Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dimas Kanjeng

Cerita Gokil Marwah Daud Cium Tangan Wali Palsu Akal-akalan Dimas Kanjeng

Gambar
Jahat banget, Nggak tanggung-tanggung , Dimas Kanjeng menipu pengikutnya dengan menyewa orang untuk berperan sebagai arwah Syeikh Cholil Bangkalan SuaraNetizen .com  - Banyak cerita menggelikan dari aksi 'maha guru' Taat Pribadi, alias Dimas Kanjeng yang diperankan tujuh pria tua hasil rekrutan SP Maranata, alias Vijay, orang kepercayaan Dimas Kanjeng. Vijay bertugas merekayasa suasana sakral, agar pengikut Padepokan Dimas Kanjeng percaya. Salah satu cerita yang lucu, ialah ketika ratusan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng diajak berziarah ke makam waliyullah Syaikhuna Cholil di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, beberapa tahun lalu. Syaikhuna Kholil dikenal sebagai kiai yang melahirkan banyak ulama besar di Nusantara, di antaranya pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari. Sumber di lingkungan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim menceritakan, sebelum pengikut Dimas Kanjeng berangkat ziarah ke Bangkalan, Vijay diperintahkan Taat, agar berangkat lebih dulu ke Maka...

Buset, 7 Maha Guru Dimas Kanjeng yang Berperan sebagai Kyai ternyata Tak Bisa Ngaji, bayarannya 20 juta

Gambar
SuaraNetizen .com  - Tujuh mahaguru Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang selama ini diagung-agungkan pengikutnya ternyata berlatar belakang memprihatinkan. Mengaji pun, sebagian tidak bisa. Mereka adalah orang susah yang diperalat untuk berlagak sebagai mahaguru demi bayaran dari Dimas Kanjeng. "Ini bentuk penipuan terorganisasi," kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono kemarin (6/11). "Mayoritas mereka (mahaguru, Red) tidak bisa mengaji. Untuk membuat para pengikut percaya, para mahaguru ini dilengkapi berbagai atribut. Seperti jubah hitam, serban, hingga  make-up  agar lebih meyakinkan," lanjutnya.  Tujuh mahaguru itu kemarin dibawa ke Mapolda Jatim. Untuk sementara, mereka berstatus saksi. Namun, tak tertutup kemungkinan statusnya naik menjadi tersangka. Tujuh mahaguru Dimas Kanjeng datang ke gedung Ditreskrimum Polda Jatim sekitar pukul 09.00. Mereka sebelumnya diringkus tim buser yang dipimpin langsung oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum ...

Mbah Mijan: Dimas Kanjeng Coreng Nama Baik Dunia Supranatural Indonesia

Gambar
Jakarta – Paranormal kenamaan Mbah Mijan mengatakan, penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi telah mencoreng nama baik dunia supranatural di Indonesia. Menurut paranormal muda ini, penggandaan uang tidak termasuk dalam konsep atau kitab supranatural. “Kalau pesugihan, babi ngepet atau tuyul memang termasuk area paranormal. Tapi kalau penggandaan uang tidak termasuk,” ujarnya saat melakukan ritual di perlintasan kereta Bintaro, Senin (10/10/2016). Ia menuturkan, kalau semua paranormal bisa gandakan uang pasti semua paranormal termasuk dirinya akan melakukannya. Seperti diketahui, saat ini tokoh spiritual Dimas Kanjeng Taat Pribadi tengah tersangkut masalah kriminal, salah satunya yakni kasus pembunuhan dan penipuan dengan modus penggandaan uang. (Kriminalitas)

Merasa Dikhianati Pengikutnya, ini yang Bakal Dilakukan Dimas Kanjeng

Gambar
SuaraNetizen.com - Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dilaporkan oleh sejumlah mantan pengikutnya ke polisi dalam kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Terkait pelaporan tersebut, ternyata Dimas Kanjeng merasa dikhianati, dan bermaksud melaporkan balik mantan pengikutnya yang dinilai telah membuat laporan palsu ke polisi. Upaya pelaporan balik Dimas Kanjeng ditegaskan kuasa hukumnya, Isa Julianto. Pihak Dimas Kanjeng beranggapan pelaporan yang dilakukan mantan pengikutnya adalah kebohongan. "Kita untuk membantu polisi kita ingin fasilitasi korban-korban itu. Tapi, bagi mereka yang kita anggap melakukan kebohongan, kita laporkan balik ke Bareskrim Mabes Polri," kata Isa, Sabtu (8/10/2016). Dimas Kanjeng Taat Pribadi dilaporkan untuk kasus penipuan dengan modus penggandaan uang dengan nilai kerugian yang fantastis. Bahkan, ia dilaporkan untuk kasus penipuan hingga ratusan miliar rupiah. Saat ini pihak kepolisian telah menerima empat laporan penipuan yang dil...

Kasus Dimas Kanjeng adalah Bencana Sosial

Gambar
SEMARANG - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan aksi Kanjeng Dimas Taat Pribadi merupakan bencana sosial. Oleh karena itu dua tim Kemensos masih terus menangani pengikut dan pelaku di Padepokan Kanjeng Dimas. Mensos Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengikut Kanjeng Dimas akan dipulangkan. Bagi yang kampungnya masih di Pulau Jawa, akan dipulangkan pakai bus Damri. "Bagi yang di luar Pulau Jawa, akan dipulangkan pakai Kapal Pelni," ujarnya di sela kunjungan ke Universitas Negeri Semarang, Sabtu (8/10/2016). Tidak hanya itu, Khofifah juga menuturkan bahwa pengikut Dimas Kanjeng yang masuk kategori miskin akan dapat bantuan dari program keluarga harapan. Yakni mendapat subsidi Rp900 ribu per bulan. Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menginvestigasi kegiatan di Padepokan Kanjeng Dimas. Hasilnya kegiatan santri yang diajarkan si pengganda uang itu dinilai sesat. Salah satunya adalah pencampuradukan kegiatan agama untuk kepentingan materi sehingga banyak ma...

Ini Jawaban Mengapa Taat Pribadi sanggup Menghimpun Ribuan Orang untuk jadi Pengikutnya?

Gambar
SuaraNetizen.com - Walaupun temuan polisi menyimpulkan ada dugaan penipuan penggandaan uang yang melibatkan pimpinan sebuah padepokan di Probolinggo, Jawa Timur, sebagian pengikutnya tetap meyakini pimpinannya tidak melanggar hukum. Sementara, seorang sosiolog menganalisis praktik penipuan ini mampu melibatkan ribuan orang, termasuk seorang akademisi dan politikus, karena sebagian masyarakat masih bersikap irasional dan terperdaya kebudayaan 'ingin cepat kaya'. Taat Pribadi, yang berusia 46 tahun, pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah dijadikan tersangka oleh polisi dalam kasus pembunuhan dan penipuan. Taat diduga terlibat pembunuhan dua orang bekas anak buahnya, yaitu Abdul Ghani dan Ismail Hidayah. Mereka dibunuh karena khawatir akan membocorkan dugaan praktik penipuan penggandean uang, kata polisi. "Dia (Taat Pribadi) yang menyuruh (pembunuhan)," kata Kahumas Polda Jawa Timur, Kombes Argo Yuwono, Seni...

Begini Modus Lain Penipuan Dimas Kanjeng Lewat Rekening Bank Korea Selatan

Gambar
Modus Penipuan Dimas Kanjeng - Ada modus lain yang digunakan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dalam melakukan penipuan penggandaan uang. Anggota Komisi III DPR Akbar Faisal mengatakan, selain dengan penipuan penggandaan uang secara langsung, Dimas Kanjeng juga menggunakan modus penipuan penggandaan uang dengan cara menitipkan uang di sebuah rekening di Bank Asing. "Saya juga dapatkan satu rekening, jadi korban-korban ini dijanjikan uangnya akan membiak dan uangnya akan disimpan pada sebuah bank," kata Akbar dihubungi Suara.com, Rabu (5/10/2016). Rekening tabungan itu berasal dari Bank Korea Selatan, yaitu Bank Hana dengan mengatasnamakan Irwan Muin dengan nomor rekening 12961231289. Pola perekrutannya, kata Akbar cukup aneh. Hal itu dia ketahui dari pengakuan salah satu temanya yang ditawarkan untuk menggandakan uang kepada Dimas Kanjeng. ‎ "Cara rekrutmennya dan didaftarkanya di bank itu, itu didaftarkan di sebuah hotel di Jakarta dilayani oleh seakan-akan orang dari bank, t...

Gurunya Ditangkap, Pengikut Dimas Kanjeng Anggap Itu Ujian Mencapai Mercusuar Dunia

Gambar
PROBOLINGGO - Sejumlah pengikut masih percaya dan mendukung Dimas Kanjeng meski semua perbuatannya telah terungkap. Terbukti, pascarekonstruksi, masih banyak pengikut yang bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Terlihat polisi bersenjata lengkap disiagakan di sekitar tenda-tenda yang dihuni ratusan santri pengikutnya. Pengikut yang rata-rata dari luar kota bertahan ditenda-tenda dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak punya uang untuk pulang ke kampung, hingga mereka masih percaya dengan kesaktian sang maha guru bernama lengkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu. Muslih salah satunya yang masih percaya kesaktian Dimas Kanjeng. Dia meyakini, Dimas Kanjeng bisa berpindah-pindah tempat tanpa diketahui orang lain. Muslih memberikan contoh pada saat penangkapan, Dimas Kanjeng justru berada di Mekkah. Pada saat di Polda, Dimas Kanjeng justru sering mengunjungi para pengikutnya di tenda-tenda dan memberi makan untuk semua ...

Pilih Membela Dimas Kanjeng, Marwah Daud Keluar dari MUI

Gambar
Marwah Daud Mengundurkan Diri Dari Kepengurusan MUI Demi Membela Dimas Kanjeng Taat Pribadi - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Najamuddin Ramly membenarkan bahwa Marwah Daud Ibrahim telah resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengunduran diri itu karena Marwah lebih memilih untuk membela Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi. Di MUI, Marwah Daud menjabat Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga. "Marwah Daud Ibrahim mengundurkan diri per 3 Oktober meski secara tertulis lewat pesan elektronik WhatsApp kami terima tanggal 4 Oktober. Nanti menyusul surat resmi," kata Najamuddin di Jakarta, Selasa (4/10/2016). Menurut dia, dengan pengunduran diri itu berarti MUI sudah tidak memiliki hubungan secara kelembagaan dengan Marwah. Dia mengatakan tindakan dan keyakinan Marwah untuk tetap membela Padepokan Dimas Kanjeng itu bersifat pribadi. Najamuddin mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan fatwa setelah menerima ha...

Meme-meme Gambar Lucu Nyindir Dimas Kanjeng, Ngakak

Gambar
SuaraNetizen.com -  Kasus penipuan penggandaan uang yang menjerat Ketua Padepokan Dimas Kanjeng, Dimas Kanjeng Taat Pribadi memang sedang jadi perbincangan panas di masyarakat. Sebab, diduga dia selain terlibat kasus penipuan penggandaan uang, juga terlibat kasusbpenculikan sekaligus pembunuhan. Korbannya penipuannya tak hanya warga biasa, politikus Marwah Daud Ibrahim dan juga prajurit TNI dikabarkan sempat menjadi muridnya. Saking fenomenalnya kasus ini muncul meme-meme lucu yang menyindir kelakuan Dimas Kanjeng. Seperti 13 meme kocak berikut ini yang sudah dihimpun  brilio.net  dari berbagai sumber, Selasa (4/10): 1. Foto profil vs realitas. foto: 1cak   2. Wah, ternyata ini penyebabnya. foto: 1cak   3. Gaya bener yang baru dapet transferan. foto: 1cak   4. Tapi, pas akhir bulan seperti ini. foto: 1cak   5. Upss, emang seperti ini ya? foto: 1cak   6. Sampai bingung ngitungnya. foto: 1cak   7. Trik 'menggandakan uang'. foto: @jas...

Lebih Hebat dari Dimas Kanjeng, Video Penggandaan Uang Didepan Polisi

Gambar
SuaraNetizen.com - Pengganda uang asal dari Probolinggo bernama Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang disebut menggunakan kekuatan gaib kini banyak menghiasi media pemberitaan maupun berbagai sosial sosial. Namun ternyata bukan hanya Dimas kanjeng saja yang bisa melakukan aksi menggandakan uang tersebut. Dalam sebuah video ditayangkan seorang pria berpeci dan bersorban mampu menggandakan uang pecahan 100 ribu dalam sebuah kantong plastik putih. Dalam video berdurasi 2 menit 23 detik tersebut, nampak pria tersebut mengaduk-aduk kantung plastik yang terlihat berisi uang pecahan 100 ribu. Memang jika dilihat sekilas, isi uang dalam plastik tersebut tidaklah banyak, namun ketika dikeluarkan justru uang tersebut seakan tidak habis-habis. Tak hanya masyarakat sipil saja yang menyaksikan proses penggandaan uang tersebut, namun seorang polisi pun ikut menjadi saksi. Polisi itu pun tersenyum sambil berjalan ketika sejumlah orang menghitung uang yang ditebar tersebut. Berikut videonya

Menjabat Ketua Yayasan Dimas Kanjeng, Marwah Daud dibidik Polisi

Gambar
Jakarta  - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, penyidik Kepolisian masih mendalami dugaan kasus penipuan dengan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Menurut dia, polisi akan meminta banyak keterangan dari berbagai pihak terkait kasus ini. "Semakin banyak yang dimintai keterangan, maka semakin komprehensif,” kata Komisaris Besar Agus saat dihubungi Tempo, Ahad, 2 Oktober 2016. Kala disinggung apa akan memeriksa Marwah Daud Ibrahim, Agus menjawab diplomatis. “Penyidik sedang melihat siapa saja yang diperlukan dan dimintai keterangan." Agus mengatakan, dirinya belum mendapat informasi detil mengenai rencana kerja para penyidik termasuk siapa saja yang akan diperiksa terkait dugaan penipuan bermodus penggandaan uang ini. “Sementara ini kan baru ada beberapa pelapor yang dirugikan terkait sangkaan itu (penipuan),” kata dia. Nama Marwah Daud Ibrahim belakangan mencuat dan dikaitkan dengan Dimas Kanjen...

Marwah Daud Samakan Kemampuan Dimas Kanjeng dengan Nabi Sulaiman

Gambar
Probolinggo  - Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Marwah Daud Ibrahim menyangkal pernah menerima dua koper berisi uang asli yang disangka ‘kiriman gaib’ dari Taat Pribadi. “Setahu saya tidak pernah,” kata Marwah melalui pesan pendek ke Tempo, Ahad, 2 Oktober 2016. Namun, meski membantah, sebelumnya doktor Komunikasi Internasional di American University ini meyakini Taat punya kemampuan khusus yang jarang dimiliki manusia biasa. “Beliau bisa memindahkan barang dari dimensi satu (gaib) ke dimensi nyata,” kata Marwah, Sabtu, 1 Oktober 2016. Marwah mencontohkan mukjizat para nabi seperti Nabi Sulaiman yang bisa memerintah jin memindahkan kerajaan. Begitu juga dengan kemampuan teknologi manusia membuat pesawat terbang. “Dulu orang tidak percaya besi bisa terbang, sekarang ada pesawat yang bisa terbang." Sebelumnya, bekas pengikut Taat Pribadi, yang juga korban penipuan penggandaan uang mengungkap jika orang kepercayaan Taat, Ismail Hidayah, pernah menaruh koper berisi uang asli m...

Ditantang Anggota DPR untuk Gandakan Uang, Dimas Kanjeng: Sejak Masuk Sini Tidak Bisa

Gambar
SuaraNetizen.com - Kepada anggota Komisi III DPR yang menyambanginya di Mapolda Jatim, Sabtu (1/10), Dimas Kanjeng ngotot bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk menggandakan uang. Hanya, saat ditantang untuk mempraktikkan, dia angkat tangan. "Kadang bisa, kadang tidak. Sejak masuk sini, tidak bisa konsentrasi," dalihnya. Dimas Kanjeng menyatakan tidak hafal berapa uang yang sudah digandakan. Hanya, dia memperkirakan jumlahnya mencapai Rp 1,7 triliun. Uang tersebut disimpan sultannya (Dodi Wahyudi) yang berada di Bangil, Pasuruan, Jatim. Uang itu khusus hasil penggandaan. Lain lagi uang titipan dari para pengikutnya. Semua uang tersebut diserahkan kepada seorang guru spiritualnya bernama Abah Dofir yang tinggal di kawasan Kemang, Jakarta. Duit itu dikirim tiga bulan sekali dengan menggunakan mobil boks. Dalam pertemuan tersebut, anggota komisi yang membidangi masalah hukum itu sempat menggali aliran duit Dimas Kanjeng ke sejumlah pejabat. Sayangnya, Dimas Kanjeng menolak membe...

Di interogasi, Dimas Kanjeng Mengaku Tak Hafal Ayat Al Quran

Gambar
SuaraNetizen.com - Dimas Kanjeng Taat Pribadi sedikit mau buka suara. Hal itu dia lakukan saat dikunjungi sembilan anggota Komisi III DPR di Mapolda Jatim kemarin petang (1/10). Dalam pertemuan tersebut, Dimas Kanjeng mengaku tidak hafal ayat Alquran. Dia juga tidak merasa sebagai kiai. "Di sana bukan pesantren, tapi padepokan. Kalau padepokan itu umum," katanya Dimas Kanjeng. Pengikutnya juga bukan hanya muslim. Ada juga umat Nasrani dan Hindu. Dimas Kanjeng selama ini mengaku sudah melantik 150 sultan. Ditanya tentang tugas sultan, Dimas tidak bisa menjawab. Dia kemudian menegaskan, tidak ada tugas khusus terkait dengan sultan. Dia menolak mengimbau pengikutnya pulang dari padepokannya. Dimas Kanjeng beralasan, hati pengikutnya sudah terpupuk oleh motivasi yang pernah diberikan. Dia juga tidak merasa menyesal atas perbuatannya. "Saya punya niat baik. Di padepokan ada visi dan misi yang harus dilaksanakan. Karena melakukan sesuatu yang benar," ujarnya. Dimas Kanje...

Mantan Pengikut Dimas Kanjeng Beberkan Aksi Tipuan Mengakali Marwah Daud dengan 2 Koper Uang

Gambar
Probolinggo– Bekas pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengungkapkan aksi tipu Taat dan anak buahnya memindahkan atau memunculkan uang asli secara gaib untuk meyakinkan Marwah Daud Ibrahim, Ketua Yayasan Pedepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mohamad Abdul Junaidi, 49 tahun, warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menceritakan aksi tipu tersebut. Junaidi mendapat cerita dari Ismail Hidayah, salah satu korban pembunuhan yang melibatkan Taat. Sebelum Ismail dibunuh orang-orang suruhan Taat, Ismail bercerita pada Junaidi yang juga ‘santri’ Taat dan teman dekat Ismail sejak remaja. Ismail merupakan salah satu orang kepercayaan Taat yang tahu banyak dan berperan besar membantu aksi penipuan penggandaan uang. “Ismail pernah cerita dia bawa uang dua koper ke rumah Bu Marwah seakan-akan uang itu tiba-tiba muncul atau dibawa jin,” kata Junaidi saat melapor ke Kepolisian Resor Probolinggo, Sabtu malam, 1 Oktober 2016. Junaidi memberi keterangan ke polisi sejak Sabtu malam sampai Ahad dinihari, 2 ...

Pengikut Dimas Kanjeng Yakin yang Ditangkap Bukan Dimas Kanjeng tapi Tongkat yang Berubah Wujud, Parah!

Gambar
SuaraNetizen.com – Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sangat percaya kepada junjungannya itu. Sampai sekarang pun mereka masih percaya dan yakin bahwa yang ditangkap polisi itu bukan Dimas Kanjeng, tetapi hanya tongkatnya yang berubah wujud. “Mereka yakin Dimas Kanjeng itu sakti dan tidak bisa ditangkap, pengikutnya meyakini bahwa yang ditangkap polisi bukan Taat Pribadi yang asli, melainlan hanya tongkatnya saja,” kata Agus salah satu warga Tegalgubug kepada radarcirebon.com, Minggu pagi (2/10). Jumlah pengikut Dimas Kanjeng di Tegalgubug cukup banyak, yakni sekitar 175 orang. Mereka kerap mengirimkan uang ke Dimas Kanjeng di Probolinggo dengan harapan bisa digandakan hingga berlipat-lipat. Menurut Agus, sebetulnya banyak dari warga Tegalgubug yang uangnya belum kembali setelah disetor ke Dimas Kanjeng. Namun, mereka tidak ada yang melaporkan ke polisi, pasalnya tidak pernah merasa tertipu. “Bahkan koordinator santri war...

Alasan Dimas Kanjeng Tak Bisa Lagi Gandain Uang, Jin-nya Lari Terkena Gas Air Mata Polisi

Gambar
Surabaya - Dimas Kanjeng Taat Pribadi pemilik Padepokan di Probolinggo Jawa Timur, mengaku kesulitan menggandakan uang saat diminta oleh petugas polisi. Penyebabnya, karena makhluk halus yang membantunya terkena gas air mata saat polisi berusaha membawa paksa dirinya. Hal tersebut diceritakan Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim, yang saat itu menjadi ketua tim penangkapan Dimas Kanjeng. Ia menuturkan, setelah ditangkap dari dalam padepokan, Dimas Kanjeng langsung dibawa ke dalam mobil khusus untuk dibawa ke Markas Polda Jatim di Surabaya dengan didampingi sejumlah polisi. "Di dalam mobil, dengan iseng saya bertanya kepada Dimas Kanjeng, katanya bisa menggandakan uang. Tolong dong, isi mobil ini dengan uang," ujar Cecep saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat, 30 September 2016. Cecep mengatakan, dengan santainya, Dimas Kanjeng menjawab tidak bisa, karena aksi tersebut harus dibantu dengan bantuan makhluk gaib yang diperintahnya. "Se...

Dimas Kanjeng Nggak Ngerti Agama, Gini Cara Dia Ngelabui Pengikutnya

Gambar
SuaraNetizen.com - Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta pemerintah menangani serius kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sebab, menurut Khatib Syuriah PWNU Jawa Timur Syafrudin Syarif, Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng tersebut telah menyalahgunakan ajaran agama untuk menipu masyarakat. "Hendaknya memang pemerintah menangani serius kasus ini. Karena Taat Pribadi selaku pimpinan padepokan telah melakukan penipuan dan memanipulasi masyarakat baik dari sisi keyakinan agama maupun dari sisi ekonomi yang begitu besar jumlahnya," kata Syarif kepada wartawan di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2016. Menurut Syarif, apa yang sudah dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bukanlah penyimpangan agama melainkan penyalahgunaan agama. "Karena memang dia tidak mengerti tentang agama dan tidak pernah memberi pengajian. Dia hanya mengelabuhi pengikutnya dengan mengundang orang untuk berceramah." Syarif mengaku sejak 2014 pihaknya diminta oleh ulama s...

5 Kemiripan Gatot Brajamusti dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Gambar
Jakarta  - Penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo pada Kamis, 22 September 2016 lalu, mengingatkan kita pada penangkapan Gatot Brajamusti di Mataram, Lombok, pada 28 Agustus 2016 lalu. Keduanya diduga melakukan tindak pidana kriminal. Taat diduga terlibat dalam tindak pidana pembunuhan dan penipuan penggandaan uang. Sedangkan Gatot tertangkap tangan karena memiliki narkoba dan terakhir, diduga melakukan pemerkosaan anak di bawah umur. Ada  persamaan-persamaan lainnya antara Taat dan Gatot, yaitu: 1.Padepokan Baik Taat dan Gatot atau pengikut-pengikutnya menggunakan kedok agama untuk menjalankan kegiatan kriminal mereka. Taat menjadi pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan Aa Gatot menjadi bos di Padepokan Brajamusti Jalan Cikiray RT 04 RW 07 Kampung Rambay, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 2.Sakti Taat...