Postingan

Menampilkan postingan dengan label Shalat

Shalat Jumat Ditengah Jalan Itu Makruh Bahkan Bisa Tidak Sah, Ini Penjelasannya

Gambar
SuaraNetizen.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengulas kembali pandangan ulama perihal aktivitas rangkaian ibadah shalat Jumat di jalanan. Pihak PBNU menyebutkan hukum ibadah shalat Jumat di jalanan yang dikemukakan para ulama mulai dari makruh, haram, bahkan tidak sah. Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam. Ulasan ini diangkat menyusul rencana gelar sajadah oleh sekelompok umat Islam yang dengan sengaja mengagendakan shalat Jumat di jalan protokoler di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Menurut Kiai Moqsith, aktivitas ibadah Jumat pada masa Rasulullah SAW selalu diselenggarakan di masjid. Dari sini para ulama kemudian menyimpulkan bahwa aktivitas shalat Jumat di jalanan hukumnya makruh. “Meskipun kemudian hal ini diperselisihkan oleh para ulama. Madzhab Maliki mewajibkan shalat Jumat di dalam masjid. Tetapi kita tahu ada madzhab lain seperti Madzhab Syafi’i dan Madzhab H...

Shalat Tarawih Super Kilat 15 Menit 20 Rekaat, dinilai Abaikan Substansi Tarawih

Gambar
SuaraNetizen.com - Praktik shalat tarawih super kilat yang dilaksanakan oleh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang ramai diberitakan media mengundang keprihatinan kita. Pasalnya, praktik tersebut justru mengabaikan substansi dari tarawih itu sendiri. Secara bahasa, kata "tarawih" merupakan bentuk plural (jamak) dari kata "tarwihah". Artinya, "istirahat". Dalam praktik yang dicontohkan oleh salafus shalih (generasi terdahulu umat Islam), para jamaah mengambil jeda/istirahat setiap empat rakaat (dua kali salam). Waktu jeda tersebut diambil setelah mereka melakukan shalat yang cukup panjang dalam empat rakaat tersebut. Jeda tersebut diisi dengan beragam kegiatan, seperti shalat dan membaca al-Quran, setelah para jamaah melaksanakan shalat dengan durasi yang cukup panjang. Demikianlah tradisi Qiyamul Lail yang dipraktikkan Nabi dan para sahabat. Tujuan shalat, adalah untuk mengingat Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana firman...

Habib Luthfi: Kalau Dalam Shalat Bisa Sabar, Begitupun Dalam Kehidupan Sehari-hari

Gambar
Oleh: Habib Luthfi Bin Yahya SuaraNetizen.com - Apa makna dari ayat "Wasta'iinuu bish shabri was shalaah; tolong menolonglah dalam kesabaran dan salat"? Kita mengambil makna yang paling bawah dulu mengingat kalimat ayat tersebut berhubungan dengan dunia tasawwuf. Pendidikan tasawwuf pertama kali adalah berdasarkan wasta'iinuu bish shabri was shalaah. Orang-orang yang ma'rifat atau kaum 'arifin ketika mendengar panggilan adzan atau perintah shalat, hati beliau-beliau tergugah dan senang. Ingin segera memenuhi panggilan salat. Menganggap panggilan itu adalah kehormatan, bukan beban. Bagaimana dengan kita ketika adzan berkumandang? (Ada sebuah kisah) sebagai gambaran, tanpa bermaksud menyamakan Allah dengan makhluq -na'uuzhubillah min dzalik, hanya untuk memudahkan pemahaman. Ketika santri dipanggil kiai, hati itu ingin matur ini itu, ada hajat ini itu, macam-macam. Senangnya juga bukan main. Padahal ketika sudah berhadapan, cuma bisa diam. Tak bisa ngomong ...

Ajaran Shalat Khusyuk Dari Para Ulama

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyebutkan 6 perkara untuk menghadir khusyuk ketika mendirikaan shalat,  yakni: 1. Hudhur al-Qalbi, yaitu menghadirkan hati kita ketika menunaikan shalat. Merasakan kehadiran Allah dalam diri. Merasakan kedekatan dan kebersamaan dengan Allah. Kalbunya hidup dan terus ditujukan kepada Allah. 2.  At-Tafahhum, yaitu berusaha memahami segala perkara dalam shalat dan bacaan shalat yang sedang didirikan. Mengahayati makna dan gerakan shalat dengan penghayatan lahir dan batin. 3. At-Ta’dzim, yaitu merasakan kebesaran Allah dengan merasa bahwa diri kita kecil, hina, lemah, dan tak berdaya di hadapan Allah. 4. Haibah, yaitu merasa takut terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah ketika berada di hadapan-Nya. Merasa takut terhadap kemurkaan dan adzab-Nya. Merasa takut melanggar perintah-Nya. 5.  Ar-Raja’, yaitu sentiasa menaruh harapan besar kepada Allah mudah-mudahan shalat yang dikerjakan akan diterima oleh Allah. Berhar...

Begini Tata Cara Shalat Gerhana Yang Perlu Dipelajari

Gambar
Tata Cara Shalat Gerhana ~ Sebentar lagi akan terjadi peristiwa alam yang istimewa di Indonesia yaitu gerhana matahari total. Kita sebagai umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. Karena jarang sekali terjadi fenomena gerhana matahari, kita jadi cenderung asing dengan yang namanya shalat gerhana. Untuk itu kita simak artikel seputar tata cara shalat gerhana berikut ini : A. Pengertian Shalat gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan juga kusuf (الكسوف) sekaligus. Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan juga khusuf sekaligus. Namun masyhur juga di kalangan ulama penggunaan istilah khusuf untuk gerhana bulan dan kusuf untuk gerhana matahari. [1] 1. Kusuf Kusuf (كسوف)adalah peristiwa dimana sinar matahari menghilang baik sebagian atau total pada siang hari karena terhalang oleh bulan yang meli...

Awas, Inilah Senjata Setan Mengelabuhi Orang Saat Shalat

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Dalam salah satu karya yang berjudul Al-Kasyfu wat Tabyin fi Ghuruuril Khalqi Ajma'in, Abu Hamid Al-Ghazali membongkar macam-macam bentuk keterperdayaan yang dialami manusia saat mereka berusaha mendekatkan diri pada Allah melalui berbagai jalan ibadah. Salah satu dari bentuk ketertipuan manusia yang dikuak dalam risalah tersebut adalah berhinggapnya rasa waswas (keragu-raguan) pada seseorang ketika melaksanakan berbagai ritual ibadah khususnya dalam shalat. Berdasarkan realitas keseharian kita dan pengalaman empiris di masyarakat, waswas memang bisa menghinggapi siapa saja. Fenomena waswas bisa ditemui baik di lingkungan pesantren maupun komunitas masyarakat umum. Berdasarkan pengamatan kami, orang terpelajar dalam pengertian orang yang sudah mengerti hukum fiqih, paham ketentuan dan kaifiyah pelaksanaan suatu ibadah tertentu, tidak lantas menjamin bahwa ia selamat atau bebas dari terkena waswas. Menurut Al-Ghazali, rasa waswas acap menjangkiti kelompok ahli ib...