutkan seorang perwira Kopassus TNI AD yang ditugaskan mengajar di markas Pasukan Elite Australia. Sebelumnya, saat mengajar dia pun sering mendapat hal tak mengenakan. Banyak pula hal yang diajarkan di sana dirasa menyudutkan TNI. Misalnya soal Timor Timur dan Papua dilihat dari sudut pandang mereka.  Buntut peristiwa pelecehan itu, TNI menarik pulang sang letnan. Panglima TNI Gatot Nurmantyo juga menghentikan sementara seluruh kerja sama dan latihan dengan Australia. Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan penyebab penghentian sementara ini karena masalah teknis dan turun naiknya hubungan bilateral antara kedua negara. Saat dikonfirmasi adanya pelecehan terhadap lambang negara Pancasila, Wuryanto tak menampik. Tapi dia tak menjelaskan detilnya. "Ya ada masalah itu dan ada beberapa hal yang masih harus kita kaji lagi agar hubungan kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak," katanya pada merdeka.com, Seni...

Ngeri, Patung Burung Garuda dengan Plakat Pancasila di Bawah Pantat Garuda dan Beraksara China ini Dicopot TNI

Gambar
SuaraNetizen .com - Netizen dibuat heboh dengan Patung Burung Garuda Pancasila yang bertuliskan aksara China, Plakatnya dicopot oleh TNI dibantu masyarakat sekitar.  Pancasila tulisan China tersebut sempat menghebohkan dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Menurut kabar patung itu berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dari segi tata letaknya, penempatan plakat teks pancasila dinilai tidak patut karena menempatkannya berada di bagian bawah pantat burung garuda. Tentu saja banyak netizen yang kaget. Diantaranya; Ida Rina Cahyani @idarina_69 ini kejadiannya dimana dan siapa yang tega2nya melecehkan Pancasila ? Hamba Allah @satyapartii31 ini pelecehan pada pancasila tapi kok diresmikan mendagri tahun 2015? jangan-jangan mendagrinya keturunan PKI?

Media Barat Sebut Indonesia Negara Rasis, Jaya Suprana Tak Terima Dan Membantah

Gambar
SuaraNetizen .com, Jakarta –  Menanggapi kasus penistaan agama islam yang kini mendudukkan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kursi pesakitan, media-media internasional kini dengan gencarnya membuat pemberitaan yang menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara yang rasis. Tak sampai di situ, berbagai media internasional juga menggambarkan warga negara Indonesia adalah orang-orang yang senang menekan kaum minoritas. Namun anggapan tersebut segera ditepis oleh Jaya Suprana, seorang budayawan yang juga seorang pengusaha jamu. Melalui surat terbuka yang ditulis di media Antara, Rabu (14/12/2016), Jaya Suprana mengatakan bahwa Indonesia adalah “bangsa yang ramah, santun, toleran, beradab, halus budi-pekerti.” Berikut ini adalah surat terbuka yang ditulis oleh Jaya Suprana. Opini masyarakat mancanegara terbentuk oleh pemberitaan pers mancanegara maka mereka meyakini bahwa kasus dugaan penistaan agama di belahan akhir 2016 sebagai bukti bahwa bangsa Indone...

Isu Kuda Troya JK dan Gatot Nurmantyo Ancam Jokowi, Ini Penjelasan Kapuspen

Gambar
SuaraNetizen.com  - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto membantah isu adanya ‘Kuda Troya’ dari Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Isu itu disebut sebagai fitnah dan pencemaran nama baik TNI secara institusi maupun terhadap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara secara pribadi. “Pernyataan opini itu adalah fitnah dan pencemaran nama baik. Itu berpotensi munculnya konflik antar lembaga maupun kelompok masyarakat,” kata Wuryanto di Jakarta, Rabu (7/12). Sebagaimana diketahui pada Minggu (30/11) lalu, beredarnya tulisan opini di Kompasiana dengan judul “Jokowi, waspadai terhadap ‘Kuda Troya’ JK dan Gatot Nurmantyo”. Isu itu muncul di tengah ramainya aksi demonstrasi dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam opini tersebut, ditulis juga tentang kegiatan Gatot yang sering berkeliling kampus untuk mengkampanyekan visi nasionalismenya. Wuryanto mengatakan opin...

Mbah Maimoen: Negara Islam Itu Sudah Tak Ada, Kita Harus Tetap Menjaga Bhinneka Tunggal Ika

Gambar
REMBANG -  Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menuturkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Kiai berusia 91 tahun itu mengatakan bahwa Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga. "Mari kita jaga bersama keadaan dan keutuhan Indonesia. Mari kita buat Indonesia ini menjadi lebih baik. Mari kita minta kepada Allah agar Indonesia dikuatkan," ajaknya di hadapan puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, saat sowan di kediamannya, Ahad (27/11) sore. Ia mengatakan bahwa keberislaman di Indonesia sekarang sudah cukup ramai. Dulu, ketika ia masih kecil, orang sembahyang hanya sepuluh persen. Baca syahadat hanya ketika akan kawin. Tapi sekarang anak kecil sudah bisa baca syahadat. "Ini suatu hal yang harus disyukuri Indonesia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Kab...

FOKUS: Berkibarnya Bendera China Sinyal Ancaman Kedaulatan Indonesia!

Gambar
SuaraNetizen.com - BELUM   lama ini mencuat kehebohan di Indonesia bagian timur. Bukan karena adanya ulah kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), melainkan berkibarnya bendera Republik Rakyat China (RRC) di Tanah Air kita. Kronologinya bermula dari detik-detik groundbreaking smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Maluku Utara (Malut), pada Jumat 25 November 2016. Peresmian yang dijadwalkan juga dihadiri rombongan Gubernur dan Perwakilan Forkopimda Malut. Kronologi singkatnya, sejak pagi sedianya panji berwarna merah dengan ornamen empat bintang kecil serta satu bintang besar bewarna kuning itu sudah dikibarkan dan tempatnya sejajar dengan bendera negara kita, merah putih. Bendera China itu juga ukurannya lebih besar. Sempat ada protes dan ketegangan antara wartawan-wartawan lokal yang hendak meliput peresmian smelter. Mereka ingin menurunkan bendera itu tapi dicegah para karyawan lapangan PT Wanatiara Persada. Karyawan-karyawan tersebut diketahui juga berasal dari C...