Postingan

Menampilkan postingan dengan label Natal

Erdogan Ucapkan Selamat Natal bagi Umat Kristen Turki dan Dunia, Begini Harapannya

Gambar
SuaraNetizen.com, ANKA RA  - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (24/12/2016) malam, memberikan ucapan selamat hari Natal untuk umat Kristen Turki dan Dunia. "Saya mengucapkan selamat Natal untuk warga Kristen Turki dan umat Kristen di seluruh dunia," kata Erdogan. "Saya berharap peringatan Natal yang dirayakan umat Kristen dari berbagai sekte, tradisi, dan gereja akan memberi kontribusi bagi pengembangan solidaritas masyarakat," tambah Erdogan. Lewat pernyataan resmi yang dirilis lewat situs resmi kepresidenan Turki, Erdogan menambahkan, kedamaian yang terjaga selama ratusan tahun di kawasan Anatolia adalah buah dari rasa saling menghormati. "Perdamaian ini adalah hasil dari kemampuan kami menghargai perbedaan sebagai kekayaan, yang memunculkan rasa saling menghormati dan cinta sebagai sebuah prinsip," lanjut Erdogan. "Kami tidak melakukan diskriminasi berdasarkan agama, bahasa, dan ras rakyat negeri ini," Erdogan menegaskan. Erdogan mena...

Gereja di Nabire Hangus dilalap Api, Begini Pengakuan Jemaat Gereja

Gambar
Baru Ditinggalkan Pengurus Gereja Pukul 01.30 Wit, Selang 30 Menit Kemudian Gereja St. Antonius Wonorejo Habis Dilalap Api    SuaraNetizen . com - (Gereja Katolik St. Antonius Wonorejo Nabire) Kebakaran yang terjadi di 2 tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan, cukup mengagetkan warga Nabire. Penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui, namun dugaan saat ini, kebakaran terjadi karena arus pendek. Dua lokasi kebakaran tersebut yaitu di Asrama Polisi Kotalama dan Gereja Antonius Wonorejo Nabire. Salah seorang warga jemaat Gereja Antonius Wonorejo Nabire, Yanuarius, mengatakan, rombongan majelis gereja antonius baru saja meninggalkan gereja pada pukul 01.00 wit, selang sejam kemudian gereja terbakar.   (Aspol Kotalama Nabire) Dirinya menyesalkan lambannya penanganan petugas pemadam kebakaran di Nabire setiap terjadi kebakaran. Harus terbakar dulu sampai habis baru petugas tiba di lokasi. Dalam kejadian kebakaran di 2 lokasi baik Asrama Polisi Kotalama dan Gereja Ant...

Jemaat Katedral Berterima Kasih pada Pengurus Istiqlal

Gambar
SuaraNetizen.com - Suasana saling menghormati dan saling menghargai antar umat beragama sangat terasa pada perayaan malam Natal di sekitar Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Saat umat Kristiani akan melakukan doa bersama pada misa malam Natal di Gereja Katedral, Sabtu malam, 24 Desember 2016. Seperti tahun sebelumnya, pengurus Masjid Istiqlal menyediakan lahan parkir untuk ribuan umat Kristiani yang akan ke Gereja Katedral. Martin (30), salah satu jemaat mengucapkan terima kasih kepada umat Muslim di seluruh Indonesia, khususnya pengurus Masjid Istiqlal yang telah membantu memberikan lahan parkir kepada jemaat Gereja Katedral. Menurutnya, potret ini adalah salah satu bentuk toleransi umat beragama yang ada di Indonesia. Sehingga ia berharap, suasana kerukunan antarumat beragama di Indonesia dapat terus dijaga. "Dari tahun ke tahun memang selalu seperti itu (Istiqlal menyediakan lahan parkir untuk jemaat Katedral),  toleransi di Indonesia memang harus tetap dijaga, " kata...

Kenakan Baju Koko dan Kopiah, Ratusan Muslim di Ambon Jaga Perayaan Natal

Gambar
SuaraNetizen.com, AMBON -  Ratusan pemuda Muslim dari berbagai organisasi keagamaan ikut membantu aparat keamanan dalam mengamankan sejumlah gereja di Kota Ambonsaat perayaan ibadah Natal, Sabtu (24/12/2016) malam. Berdasarkan pantauan  Kompas.com  di sejumlah gereja, mereka tak hanya mengamankan jalannya ibadah Natal, tetapi ikut mengatur arus lalu lintas di jalan yang dilalui para jemaah. Hal yang menarik, saat membantu pengamanan, para pemuda Muslim ini mengenakan baju koko dan kopiah. Sejumlah gereja yang dijaga para pemuda Muslim ini tersebar di beberapa titik, di antaranya Gereja Marantha di Jalan Pattimura, gereja Silo di kawasan Tugu Trikora, Gereja Rehoboth, dan Gereja Katedral. Dari hasil pantauan, para pemuda Muslim yang ikut menjaga dan mengamankan ibadah Natal di sejumlah gereja itu berasal dari remaja masjid, Gerakan Pemuda Islam (GPI) Maluku, dan pemuda Anshor. Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Maluku Zulkifli Les...

Heboh Lafal Allah Di Ornamen Natal Hotel Novita, Tiga Wartawan Diperiksa Polisi

Gambar
SuaraNetizen .com – Kapolresta Jambi, Kombes Bernard Sibarani, mengatakan bahwa pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang wartawan yang meliput penistaan agama di Hotel Novita. “Ada tiga wartawan, kita mintai keterangan, dari semalam sampai saat ini secara meraton masih kita minta keterangan,” kata Bernard saat di Konfirmasi KabarJambi.net di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (24/12/2016). Ia berjanji akan segera melepas ketiganya, lantaran aturan HAM. Dijelaskannya, kalau saja pihaknya melakukan pemeriksaan lebih dari 24 jam tentu sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Karena mereka belum tersangka, nanti kita kembalikan kalau sudah selesai, tergantung dengan penyidiknya, ya,” pungkas Bernard.(kabarjambi.net)

FPI: Kalau Ada Yang Mengganggu Hari Raya Natal, Kami Akan Ikut Mengamankan

Gambar
SuaraNetizen .com  – Sekjen Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin mengaku tidak menerjunkan secara langsung anggotanya untuk mengamankan perayaan Natal di Jakarta. “Dari kami secara khusus tidak (terjun langsung),” jelasnya, Sabtu (24/12/2016). Namun demikian, pihaknya akan tetap mengawal dan membantu mengamankan ibadah yang dilakukan umat Nasrani tersebut. “Jika memang ada saudara kita yang beragama lain diganggu hari besarnya, diganggu hari rayanya, kami umat Islam juga FPI akan ikut mengamankan, kalau memang ada yang terganggu,” jelasnya Seperti diketahui, jelang malam perayaan Natal kali ini, ribuan personel dari aparat kepolisian diterjunkan untuk mengamankan beberapa gereja yang ada di Jakarta. Bahkan malam ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana turut melakukan giat safari di beberapa gereja di Jakarta. (Kriminalitas. com /SN)

Gubernur Jambi Zumi Zola Marah dengan Ornamen Natal Di Hotel Novita: Ini Sangat Tidak Bijaksana Sekali

Gambar
SuaraNetizen.com , JAMBI  – Terkait lafal Allah pada salah satu miniatur natal, yang menghebohkan pengunjung Novita Hotel, malam ini (23/12). Gubernur Jambi Zumi Zola, mendapat informasi tersebut, langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Pemandangan itu mencuri perhatian pengunjung hotel karena dinilai janggal dan tidak lazim dilakukan. Pantauan jambiupdate.co, kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jambi itu ke Novita Hotel Jambi, sekitar pukul 20.30WIB. “Saya pasti pasti akan tegur keras hotel ini. Merayakan Natal silakan, tetapi lakukan  denga cara yang bertanggung jawab,” tegas Zola kepada awak media. “Sensitive dan bijaksanalah dalam melakukan sesuatu. Yang dilakukan ini sangat tidak bijaksana sekali,” tuturnya.  ( Jambionline /SN)

Lihat Nih Debat Sengit Iptu Ali dengan Pimpinan FPI yang Hendak Masuk Swalayan di Sragen

Gambar
Sragen  - Ada yang menarik perhatian saat Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso mencegah massa Ormas Front Pembela Islam (FPI) yang hendak masuk ke dalam swalayan terkait pemeriksaan atribut Natal, Rabu (21/12) kemarin. Seorang anak buahnya tidak kalah tegas mendebat Ketua DPC FPI Sragen Mala Kunaifi. Siapa dia? Peristiwa ini terjadi di depan swalayan Mitra Sragen, Jalan Raya Sukowati No 156c, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (21/12) kemarin. Videonya diunggah akun Sukowati Channel di Youtube, Kamis (22/12/2016). Di video nampak Ketua DPC FPI Sragen Mala Kunaifi dan sejumlah anggotanya hendak masuk ke dalam swalayan. Mereka berencana melakukan pemeriksaan atribut Natal terkait Fatwa MUI Nomor 56 tahun 2016 yang mengharamkan umat Islam menggunakan atribut keagamaan nonmuslim. Foto: Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso mencegah FPI Sragen masuk ke swalayan untuk melakukan pemeriksaan terkait atribut Natal (Youtube/Sukowati Channel) Namun aksi Mala dan para anggotanya dicegah belasan anggota Po...

MUI Sesalkan Tindakan FPI Lakukan Sweeping Atribut Natal di Surabaya

Gambar
SuaraNetizen .com  – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, menyayangkan aksi sweeping yang dilakukan  Front Pembela Islam (FPI) di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya. Aksi itu dilakukan FPI untuk mengimbau manajemen mal supaya tak memaksa karyawan muslim memakai atribut natal, sebagaimana fatwa haram MUI. "Kita sangat menyayangkan, harusnya tidak perlu melakukan tindakan itu, cukup melaporkan saja," kata Ma'ruf di Jakarta Pusat, Senin, 19 Desember 2016. Karenanya, ia menegaskan, aksi yang dilakukan oleh FPI itu tak perlu dilakukan. Menurutnya, jika menemukan adanya pemaksaan untuk memakai atribut-atribut natal cukup dilaporkan. "Tidak perlu ada aksi-aksi yang demikian. Cukup melaporkan bahwa ada tekanan, ada paksaan menggunakan atribut natal. Jadi bagi mereka ormas Islam, cukup melaporkan itu kepada pihak berwajib, jangan melakukan tindakan sendiri atau sweeping," ujar Ma'ruf. Laporan itu, menurut Ma'ruf, bisa disampaikan ...

Komunitas Muslim Inggris Sumbang 10 Ton Makanan Bagi Tunawisma yang Rayakan Natal

Gambar
SuaraNetizen.com, LONDON  - Komunitas Muslim di London, Inggris dikabarkan telah mengumpulkan bantuan, berupa mekanan untuk disumbangkan kepada tunawisma saat perayaan Natal mendatang. Jumlah makanan yang dikumpulkan disebut mencapai 10 ton. Melansir Metro pada Minggu (18/12), bantuan itu diserahkan oleh ribuan umat Muslim pada Jumat lalu. Ribuan orang yang berkumpul paska salat Jumat berdiri di depan Masjid di timur London dan Muslim Centre di Whitechapel, London, mengantri untuk menyumbangkan makanan tersebut. "Umat Muslim terinspirasi oleh iman mereka mengenai membantu orang lain yang membutuhkan. Ini adalah kewajiban agama bagi umat Islam untuk mencoba  membantu orang lain, terlepas dari iman atau latar belakang seseorang," kata Imam besar Masjid di London timur, Syaikh Abdul Qayum. "Saat musim dingin ketika kita memiliki kemewahan berupa rumah dan makanan panas, sangat mudah untuk melupakan orang lain yang membutuhkan di sekitar kita. Sehingga dalam semangat kita me...

Sosialisasikan fatwa MUI soal atribut Natal, FPI datangi mal-mal di Surabaya, Polisi tak melarang karena...

Gambar
FPI konvoi keliling surabaya. ©2016 Merdeka.com/Moch Andriansyah SuaraNetizen.com -  Massa Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur mendatangi sejumlah mal di Kota Surabaya, Minggu (18/12). Mereka mengaku ingin sekadar menyosialisasikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: 56/2016 tentang hukum penggunaan atribut keagamaan non-muslim di mal-mal dan pusat perbelanjaan. Meski kegiatan FPU bertajuk pawai ta'aruf ini adalah aksi damai, pihak Polrestabes Surabaya tetap melakukan pengawalan ketat.  "Mereka (FPI) sudah berkoordinasi dengan kami (polisi). Kami akan mengawal ketat aksi ini agar tidak ada gesekan yang terjadi secara tiba-tiba," terang Kapolrestabes Surabaya, M Iqbal.  Perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini juga menegaskan, aksi FPI ini bukan aksi sweeping tapi ta'aruf. "Ingat ini bukan aksi sweeping, ini adalah aksi ta'aruf. Jangan menakut-nakuti warga Surabaya dengan istilah sweeping," tegas Iqbal.  Kembali mantan Kapolres Sidoarjo ini...

FPI Tegur Dealer Mobil Honda Di Bekasi Karena Paksa Karyawannya Pakai Atribut Natal

Gambar
SuaraNetizen .com  – Sekjen Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin meminta masyarakat tidak perlu heboh terkait fatwa Majelia Ulama Indonesia (MUI) atas larangan penggunaan atribut Natal. “Karena fatwa MUI soal larangan pengucapan hari Natal juga sudah ada sejak 7 Maret 1981,” ungkapnya, Sabtu (17/12/2016). Selain itu, Novel menjelaskan, adanya fatwa MUI di tahun 2005 yang menyebut sekularisme, pluralisme dan liberalisme adalah haram. “Mungkin yang baru heboh sekarang pemakaian atribut natal,” imbuhnya. Terkait fatwa MUI ini, FPI mendukung penuh pelaksanaanya. “Kami monitoring, bahkan sempat menemukan ada satu dealer mobil Honda di Bekasi yang menyuruh karyawannya pakai atribut Natal, kami bersama ustaz Heru sudah memberikan teguran untuk tidak memaksakan hal ini,” katanya. Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama MUI menggandeng para tokoh agama telah mendiskusikan fatwa MUI soal pemakaian atribut natal. Dari diskusi tersebut ditarik sebuah kesepakatan yang intinya...

MUI Larang Perusahaan Paksa Karyawan Pakai Atribut Natal, Walubi: Ikuti Saja, Kalau Melawan, Pengusaha Bisa Bermasalah

Gambar
SuaraNetizen .com  – Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) meminta kepada para pengusaha untuk menuruti imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar para pekerja tak memakai atribut Natal. Menurut Koordinator Majelis Agama Buddha Rusli Tan, keputusan itu harus ditanggapi secara bijak. “Ya mau bagaimanapun mereka (MUI) kan mayoritas. Kami sebagai minoritas ikut sajalah,” kata Rusli kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (17/12/2016). Rusli mengatakan, dengan menuruti aturan MUI, pengusaha juga akan terhindar dari konflik. “Isu agama ini kan sangat sensitif. Kalau melawan (imbauan MUI), saya khawatir malah menimbulkan masalah untuk pengusaha itu,” ujarnya. Menurut Rusli, imbauan MUI itu sebetulnya tak perlu dilakukan lantaran kebijakan memakai atribut Natal itu tak akan merugikan siapa pun. Namun karena ini sudah peraturan ya sebaiknya diikuti saja. (Kriminalitas/SuaraNetizen)

Rohaniwan Katolik, Romo Benny Susetyo: Atribut Santa Claus Dan Pohon Natal Bukan Ajaran Agama Kristen

Gambar
SuaraNetizen .com  – Rohaniwan Katolik, Romo Benny Susetyo menyebut, atribut Natal tidak ada di dalam ajaran Kristiani. Menurutnya, di dalam Alkitab pun tak pernah disebutkan soal atribut tersebut. “Natal ya Natal. Kalau soal atribut seperti Santa Claus dan pohon Natal itu hanya tradisi masyarakat, bukan bagian dari ajaran agama,” kata Benny kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (17/12/2016). Benny sendiri tak setuju jika atribut Natal diidentikkan dengan agama Kristen. Menurutnya terserah saja atribut tersebut mau dipakai atau tidak. “Kalau menurut saya itu bukan simbol agama. Hanya pernak-pernik biasa saja,” tuturnya. Meski begitu, dia enggan mengomentari kebijakan Majelis Ulama Indonesia yang menyebut kalau atribut Natal itu bagian dari ajaran Kristiani. “Nanti bisa menimbulkan perdebatan. Kami hormati saja,” tutupnya. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa baru mengenai penggunaan atribut keagamaan nonmuslim. Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 ini menyatakan haram hu...

Polisi Akan Tindak Tegas Ormas yang Sweeping Terkait Penggunaan Atribut Natal

Gambar
SuaraNetizen .com  - Polda Metro Jaya mengingatkan kepada ormas untuk tidak melakukan sweeping ke toko-toko yang pegawainya mengenakan atribut natal, sesuai fatwa MUI bernomor 56 Tahun 2016. Polisi akan menindak tegas ormas yang melakukan sweeping tersebut. "Polisi akan melakukan tindakan tegas kepada ormas atau siapapun yang melakukan tindakan main hakim sendiri dan sweeping, kita tindak sesuai peraturan yang berlaku," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/12/2016). Sebaliknya, Suntana juga mengingatkan kepada pengusaha-pengusaha untuk tidak memaksakan kepada karyawannya yang beragama Islam untuk mengenakan atribut nonmuslim. Pihak perusahaan diminta untuk menghormati fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut. Bagi pengusaha yang melakukan pemaksaan terhadap karyawan muslimnya, maka pihak kepolisian akan melakukan penindakan secara persuasif. "Tadi disampaikan dalam poin tertentu, pemerintah dalam hal ini insta...

Polri Dukung Fatwa MUI Soal Atribut Keagamaan Non Muslim, Perusahaan Dilarang Memaksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal

Gambar
SuaraNetizen .com -  Sekjen MUI Jakarta, Robi Nurhadi, bertemu dengan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana, Jumat (16/12/2016). Mereka menyepakati fatwa soal penggunaan atribut non-muslim. Fatwa itu adalah fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016 yang disepakati bersama kepolisian ke dalam tujuh poin. Pertama adalah terbitnya fatwa MUI No 56 Tahun 2016 itu tanggal 14 Desember 2016 tentang hukum menggunakan atribut non-Muslim perlu dihormati bersama. Kedua, instansi terkait agar dapat menyosialisasikan maksud dari fatwa tersebut.  Ketiga, memberikan pemahaman kepada para pengelola mal, hotel, usaha hiburan, tempat rekreasi, restoran, dan perusahaan agar tidak memaksakan karyawan atau karyawati muslim untuk menggunakan atribut non-muslim. Keempat, semua pihak mencegah adanya tindakan main hakim sendiri atau  sweeping , baik ormas keagamaan, ormas kedaerahan, dan ormas kepemudaan. Polri diminta untuk melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan aksi  sweeping  ...