Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Teladan

Pelajaran Akhlak dari Seekor Anjing, Najis Dibadan bisa Dicuci 7 Kali, Najis Dihati Tak Bisa Dibasuh dengan 7 Samudra

Gambar
SuaraNetizen .com - Suatu malam, Abu Yazid Al-Busthomi sedang berjalan sendirian. Lantas ia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya. Anjing itu cuek saja jalan, tidak menghiraukannya. Namun ketika jarak anjing itu makin dekat dan akan berpapasan dengannya, Al-Busthomi mengangkat gamisnya, khawatir tersentuh anjing yang najis itu. Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata padanya, “Tubuhku kering dan tidak akan menyebabkan najis padamu. Bila pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat gamismu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yg berbadan anjing ini najis dan hina,  maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera”. Abu Yazid tersentak dan minta maaf.  Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk be...

Bukan Karena Shalat, Puasa Dan Ibadahnya, Wali Ini Dapat Rahmat Allah Justru Karena Menolong Kucing Malang

Gambar
SuaraNetizen.com - Jasad Syekh Abu Bakr Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak tahun 946 silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya. Salah satunya lewat kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam kitab  Nashaihul Ibad   karya Syekh Nawawi al-Bantani. Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, “Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?” “Amal shalihku.” “Bukan.” “Ketulusanku dalam beribadah.” “Bukan.” “Hajiku, puasaku, shalatku.” “Juga bukan.” “Perjalananku kepada orang-orang shalih dan untuk menimba ilmu.” “Bukan.” “ Ya Ilahi , lantas apa?” tanya Imam Asy-Syibli. Allah kemudian menjawabnya dengan mengacu pada kisah pertemuan Imam Asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan kota Baghdad. Kucing kecil itu loyo oleh ganasnya hawa dingin, menyudut ke suatu tempat, berharap kondisi bisa membaik.  Imam Asy-Syibli yang tergerak hatinya lantas mem...

Kisah Seorang Anak Menghancurkan Hati Orang Tuanya dengan Ucapan Bid'ah!

Gambar
SuaraNetizen.com - Ini kisah biasa. Diceritakan dengan cara biasa. Pak Munajat dan Bu Warni adalah sepasang petani kecil. Mereka hanya punya lahan seperempat hektar. Anaknya tiga, Imam, Subhan dan Lastri. Di antara ketiga anaknya, hanya Imam yang kuliah. Subhan lulusan STM, lalu bekerja menjadi satpam di sebuah bank. Lastri begitu lulus SMA bekerja di pabrik sepatu. Pasangan itu banting tulang agar Imam bisa lulus sarjana. Pak Munajat kadang menjadi kuli bangunan. Bu Warni menjadi tukang masak di sebuah warung milik tetangganya. Imam anak yang cerdas. Ia lulus tepat waktu dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama. Ia menikah, istrinya bekerja di sebuah perusahaan elektronika. Pasangan ini dikaruniai dua anak, laki-laki (5 tahun) dan perempuan (2 tahun). Keluarga yang sempurna. Pak Munajat dan Bu Warni sangat bangga dengan anak pertama mereka. Hingga tiba suatu saat, Imam melarang bapaknya pergi ke langgar sebelum salat Magrib dimulai. Karena Pak Munajat sering ikut pujian...

Kisah Mualaf Irena Handono, Calon Biarawati yang Meragukan Konsep Trinitas dan yakin dengan Al Ikhlas

Gambar
Usai menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, muallaf Irena Handoyo diserang oleh pendukung fanatik Ahok. Para Ahokers menuduh irena berbohong soal dirinya yang disebut-sebut sebagai mantan Biarawati.  Hmmm...perlu diperjelas disini ya, bahwa Irena Handoyo tak pernah mengaku sebagai mantan biarawati. Dia adalah calon Biarawati yang sekolah di sekplah kesusteran di Bandung.  Soal sebutan mantan biarawati itu entah datang dari mana, gak tau deh. BERIKUT KISAH IRENA HANDOYO YANG MENEMUKAN CAHAYA ISLAM SuaraNetizen.com – Saya lahir dari keluarga Katolik yang taat, 45 tahun yang lalu di Surabaya, Jawa Timur. Nama asli saya Han Hoo Lie, tapi biasa dipanggil Ireni. Sejak kecil saya sudah mendalami agama. Ketika SD saya ikut privat agama di biara, dan itu berlangsung hingga saya SMP kelas dua. Mungkin, lantaran sering bergaul dengan para suster di biara itu, dalam diri saya timbul keinginan untuk menjadi seorang suster (biarawati). Dalam pandangan say...

Ulama Ini Mengkhatamkan Al Quran 8000x Di Liang Kuburnya Sendiri, Subhanalallah

Gambar
SuaraNetizen . com - [FOTO]: Seorang Ulama Turki, Sayyidi Maula Hussein Sisemi sedang membaca al-Quran di liang lahat yang beliau persiapkan untuknya kelak. Apa yang dilakukan oleh Sayyidi Maula Hussein Sisemi mengingatkan kita pada sebuah kisah tentang Habib Musthofa al-Muhdhor 'alaihi rohmatulloh... Tatkala Habib Musthofa mendengar kisah Robiatul 'Adawiyah, seorang wali dan wanita sholehah yang menggali lubang kuburnya sendiri, lalu mengaji tiap hari di dalamnya hingga khotam sampai 7000x al-Quran, Maka sejak mengetahui hikayat tersebut, Habib Musthofa tak mau kalah, beliau pun membaca al-Quran sampai khotam 8000x dalam lubang kuburnya sebelum beliau wafat, Ketika ditanya, "mengapa kau sampai 8000 ya habib?". Beliau menjawab, "bagaimana aku mau kalah dengan wanita, kalau wanita saja bisa 7000x, aku mesti lebih, maka ku khotamkan 8000x" Subhanalloh! Pesan al-Maghfurlah Habibana Munzir bin Fuad al-Musawa: "Jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Quran,...

Indahnya Kematian H Jamhuri, Wafat Saat Bersujud Memimpin Salat Jumat

Gambar
SuaraNetizen.com - H Jamhuri yang berpulang saat memimpin salat Jumat di Masjid Baitutthaharah, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kaltim Dengan pelan dan sangat lembut, ia menempelkan dahinya ke ujung sajadah. Suara masjid pun seketika itu pula hening. Situasi itu sempat terjadi 90 detik atau sekitar satu setengah menit. Ternyata pemimpin Salat Jumat pun berpulang saat bersujud di rakaat awal. --------- TERIK  mentari yang cukup menyengat, tak menyurutkan niat H Jamhuri melangkahkan kakinya ke Masjid Baitutthaharah, kemarin (6/1) siang. Lantaran jarak antara rumahnya dan masjid kurang dari 1 kilometer, penceramah ini memilih berjalan kaki menuju tempat ibadah di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur itu.  Mengenakan baju gamis cokelat panjang, serban putih yang diselempangkan di bahu dan kopiah putih sederhana, pria bertubuh ceking ini melangkah pasti melaksanakan kewajibannya ...

Kisah Nabi Muhammad Titip Salam Pada Kyai Kholil Bangkalan Untuk Kyai Khozin Buduran-sidoarjo

Gambar
KISAH TITIP SALAMNYA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW Untuk KYAI KHOZIN BUDURAN-SIDOARJO SuaraNetizen.com - Salah seorang waliyulloh yang terkenal keramat, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan-Madura, suatu kali menunaikan ibadah haji. Beberapa saat ketika beliau singgah di Madinah hendak berziaroh kemakam Rosululloh di Ar-Roudhoh, beliau berjumpa dengan Nabi SAW. . Ketika itu beliau terlihat mesra sekali bercengkrama dengan Nabi, hingga sebelum berpisah, Nabi mengatakan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan bahwasannya kalau Syaikhona kembali ketanah air supaya menyampaikan salamnya Nabi kepada Khozin dari Buduran-Sidoarjo. . Begitulah, selepas kapal yang ditumpangi Kyai Kholil sandar di pelabuhan Kota Surabaya ( sekarang Tanjung Perak ), beliau tidak langsung menuju Bangkalan-Madura, akan tetapi langsung menuju Buduran-Sidoarjo mencari orang yang bernama Khozin sebagaimana yang disarankan Nabi SAW kepadanya. . Begitu sampai di Buduran, beliau menanyai beberapa orang yang dijumpainya, menanyakan ...

Ketika Kiai Diprotes Karena Punya Mobil Mewah Ratusan Juta, Tak Disangka Jawaban Sang Kiai Begini

Gambar
SuaraNetizen.com - Alkisah seorang ulama kharismatik di daerahnya—sebut saja Kiai Iman—membeli sebuah mobil mewah seharga hampir 500 juta rupiah. Padahal, di rumahnya sudah ada mobil yang juga cukup mahal, kira-kira 200-an juta rupiah. Dipakailah mobil mewat itu untuk mudik Lebaran sebagaimana lazimnya para perantau. Suatu ketika seorang tamu datang ke kediaman Kiai Iman untuk bersilaturahim dan halal bihahal dengannya. Melihat dua mobil mewah terparkir di depan rumah, si tamu pun tak betah menahan tanya. "Mohon maaf, Kiai, itu mobil mewah punya Kiai? "Ya, itu mobil saya. Kenapa? Tanya balik Kiai Iman. "Enggak apa-apa, Kiai. Ngomong-ngomong harganya berapa, kok keren banget?” Si tamu makin  kepo . Kiai pun menjawab, "Ah itu mobil murah, cuma 475 juta.” Mendengar jawaban sang kiai tamu pun tercengang. Mungkin benaknya memberontak, tak percaya dengan apa yang dilihatnya: mana mungkin seorang kiai yang kesibukanya mengajar di pesantren mampu membeli mobil dengan harga ...

Dua Kisah Calon Ahli Neraka yang akhirnya Masuk Surga

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam al-Ghazali bertutur tentang dua kisah mengenai harapan akan ampunan ilahi dalam kitab Ihya. Izinkan saya kisahkan ulang di sini.  Yahya bin Aktsam yang sudah wafat hadir dalam mimpi sahabatnya. Ditanyakan bagaimana keadaannya. Yahya berkata: “Tuhan menyebutkan semua dosaku“. Yahya ketakutan dan berkata: “Bukankah ada riwayat bahwa Engkau seperti dugaan hambaMu? Dan aku berbaik sangka Engkau tak akan menghukumku“. Yahya bacakan sanad riwayat tersebut di depan Tuhan. Tuhan membenarkan ucapannya. Dan karena berbaik sangka padaNya itulah maka Yahya diampuni. Ana ‘inda zhanni abdi bi (Aku sebagaimana persangkaan hambaKu saja). Marilah kita berprasangka baik bahwa Allah akan ampuni dosa-dosa kita. Sebesar apapun dosa kita, berbaiksangkalah Allah akan ampuni. Jangan putus asa dari rahmat dan kasih sayangNya. Kisah kedua yang dituturkan Imam al-Ghazali tentang harapan akan ampunan ilahi. Ada orang dari Bani Israil yang dimasukkan neraka selama 1000 tahun Dia te...

Ustadz Modern vs Kyai Kampung, Cukup dengan Termos Kyai Kampung Menyadarkan Ustadz Modern

Gambar
SuaraNetizen.com - Ada seorang Ustadz Modern (UM) yang gerah melihat amalan warga kampung yang dipimpin seorang Kyai Kampung (KK) Akhirnya Ustadz Modern mendatangi Kyai Kampung. Setelah ucapkan salam, maka terjadilah dialog: UM: Sudahlah Kyai tinggalkan kitab-kitab kuning (turats) itu, karena itu hanya karangan ulama kok. Kembali saja kepada al-Quran dan Hadits ” Mendapat pertanyaan, Kyai Kampung tak langsung mereaksi. Sang KK mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi. Malah KK itu menyuruh anaknya mengambil termos berisi kopi dan gelas. Kemudian mempersilahkan minum. Tamu itupun menuangkan kopi ke dalam gelas. Lalu KK bertanya dengan santainya: “Kok tidak langsung diminum dari termos saja. Mengapa dituang ke gelas dulu?” Kemudian UM menjawab: ” Ya... ini agar lebih mudah minumnya too kyai..! Akhirnya KK memberi penjelasan: ” Itulah jawabannya, mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Quran dan Hadits. Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu’tabar, ibara...

Kisah Raja yang Bermimpi Diperintah Nabi Muhammad Untuk Bebaskan Pembunuh

Gambar
SuaraNetizen .com - Ada seorang raja yang suatu malam mimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam. Dalam mimpi tersebut, Nabi berkata, "bebaskan pembunuh itu," hingga tiga kali. Setelah sang Raja bangun, ia langsung pergi ke penjara memerintahkan para tentara mendata orang-orang yang baru saja membunuh. Setelah ditemukan, pembunuh itu dipanggil untuk menghadap, lalu Raja menginterogasinya. "Kamu membunuh?" Tanya raja . "Iya, saya semalam telah membunuh beberapa orang," jawabnya. Ia melanjutkan cerita dan kronologi pembunuhan, "saya ini adalah pemabuk, pemain wanita dan juga tukang judi. Ketika saya bermain judi, saya menang. Aturannya, orang yang pertama menang dalam judi, akan memakai paling dulu jasa wanita yang dijadikan sebagai taruhan judi. "Kemarin itu Raja, wanita yang dijadikan taruhan wajahnya sangat cantik, tidak seperti biasanya. Ketika saya sudah berada di dalam kamar bersamanya, saat melakukan hal yang Allah haramk...

Mbah Kholil, Orang Arab, dan Macan Tutul

Gambar
SuaraNetizen.com - Alkisah, seseorang berkebangsaan Arab berkunjung ke Pesantren Kedemangan, Bangkalan, Jawa Timur. Masyarakat Madura menyebutnya habib. Kala itu, Syaikhona KH Muhammad Kholil sedang memimpin jamaah sembahyang maghrib bersama para santrinya. Usai menunaikan shalat, Mbah Kholil pun menemui para tamunya, termasuk orang Arab ini. Dalam pembicaraan, tamu barunya ini menyampaikan sebuah teguran, “Tuan, bacaan al-Fatihah Antum (Anda) kurang fasih.” Rupanya, sebagai orang Arab, ia merasa berwenang mengoreksi bacaan shalat Mbah Kholil. Setelah berbasa-basi sejenak, Mbah Kholil mempersilakan tamu Arab itu mengambil wudhu untuk melaksanakan sembahyang maghrib. “Silakan ambil wudhu di sana,” ucapnya sambil menunjuk arah tempat wudhu di sebelah masjid. Baru saja selesai wudhu, si orang Arab tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seekor macan tutul. Dengan bahasa Arab yang fasih, ia berteriak dengan maksud mengusir si macan. Kefasihan bahasa Arabnya tak memberi pengaruh apa-apa. Bin...

Jangan Menilai Orang Hanya Dari Sampulnya.

Gambar
JANGAN MENILAI ORANG HANYA DARI SAMPULNYA. Dalam suatu kereta ekonomi non-AC Jurusan Boyolali  yg lumayan panas, Seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak2an dengan penumpang lain. Sesaat kemudian, ia membuka tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding smartphone umumnya. Ia memang sedang ada chat penting dengan para donatur. Chat tentang dana untuk membantu para korban kebanjiran. Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka? Seorang nenek2 membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer2an.' Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi ga banget deh sama gayanya. Kenapa ga naik AC kalau mau pamer begituan?' Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?' Seorang pemuka agama melirik, 'Andai dia belajar i...

Kisah Kerakusan Umat Nabi Isa

Gambar
SuaraNetizen . com - Suatu hari Nabi Isa berjalan dengan seorang sahabatnya yang baru ia kenal. Keduanya menelusuri tepi sungai dan membawa tiga kerat roti. Untuk Nabi Isa sekerat roti, sekerat lagi untuk sahabat barunya sedangkan tersisa sekerat yang lain.  Setelah makan Nabi Isa pergi ke sungai untuk minum. Sekembalinya dari sungai, Nabi Isa mendapati roti yang sekerat lagi sudah tidak ada. Ketika beliau bertanya kepada sahabatnya, sang sahabat mengaku tidak tahu. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan.  Sesampai di sebuah hutan, keduanya duduk untuk beristirahat. Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil, kemudian beliau berkata: "Jadilah emas dengan izin Allah." Tiba-tiba kerikil itu pun berubah menjadi emas. Kemudian Nabi Isa membagi emas tersebut menjadi tiga bagian. "Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini untuk orang yang mengambil roti."   Spontan sahabat itu menjawab, "Akulah yang mengambil roti itu." Nabi Isa kemudian berkat...

Kisah Santri yang Menguji Kewalian Seorang Gus Dur

Gambar
SuaraNetizen.com - Dalam sebuah forum Gusdurian, seorang santri asal pesantren Ploso Kediri mengaku kepada Allisa Wahid, putri Gus Dur, bahwa ia pernah menguji kewalian Gus Dur. Santri yang memiliki sikap kritis ini mengisahkan, suatu hari ia datang ke Jakarta untuk suatu keperluan. Hajatnya di Jakarta pun berjalan baik, sayangnya ada masalah baru, yaitu kehabisan uang saku untuk kembali ke Kediri. Ia pun berfikir untuk menemui KH Said Aqil Siroj di Ciganjur Jakarta Selatan untuk menyampaikan persoalannya ini, tetapi sesampai disana ternyata Kang Said sedang pergi. "Wah bisa gawat ini kalau sampai ngak bisa pulang,“ pikiranya dalam hati. Ia pun terdiam, berusaha mencari solusi lain bagaimana agar bisa pulang ke Pesantren. Tiba-tiba terbersit pikirannya, “Mengapa ngak bersilaturrahmi ke Gus Dur di rumah sebelah. Katanya orang-orang, beliau kan wali, coba saja ah, diuji sekalian, benar apa ngak dia seorang wali, mumpung lagi dekat” Ia pun segera memutar langkahnya menuju rumah Gus ...

Kisah Prajurit Kopassus Titipkan Anak Pada Guru Sebelum Berangkat Perang, Ini Baru Prajurit Keren

Gambar
Gladi resik HUT TNI ke-68. ©2013 Merdeka.com/imam buhori SuaraNetizen.com -  Akhir akhir ini beberapa guru diadili karena menghukum muridnya. Orang tua murid yang tak terima melaporkan guru yang menghukum anaknya. Padahal seringkali justru muridlah yang melanggar aturan sekolah. Ada kisah menarik bagaimana dulu orang tua murid sangat mempercayai guru untuk mendidik anak mereka. Guru dianggap pengganti saat ayah tak ada. Berikut kisahnya seperti yang dikutip dari merdeka.com . Anta (70) seorang pensiunan prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD kini disebut Kopassus TNI AD), menceritakan dulu tentara sangat menghormati guru.  Saat itu para prajurit baret merah nyaris tak pernah berada di rumah. Mereka harus terus pergi ke medan perang atau menjalani latihan.  Dalam setiap operasi RPKAD selalu diterjunkan paling dulu. Anta merasakan operasi melawan DI/TII, PRRI/Permesta, Dwikora hingga penumpasan G30S PKI.  "Pada guru kami titip anak-anak kami. Pak, mohon di...

Kisah Sunan Kudus Larang Umat Islam Makan Sapi untuk Hormati Orang Hindu, Yang terjadi selanjutnya mengejutkan

Gambar
SuaraNetizen.com, Jakarta - Suatu ketika, pria bernama lengkap Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan itu mengikat sapi di halaman Masjid Menara. Hal itu pun memancing perhatian umat Hindu di Kudus. Apa yang akan disampaikan Sunan Kudus? Sepotong fragmen itu dikutip dari buku Kudus dan Islam: Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Industri Wisata Ziarah karya Sri Indrahti. "Setelah orang-orang Hindu datang ke halaman masjid, Sunan Kudus mengucapkan salam bahagia dan selamat datang lalu kemudian berceramah, berdakwah, dan saling berdialog," tulis Sri dalam bukunya yang didapat dari laman Undip.ac.id dan dikutip Liputan6.com , Jumat 1 Juli 2016. Saat itu, Sunan Kudus mengumumkan kepada seluruh warga Kudus untuk tidak menyembelih dan memakan daging sapi. Tujuannya, menurut Sri, adalah untuk menghormati para pemeluk agama Hindu. Efek dari sikap menghormati ini justru membuatbpara pemeluk hindu tertarik dengan islam.  "Dengan  metode  seperti  itu, akhirnya sebagian besar pemeluk agama Hi...

Ketika Awan Jelmaan Malaikat Menaungi Pembaca Al Quran

Gambar
   Salah seorang sahabat Nabi yang bersuara merdu) membaca surat Al-Baqarah. Kudanya yang ia ikat tidak jauh darinya tiba-tiba melonjak gelisah. Ketika ia berhenti membaca, kuda itu tenang kembali. Tatkala ia melanjutkan bacaannya, kuda itu terlihat gelisah kembali. Begitu seterusnya. Kemudian ia berhenti membaca karena khawatir atas anaknya, Yahya, yang berdiri di dekat kuda itu cedera. Ketika ia pergi membawa anaknya itu, ia mendongak ke angkasa.  Esok paginya ia memberitahukan hal itu kepada Nabishallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, "Bacalah, wahai Ibnu Khudhair! Bacalah, wahai Ibnu Khudhair!" Usaid bin Khudhair menjawab, "Ya Rasulullah! Anakku berada di dekat kuda itu dan aku khawatir kuda itu mencederainya. Maka, kubawa ia, lalu kudongakkan kepalaku ke langit dan kulihat awan bergumpal di langit seperti lampu-lampu, kemudian aku pun segera pergi." Nabi saw bersabda, "Tahukah kamu apa yang telah terjadi?" "Tidak," jawab Usaid bin Khu...

Kisah Seekor Wedus Sujud Pada Nabi Muhammad Dan Tunduk Pada Habib Luthfi

Gambar
1. Seekor Kambing (wedus) Sujud pada Rasulullah sholallohu alaihi wasallam. Ketika Rasulullah Saw. hijrah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq Ra., terlihat seekor kambing bersujud kepada Rasulullah Saw. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq Ra. pun ikut bersujud kepada Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw. menarik pundak sahabat Abu Bakar dan berkata, “Wahai Abu Bakar, jangan engkau bersujud kepadaku." Maka Abu Bakar Ra. berkata, “Wahai Rasulullah, kami lebih berhak bersujud kepadamu daripada hewan karena kami adalah ummatmu dan hewan bukanlah ummatmu." Ketahuilah bahwa sujud adalah ungkapan ta’dzim (memuliakan). Di zaman Nabi Yusuf As. dijelaskan bahwa saudara-saudara Nabi Yusuf bersujud kepada Nabi Yusuf dan kepada ayahnya. Maka sujud adalah suatu penghormatan dan bukanlah hal yang syirik. Namun Rasulullah Saw. melarang ummatnya untuk bersujud kepada beliau atau kepada ummat sesama, dan menjadikan sujud hanya kepada Allah. Sedangkan di masa ummat-ummat terdahulu ada sujud yang dimaksudkan un...

Kisah Kualatnya Dua Orang yang Menghina Sayyidina Abu Bakar dan Umar

Gambar
SuaraNetizen.com - Saat sedang duduk-duduk bersama, Rasulullah SAW dikagetkan dengan hadirnya seorang sahabat yang berlumuran darah pada sebagian kakinya. Spontan Nabi menanyakan penyebab keadaan yang beliau saksikan. “Mengapa betismu berdarah?” “Ya, Rasulullah, baru saja aku melewati anjing milik seorang perempuan munafik. Anjing itu menggigit betisku,” kata sahabat ini. Rasulullah lantas memintanya beristirahat untuk memulihkan rasa sakit akibat anjing itu. Sejurus kemudian, muncul sahabat lain datang kepada Nabi dengan kondisi yang sama. Betisnya mengalirkan darah. Sahabat yang kedua ini juga menceritakan penyebab serupa atas kondisi yang menimpanya. “Mari kita pergi menemui anjing itu!” Nabi berencana membunuh anjing buas tersebut agar tidak membahayakan lebih banyak orang lagi. Para sahabat berdiri dengan sebuah pedang di tangan masing-masing. Ketika berjumpa anjing yang dimaksud, pedang pun terhunus dan siap menebas tubuhnya. Namun, anjing yang hendak menemui ajalnya ini tiba-ti...