Surat Terbuka Politisi Gerindra untuk Jokowi ini bikin Geleng-geleng Netizen
SuaraNetizen.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyayangkan sikap represif kepolisian yang terus memeriksa peserta dan pendukung Aksi Bela Islam 2 Desember 2016. Ia menduga kepolisian salah menafsirkan arahan Presiden Jokowi agar semua pihak menjaga kesejukan.
Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, Senin (26/12/2016), mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti itu menyayangkan pemanggilan beberapa tokoh umat Islam asal Sumatera Barat oleh Polda Metro Jaya. Salah satunya adalah Angga Vircansa Chairul yang dipanggil 28 Desember mendatang.
Angga merupakan pengelola bus legendaris dari Ranah Minang, PO NPM Mananti. Ia dipanggil terkait kasus dugaan makar sebagaimana tertuang dalam Surat Panggilan Nomor S.Pgl./23174/XII/Ditreskrimum.
Berikut Surat Terbuka Andre yang juga tokoh muda Minang tersebut :
Pak Presiden yang kami hormati,
Ijinkanlah kami kembali menyampaikan surat terbuka kepada Presiden. Surat yang menjadi aspirasi dan keluhan sebagian rakyat dan umat Islam khususnya yang merasakan perlakuan sepihak kepolisian. Kenapa umat Islam yang mengikuti dan mendukung Aksi 212 terus dipanggil polisi? Dihubung-hubungkan dengan isu makar?
Semua tahu, Aksi Bela Islam III atau Aksi 212 berjalan damai, sejuk, sebagaimana harapan seluruh rakyat Indonesia. Umat Islam menyampaikan aspirasi agar penegakan hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama dilakukan secara berkeadilan. Kenapa tiba-tiba Polri begitu aktif memanggil peserta dan pendukung Aksi 212?
Pak Presiden yang kami hormati,
Apa yang dilakukan polisi ini berbeda sekali dengan pernyataan dan arahan yang bapak sampaikan. Yang menghimbau semua pihak menjaga kesejukan, menahan diri dan menghormati sesama meski berbeda pendapat. Umat Islam sudah berlaku santun, itu dibuktikan dengan 7 juta orang yang tumpah dalam Aksi Super Damai. Umat Islam menunjukkan diri taat konstitusi.
Kepada Presiden sekalipun. Meski dianggap atau terkesan membela Pak Ahok, umat Islam tetap memberikan kesempatan Bapak untuk menyampaikan orasinya dalam Aksi 212. Tidak ada sedikitpun niat umat Islam melakukan makar terhadap Presiden.
Pak Presiden yang kami hormati,
Tercatat dalam tinta emas sejarah, umat Islam berada di garda terdepan merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Mustahil umat Islam menggadaikan semua itu, melainkan semata menyampaikan aspirasi agar keadilan senantiasa ditegakkan. Tidak perlu diragukan komitmen umat Islam.
Umat Islam menyadari sepenuhnya, makar atau penggulingan pemerintahan yang sah adalah inkonstitusional. Presiden tidak perlu khawatir, asalkan Bapak bekerja sungguh-sungguh bekerja, membangun dan mensejahterakan, rakyat pasti berada dibelakang. Sikap represif polisi dengan menangkap aktivis, tokoh dan mereka yang ikut dan mendukung Aksi 212, justru mencoreng pemerintahan Bapak.
Pak Presiden yang kami hormati,
Sikap represif kepolisian yang terus dan terus memanggil umat Islam hanya akan membangkitkan perlawanan rakyat, perlawanan umat Islam. Sikap represif ini mengingatkan kegelapan rezim Orde Baru. Jangan sampai rezim sekarang dicap sebagai rezim Neo Orba karena ulah kepolisian. Hentikanlah sikap represif kepolisian. Kembalilah Pak Presiden, fokus bekerja memperbaiki ekonomi, membangun dan mensejahterakan rakyat.
Pak Presiden yang kami hormati,
Kami berharap Bapak sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan memberikan teguran ke Polri agar menghentikan aksi pemanggilan peserta dan pendukung Aksi 212. Tanpa bermaksud menggurui, tapi ini juga demi kebaikan pemerintah dan kebaikan bangsa Indonesia yang kami cintai.
Senin, 26 Desember 2016
Salam
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade
Surat terbuka dari wasekjen Gerindra ini mendapat berbagai tanggapan dari netizen:
Beras Ketan: Jgn mengatasnamakan seluruh umat islam bro..., klo ngerasa gak salah ngapain takut bro??? Bravo POLRI...lanjutkan pak??? Tangkap bila perlu yg telah meresahkan umat beragama pak.
Edi Riyanto: Gak salah gak usah takut..tpi mohon jangan bw nama umat islam...masa agama di buat tameng.
William Hosea: Bukan umat islam yg di panggil tapi individunya yg berbalik di belakangnya. Agama hanya mengajarkan kasih. Mausianya yang kurang ajar.
Pitrie: Aku geleng-geleng aja, kok bahasa gini "terus dan terus memanggil umat Islam", kayak pengen membuat opini dan membenturkan pemerintah dgn umat islam. Emang berapa sih yg dipangil polisi, jutaan? Hehehe cuma beberapa biji doang.
Jay: Ya namanya klo dipanggil/diundang ya dtg aja sbg warganegara yg baik ikut partisipasi dalam penegakan hukum di negara ini. Jgn ketakutan sprt itu lantas dgn mengesankan sprt menuduh dan mengancam pemerintahan. Bukti kan jk kalian warga negara yg baik di negeri ini !!
Mas Madya: Di panggil polisi aja takut...emg punya salah ea...klo gk punya ea hadepin aja...takut tuch karena salah....polisi tuch mungkin saja cma klarifikasi...di panggil polisi aja sampe mohon" president.... kesan nya cemen tau.....

Komentar
Posting Komentar