Politisi Gerindra Minta Kapolri Tito Mundur Jika Gagal Buktikan Adanya Upaya Makar


SuaraNetizen.com, JAKARTA - Aparat kepolisian menangkap sejumlah tokoh dan aktivis dengan tuduhan makar. Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta berani bersikap jika tidak mampu membuktikan tuduhannya terhadap para tokoh dan aktivis tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan Tito Karnavian harus berhati-hati dalam memimpin institusi kepolisian. Menurutnya, sikap polisi menangkapi para tokoh dan aktivis bisa memengaruhi nasib Korps Bhayangkara ke depannya.

"Jika Polisi tidak bisa membuktikan adanya upaya makar dari kelompok aktivis, maka taruhannya adalah nama Polri sendiri. Saya rasa Kapolri harus mundur nantinya," ujar Arief melalui telepon, Jumat (9/12/2016)
Menurutnya data intelijen yang dipakai dalam menindaklanjuti tuduhan makar terhadap para tokoh dan aktivis itu masih lemah. Alasannya, syarat utama makar harus ada keterlibatan militer, keinginan menggantikan ideologi Negara, memiliki banyak pengikut dan rapatnya selalu bersifat tertutup. 

"Nah ini mereka mau makar masa buat rapat terbuka dan mengundang wartawan," ucapnya. 

Total tokoh dan aktivis yang ditangkap polisi dengan tuduhan makar berjumlah 12 orang. Delapan di antaranya sudah dilepaskan, namun tetap berstatus tersangka.

Empat orang lainnya masih ditahan polisi. Mereka adalah, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal dan Hatta Taliwang. (SindoNews)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilik dan Penggagas Kafe Jamban ternyata Seorang Dokter, Gini Awal Mula Munculnya

Anies-Sandi Janjikan Subsidi 80 Persen Air Bersih Bagi warga DKI

BJ Habibie Tulis Surat Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Zulfiqar Ali, ini alasannya