Postingan

Menampilkan postingan dengan label Denny Siregar

Cara Jokowi Membunuh HTI dengan Hantu Kambing Bernama PKI

Gambar
SuaraNetizen.com - Saya sempat bertanya-tanya kok akhir-akhir ini marak pemberitaan soal PKI ya, padahal PKI kan udah lama mati? Kok tiba-tiba muncul lagi?  Salah satu contohnya, kasus bocah yang kedapatan pake kaos berlogo palu arit tersebut di Jakarta kemarin.   Ilustrasi Ada apa ini? Apa PKI sudah hidup kembali setelah mati beberapa dekade? Kenapa pemerintah diam saja?  Hmmmm... Untuk menjelaskan hal ini sepertinya saya langsung berkiblat kepada analisis  Bang Denny Siregar, melalui akun facebooknya , beliau menulis, kalau pemerintah nggak sebodoh itu, diam saja tanpa ada tindakan. Pemerintah sengaja membuat sekenario untuk menghajar ormas yang menolak ideologi Pancasila, makanya pemberitaan PKI dibangkitkan kembali...Wow!!! Lho kenapa harus PKI? Apa hubungannya?  Mari kita bedah sebentar saja.. silahkan diminum kopinya. Salah satu kesulitan pemerintah dalam memberantas ormas-ormas berpaham radikal itu karena kebanyakan mereka mengatas namakan agama...

Please, Jangan Mundur Pak Kepala BPK...

Gambar
PLEASE, JANGAN MUNDUR PAK KEPALA BPK...     Oleh : Denny Siregar Bapak Kepala BPK yang terhormat, Jangan mundur pak... Jangan pernah. Mundur bukan budaya kita. Budaya kita adalah bertahan. Mempertahankan jabatan. Mereka yang teriak2 mundur itu sesungguhnya tidak paham, betapa sulitnya jabatan itu diraih. Harus nyogok sana sini, jilat sini sana, sikut kanan kiri. Trus ketika semua usaha itu menghasilkan jabatan tertinggi, disuruh mundur ?? Nehi ya, nehi !! *sambil joget2 di tiang listrik* Lalu, siapa yang bisa kembalikan semua investasi itu ? Kalian ? Kalian yang menyuruh mundur ? Wong kalian cuman bisa teriak, tapi gak memberikan solusi. Lalu bagaimana nasib istri dan anak2 kami ? Mereka sudah terbiasa dengan semua kemewahan ini. Biasa belanja di singapura, kencing di jepang, ngadem di kanada dan selfi di Italia. Bagaimana kalian bisa menjamin kami tetap bisa seperti itu ? Anak kami pun sudah naik mobil. Rumah mereka sudah siap dengan halaman yang luas. Sekolah mereka harus in...