Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Sindir SBY, Antasari: Daripada Cuit-cuit Bilang Negara Kacau, Mending Pak SBY Bantu Bongkar Kasus Saya

Gambar
SuaraNetizen .com  — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, menanggapi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang melalui akun Twitter-nya mengeluhkan kondisi negara. SBY menyebut bahwa juru fitnah dan penyebar  hoax  tengah menguasai negeri. Antasari mengatakan, daripada melakukan posting  yang berisi keluhan, lebih baik jika SBY membantu mengungkap kasusnya. "Seharusnya, kalau Pak SBY  cuit-cuitan , bantu bongkar kasus saya. Siapa pelaku sesungguhnya?" kata Antasari seusai menghadiri pergelaran teater kebangsaan "Tripikala" di Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (23/1/2017). Antasari merupakan terpidana kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. Ia divonis 18 tahun pada tahun 2009, saat SBY menjabat presiden. "Daripada beliau  cuit-cuit  di Twitter bilang negara ini kacau,  wong  enggak kacau kok. Kalau kacau, enggak ada yang bisa terlaksana,  mending ...

Cuitan Anas Urbaningrum: Ya Allah, Jauhkan Pemimpin kami dari JARKONI, iso ngajar ra iso nglakoni

Gambar
SuaraNetizen .com  - Cuitan akun twitter @anasurbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Twitter mendadak ramai ditanggapi netizen. Dengan tanda bintang bertuliskan admin, pengelola akun tersebut mengunggah foto tulisan tangan Anas. Tulisan berbahasa jawa itu berisikan tujuh poin falsafah jawa yakni : 1. Ya Allah, bimbing para pemimpin kami untuk  "ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani" . Kalimat tersebut merupakan falsafah jawa yan artinya, memohon bimbingan agar pemimpin jika di depan memberi suri tauladan, jika di tengah pemimpin membaur dengan rakyatnya untuk menyemangati, dan jika di belakang pemimpin memberi dorongan motovasi yang kuat kepada rakyatnya. 2. Ya Allah, jangan sampai terjadi  "mestine dadi tuntuntan malah dadi tontonan" . Artinya jangan sampai yang mestinya menjadi tuntunan malah jadi tontonan rakyat karena perbuatan yang tak semestinya. 3. Ya Allah, jauhkan kami dari pekerti  "ono ngarep ...

Sindir SBY, Politikus Nasdem: Meski difitnah, diganggu, digoyang sana sini, Jokowi tetap tegar

Gambar
SuaraNetizen.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencuit di Twitter tentang persoalan bangsa terkini hyang belakangan menjadi kegelisahan di masyarakat luas. Namun politisi NasDem berpendapat lain, Dia menilai, itu cuma curhatan SBY. Dia menilai sosok SBY berbeda dengan Presiden Joko Widodo yang tidak pernah curhat dan menunjukkan kemarahan pada oknum yang memfitnah dan mengganggunya. "Meski difitnah, diganggu, digoyang sana sini, beliau tetap tegar," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani melalui pesan singkat, Minggu (22/1/2017) Irma menilai masyarakat saat ini sudah mengetahui pihak yang tulus membantu rakyat dan mendukung pemerintahan yang sah. Menurutnya, saat ini harus dibuktikan oleh semua pihak adalah ketulusan bersama membangun Indonesia. "Bukan sekedar curhat atau pencitraan semata, ayo kita tunjuk kan rasa persatuan dan kesatuan diatas kepentingan politik, mari kita minimize politik praktis dan belajar menggunakan politik etis dalam bernegara,...

Terkait Cuitan SBY, Eks Politikus Demokrat: Saya Makin Heran dan Malu, Mantan Presiden kok Begitu

Gambar
SuaraNetizen.com - Cuitan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang seakan menyidir Presiden Joko Widodo (Jokowi) disesalkan banyak pihak. Salah satunya oleh mantan politikus Partai Demokrat Tri Dianto. Ia menilai ocehan SBY itu tidak mencerminkan sikap seorang negarawan. Menurut dia, lewat cuitan itu, SBY berusaha mencitrakan sebagai pihak yang lemah dan dizalimi. Kemudian seolah-olah berpihak kepada rakyat merupakan strategi lama SBY. Kata Tri, rakyat sudah cukup paham dengan permainan SBY. "Sebagai mantan kadernya Pak SBY, saya makin heran dan malu. Kok mantan Presiden begitu," sesal Tri, Sabtu (21/1). Karenanya, pernyataan SBY lewat akun Twitter itu perlu diberikan penjelasan, sehingga tidak menimbulkan polemik. "Kan sekarang yang sedang berkuasa adalah Pak Jokowi. Kenapa dibilang bahwa juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa? Biar tidak jadi fitnah dan sumber konflik baru," kata Tri.(Jp/SN)

Begini Isi Surat Tantangan Debat Terbuka Bonie Hargens Untuk Rizieq Shihab Tentang Pancasila

Gambar
SuaraNetizen.com - Usai mencermati sikap pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq tentang Pancasila, pengamat politik Bonie Hargens tertarik untuk menggali lebih dalam pemikiran Rizieq. Bonie menantang Rizieq debat terbuka tentang Pancasila dan kaitannya dengan NKRI. Sikap Rizieq yang membuat Bonie tertantang untuk debat terbuka ialah ketika mengomentari keberatan Rizieq atas pidato Megawati Soekarnoputri pada waktu ulang tahun PDI Perjuangan, baru-baru ini. Selain itu, juga karena tesis Rizieq yang dipertahankan di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, tentang Pancasila dan pengaruhnya terhadap syariah Islam tahun 2012. Bonie berasumsi Rizieq punya konsep Pancasila dalam bentuk lain. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan kabar apakah Rizieq bersedia menerima tantangan Bonie. Berikut ini adalah isi lengkap surat undangan Bonie kepada Rizieq untuk debat terbuka. Kepada Yth, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Dr. Al Habib Muhammad Rizieq Hussein Shihab Lc. MA. DPMSS. di te...

Politikus Golkar, Ucapan Kapolri Masuk Kategori Penghinaan terhadap Ulama

Gambar
SuaraNetizen.com - Pernyataan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang menyebut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat mengancam keamanan negara dianggap blunder. Bahkan menurut politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, pernyataan Tito masuk kategori penghinaan terhadap ulama dan umat Islam. "Sangatlah tidak pantas Tito yang juga seorang muslim mengeluarkan pernyataan seperti itu," kata dia seperti dimuat Kantor Berita Poltik RMOL(Jumat, 20/1). Dalam catatan Doli, Tito merupakan kapolri pertama sejak 1965 yang berani berhadapan langsung dengan ulama secara terbuka. "Seingat saya setelah tahun 1965, baru kali ini ada kapolri dan rezim pemerintahan yang berhadapan dengan ulama dan MUI secara terbuka," pungkasnya. (RMOL/SN)

Rizieq Shihab: Andai Saya Menginjak Semut, Mungkin akan Dilaporkan Juga

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membantah tudingan yang menyebut gerakan umat Islam anti Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena dalam ajaran Islam, setiap umat dperintahkan untuk mencintai negara, bangsa dan rakyatnya. "Jadi muslim pasti nasionalis. Karena itu tak benar gerakan Islam sebagaimana difitnahkan anti NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Semua itu fitnah yang harus dilawan bersama," ujar saat jadi pembicara pada dialog yang digelar Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) dan Dewan Harian 45 di Gedung Juang 45, Jakarta, Jumat (20/1). Sayangnya menurut Rizieq, penguasa saat ini terkesan termakan fitnah tersebut. Bahkan seolah-olah tengah mencari-cari kesalahan para ulama dan tokoh nasional yang ingin mengembalikan Indonesia sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa. "Kondisi kita, dihadapkan pada mesin penguasa, selalu dicari celah dan kesalahan. Bukan membuka dialog, tapi c...

Usai SBY "Curhat" Di Twitter, Roy Suryo Minta Masyarakat Introspeksi Diri

Gambar
SuaraNetizen .com  — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan kicauan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter @SBYudhoyono. SBY berkicau soal keprihatinan terkait merebaknya fitnah dan kabar bohong belakangan ini. "Saya kira kicauan beliau itu yang sangat singkat dan padat, sudah paripurna, sudah dipikirkan dalam-dalam dari beliau, dan tidak perlu ditafsirkan lagi," kata Roy saat dihubungi, Jumat (20/1/2017). Menanggapi isi kicauan SBY, Roy berharap agar masyarakat Indonesia introspeksi diri. Menurut dia, SBY tentu memiliki bukti yang kuat sebelum mengeluarkan pernyataan di media sosial. "Saya sarankan setelah baca itu mari kita doakan bangsa ini bersama-sama dan mari kita jadikan ini introspeksi," kata dia. Melalui akun Twitter-nya, SBY mengunggah  tweet  curhatan kepada Tuhan. Pada akhir  tweet , tertulis *SBY* atau tanda bahwa  tweet  ditulis langsung oleh SBY. " Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fit...

SBY: Ya Allah Negara Kok Jadi Begini, Penyebar Hoax Berkuasa

Gambar
SuaraNetizen .com  - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono gusar akan kondisi negara saat ini. Lewat Twitter, SBY mengaku heran atas maraknya berita  hoax . "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar 'hoax' berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," kata SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Jumat (20/1/2017).  Tanda *SBY* di ujung  tweet  menandakan bahwa  tweet  tersebut ditulis oleh SBY sendiri. Ini merupakan  tweet  pertama bertanda *SBY* pada 2017. Terkait berita  hoax , Presiden Joko Widodo sudah pernah melakukan rapat terbatas membahas antisipasi perkembangan media sosial. Jokowi ingin mengevaluasi media daring ( online ) yang kerap membuat berita bohong ( hoax ) dan cenderung provokatif. "Kita harus evaluasi media  online  yang sengaja memproduksi berita bohong, tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif, mengandung fitnah," kata Jokowi saat membuka rapa...

Prabowo Turun Gunung, Amien Rais: Saya Juga Turun Gunung

Gambar
SuaraNetizen .com  - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya akan terus menemani kampanye pasangan calon Anies-Sandiaga di Jakarta. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pembina PAN menyambut positif hal tersebut. Dirinya mendukung penuh keterlibatan Prabowo di Pilkada DKI Jakarta. "Saya dukung penuh Pak Prabowo 'turun gunung'," ujarnya saat ditemui usai acara Tabligh Akbar di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Minggu (15/1/2017) Dia juga mengaku akan ikut turun dalam pilkada Jakarta kali ini. "Ini saya juga turun gunung," lanjutnya. Diketahui bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berjanji untuk ikut 'turun gunung' untuk mengkampanyekan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta. Menurut Prabowo, Pilkada Jakarta menjadi bagian penting dari tujuan dan kerja Partai Gerindra. Lantaran Jakarta sekarang ini membutuhkan pemimpin baru. "Kondisi negara dan bangsa membutuhkan pemimpin baru, pemimpin yang punya integritas, kapasitas, kompetensi, ahlak y...

Surat Terbuka untuk BEM SI dari Mantan Mahasiswa 98 yg ikut lengserkan Suharto: Anaknya Jokowi saja jualan martabak...

Gambar
SuaraNetizen .com -  Seorang mahasiswa era tahun 1998, Ferry Putera menulis Surat Terbuka kepada para adik-adiknya mahasiswa pasca demonstrasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia, Kamis (12/1/2017) yang lalu. Menurut Ferry, permasalahan yang mereka hadapai pada tahun 1998 itu jauh berbeda dengan masalah yang sekarang ini. “Yang kami lengserkan saat itu adalah sebuah rezim totaliter yg sangat korup, dan menindas”, tulis Ferry melalui media sosial facebooknya. Berikut isi surat lengkap yang ditulis oleh Ferry tersebut: Kepada Para Adinda Mahasiswa Tahun 1998 lalu kami kakak kalian tampil heroik menjatuhkan Soeharto. Mengapa ? Sebab Yg kami lengserkan saat itu adalah sebuah rezim totaliter yg sangat korup, dan menindas. Tapi Presiden yang sekarang? Di zaman sekarang, kekuasaan telah terdistribusi secara efektif sehingga tidak mungkin seorang penguasa bisa berkuasa tanpa batas. Apalagi Jokowi sang presiden tidak ada sedikitpun terindikasi melakukan KK...

Gerindra Nilai Pidato Megawati adalah Penistaan yang Menusuk Akidah Uamt Islam

Gambar
SuaraNetizen.com - Politikus Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafi’i mengatakan, pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri pada perayaan HUT PDIP ke-44 telah menghina semua hal yang terkait dengan Islam dan merupakan penistaan yang sangat menusuk iman Islam. Dia pun meminta Megawati untuk mempertanggungjawabkan isi pidatonya tersebut karena telah menghina Allah, Al Quran, Nabi Muhammad adan umat Islam. “Pidato itu terutama yang dia katakan jika firman Allah itu adalah ramalan adalah penistaan yang sangat menusuk akidah umat Islam dan harus dipertanggungjawabkan. Megawati telah menghina iman Islam karena salah satu bunyi rukum iman percaya pada hari akhir dan kalau tidak percaya hari akhir maka dia bukan Islam,” ujar Muhammad Syafi’i di gedung DPR, Kamis (12/1/2017), Firman Allah mengenai akhirat dan sebagainya menurut Pria yang kerap disapa Romo ini adalah berita dari Allah dan bukanlah sebuah ramalan seperti yang dikatakan Megawati. ”Kalau memang dia tidak percaya maka lebih bai...

Habib Rizieq Sesalkan Pidato Megawati Di Hut PDIP Soal Ideologi Tertutup yang Bisa Timbulkan Konflik Horisontal

Gambar
SuaraNetizen .com  - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menanggapi pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat HUT ke-44 PDIP. Rizieq menilai Megawati mencoba menghadapkan Islam dengan Pancasila. "Saya sesalkan mendengarkan salah satu pimpinan parpol yang menyinggung ideologi tertutup yang mencoba menghadapkan agama Islam dan Pancasila. Ini kami sesalkan," ujar Rizieq saat audiensi dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017). Rizieq menegaskan tidak ada yang perlu diperdebatkan antara Pancasila dengan agama Islam. Rizieq sendiri menyesali ucapan Megawati. "Kalau diucapkan orang di luar agama Islam, kami tidak ingin menanggapi. Tapi kalau Islam, ini jadi persoalan serius. Ini termasuk rukun iman. Sesuatu yang harus diimani kepastiannya karena itu informasi Alquran yang datang dari Allah SWT," tutur Rizieq. Rizieq khawatir pernyataan Megawati dapat memicu konflik horizontal. Dia menganggap hal itu bisa membahayakan UUD Nega...

Golkar Tolak Wacana Semua Parpol Bisa Usung Capres Sendiri-sendiri

Gambar
SuaraNetuzen .com  - Partai Golkar tidak sepakat dengan wacana penghapusan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold. Menurut Ketua DPP Golkar, Rambe Kamarul Zaman, usulan itu tidak bisa diberlakukan. "Itu bagaimana kalau dia O persen itu (partai baru) belum ketahuan," ujar Rambe di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017). Mantan ketua komisi II itu menyebut hal itu tidak bisa diberlakukan. Apalagi jika pilihan legislatif (pileg) dan pilihan presiden (pilpres) dilakukan serentak. "Di UUD kita kan disebutkan pencalonan presiden itu adalah sebelum pemilu dilakukan. Kalau pemilu yang dilakukan itu adalah pileg dan pilpres sama serentak maka yang berlaku ya tidak 0 persen," kata dia. Tak hanya itu pencalonan presiden biasanya mengacu pemilu sebelumnya. Sementara landasan yang digunakan pilpres sebelumnya tidak menggunakan dasar 0 persen. "Iya karena itu pencalonan dilakukan sebelum pemilu, yang mencalonkan si...

Fadli Zon: Demi keadilan Ahok itu harus ditahan!

Gambar
SuaraNetizen.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai tak ada alasan lagi bagi terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak segera ditahan. Mengingat, gubernur non aktif DKI Jakarta itu sudah menjalani sidang kelima di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. “Seharusnya kalau sudah terdakwa ya harusnya ditahan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ditahan,” ujar Fadli di Jakarta, Rabu (11/1). Menurutnya, perbedaan perlakuan hukum tersebut menimbulkan kesan Ahok diistimewakan. Apalagi, dalam beberapa kali sidang wartawan dilarang meliput dan dijaga ketat oleh aparat. “Rakyat kita menilai, dan ini sudah di era informasi yang sangat terbuka. Jangan sampai nanti ada perlakuan istimewa, jangan sampai ada perlakuan berbeda,” jelas Politikus Partai Gerindra ini. Untuk itu, kata Fadli, agar memenuhi rasa keadilan di masyarakat maka Ahok harus segera ditahan. Sama seperti terdakwa dalam kasus lainnya. “Demi keadilan Ahok itu harus ditahan!” cetusnya. (Aktual)

Ininih Beda Nasib Dua Putri Bung Karno Di Hari Selasa

Gambar
SuaraNetizen.com - PDI Perjuangan menggelar perayaan hari jadinya yang ke-44 di JakartaConvention Center, Selasa (10/1). Megawati Soekarnoputri tampak bangga menyaksikan partai berlambang kepala banteng ini tengah jaya. Tampak hadir Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dan nyaris seluruh menteri. Begitu pula para kepala daerah dan pimpinan partai koalisi. "Merdeka, merdeka, merdeka," teriak Megawati diikuti gemuruh suara kadernya. Mega menyerahkan potongan tumpeng pertama untuk Jokowi, dan potongan kedua untuk JK. Dalam pidato politiknya, Mega menyampaikan pesan pada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. PDIP siap menjaga pemerintahan yang sah. Kader-kader PDIP siap mengamankan pemerintahan Jokowi-JK di tengah berhembusnya isu makar. "Kalau ada yang mau macam-macam, pak presiden, pak wapres, panggil saja kita," kata Mega disambut tepuk tangan para kader partai dan tamu undangan. Presiden Jokowi mengapresiasi pernyataan Megawati ingin melawan pihak-pihak yang hen...

Pesan Bung Karno, Megawati: Kalau Jadi Islam, Jangan Jadi Orang Arab

Gambar
SuaraNetizen .com  - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan Presiden Pertama Indonesia Soekarno. Soekarno menyampaikan pesan tentang nasionalisme. Megawati mengingatkan bahwa semua kader PDI Perjuangan tetap menjadi orang Indonesia yang mencintai budaya Nusantara. Bukan meniru budaya bangsa lain. "Bung Karno menegaskan sangat jelas, 'kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," ujar Megawati dalam pidato politiknya di HUT PDI Perjuangan ke 44, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017). Megawati mengatakan bahwa Indonesia diakui sebagai negara demokratis. Namun demokrasi yang dianut dengan Pancasila sebagai "the way of life bangsa", telah secara tegas mematrikan nilai-nilai filosofis ideologis agar tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa. Kata Meg...

Waketum Gerindra Akui Ada Kemungkinan Jokowi Dipasangkan Dengan Prabowo Untuk Pilpres 2019, kamu setuju Jokowi berpasangan dgn Prabowo?

Gambar
SuaraNetizen .com  - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengakui bahwa peluang Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dalam Pemilihan Presiden 2019 bisa saja terjadi. Meski demikian, Partai Gerindra belum terburu-buru untuk memutuskan hal itu. "Memang dalam politik itu dinamis. Segala hal bisa saja terjadi. Tapi sampai kini, posisi kita masih tetap mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dalam Pilpres 2019," kata Ferry dalam wawancara dengan Suara.com di Jakarta, Senin (9/1/2017). Mengenai peluang Jokowi berpasangan dengan Prabowo sebagai Capres-Cawapres 2019, Ferry menegaskan Partai Gerindra akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. "Kita akan lihat dulu apakah popularitas dan elektabilitas Jokowi masih tetap tinggi seperti sekarang. Kalau nanti trennya justru menurun, tentu akan kami pertimbangkan sebelum memutuskan," ujar Ferry. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan Mar...

Mega: Pak Presiden Kalau Ada yang Macam-macam, Anak Buah Saya Ada

Gambar
SuaraNetizen.com   - Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi partai sebagai penjaga stabilitas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mega menjamin partainya akan terus menyokong suksesnya pemerintahan Jokowi-JK. "PDIP selalu ikut dan berdiri kokoh menjaga jalannnya pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres JK sebagai suatu pemerintahan yang terpilih secara konstitusional melalui pemilu," ujar Megawati dalam pidato perayaan ulang tahun ke-44 PDIP di Assembly Hall JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017). Di hadapan Jokowi dan JK, yang hadir dalam perayaan HUT PDIP, Megawati menjamin kesiapan partainya tetap menjaga pemerintahan berjalan.  "Jadi kalau ada yang mau macam-macam, Bapak Presiden, Pak Wapres, panggil saja kita. Kalau ada yang mau macam-macam, anak buah saya sudah ada loh, Bapak," tutur Mega disambut riuh tepuk tangan dan teriakan para pengurus dan kader PDIP.  "Anak-anak saya ini nakal, Bapak Presiden, ...

Prabowo: Anak Proklamator Kok Makar?

Gambar
SuaraNetizen .com  – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam Rapat Akbar ribuan kader Gerindra DKI Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Januari 2017. Rapat akbar juga dihadiri oleh pasangan calon gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Selain itu juga terlihat para petinggi partai Gerindra, termasuk Rachmawati Soekarnoputri. Dalam sambutan awalnya, Prabowo sempat menyinggung soal kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati. Prabowo masih ragu jika Rachmawati benar-benar melakukan makar. "Saya kira, anak Proklamator kok (dituduh) makar?" kata Prabowo. Walaupun demikian, Prabowo mengaku menghormati proses hukum yang masih berlangsung di kepolisian. "Tapi marilah kita hormati semua proses dengan baik," lanjut Prabowo. Kemudian dia juga menyampaikan Gerindra tidak akan menggunakan jalan makar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebaliknya Gerindra kata dia akan menggunakan Undang-Undang Dasar sebagai landasannya. "Makar tidak ...