Postingan

Menampilkan postingan dengan label Radikal

Imam Besar Masjid Istiqlal: Ajaran Menghalalkan Kekerasan untuk Memajukan Islam, Wajib Ditolak

Gambar
SuaraNetizen.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin mengatakan, kelompok teroris sebenarnya menyandera Islam dan berusaha mengubah wajah Islam menjadi anarkis serta bernuansa terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin.  Mustasyar PBNU ini melanjutkan bahwa salahnya kelompok teroris terletak pada keinginan menyulap dan memaksakan manusia menjadi malaikat tanpa dosa dan kesalahan. Bid’ah itu adalah ingin membuat Islam melampaui Islam itu sendiri.  “Apapun yang menghalalkan kekerasan dalam memajukan Islam, maka itu wajib ditolak,” tuturnya pada pertemuan para dai yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui mitra kerjanya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Rabu (20/4), di Jakarta. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini, Sekretaris Utama BNPT RI Mayjend TNI R Gautama Wiranegara memaparkan bahwa yang bertanggung jawab dalam aksi terorisme adalah mereka yang memiliki paham radik...

Terjangkit Virus Radikal, Guru Ini Larang Murid Hormat Bendera, akhirnya hak mengajarnya dicabut

Gambar
SuaraNetizen.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, membebastugaskan atau mencabut hak mengajar SS, seorang guru dengan status pegawai negeri sipil di sebuah sekolah dasar, karena melarang muridnya menghormat pada bendera. “Oknum guru itu langsung kita tarik ke kantor unit pelayanan tehnis di dinas pendidikan, yakni di Kecamatan Banyuputih. Sebagai bentuk sanksi SS saat ini dilarang mengajar dan kami tugaskan menjadi staf UPTD,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Situbondo Fathorrahman di Situbondo, Sabtu (23/1/2016). SS diketahui melarang muridnya hormat kepada bendera Merah Putih saat upacara bendera setiap Senin serta juga mengajarkan muridnya agar tidak bersalaman atau sungkem kepada orang tua mereka. Kepala Dinas Pendidikan Situbondo mendapat laporan ulah oknum guru di SDN 3 Banyuputih berinisial SS itu. Pihaknya langsung memanggil oknum guru tersebut guna menindaklanjuti laporan dari UPTD, karena ulahnya sudah meresahkan guru dan para wali murid. “Oknum itu selain mel...

MUI, NU dan Muhammadiyah adalah Musuh Besar Kelompok Radikal berbasis Agama

Gambar
Tiga organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah menjadi musuh besar oleh aliran atau gerakan radikal berbasis agama.  "Ada upaya menghancurkan tiga organisasi ini oleh mereka yang menganut gerakan radikal," ungkap Ketua Komisi Fatwa Hukum dan Perundang-undangan MUI Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hilal Malarangan, di Palu, Kamis. Pakar hukum Islam IAIN Palu itu mengatakan, tiga organisasi Islam itu sangat tidak disukai penganut radikalisme berbasis agama tertentu.  Oleh karena itu, kata dia, berbagai upaya dilakukan penganut gerakan radikal untuk menghalangi dakwah tiga organisasi Islam itu di masyarakat. Salah satu upaya penganut radikalisme itu dengan mengajak masyarakat tidak mempercayai atau meyakini ajaran Islam yang disebarluaskan tiga organisasi tersebut. Menurut dia, bagi penganut radikalisme berbasis agama, ajaran agama Islam yang ditumbuhkembangkan ketiga organisasi Islam di Tanah Air itu salah. Islam sejatin...

Penganut Paham Radikal Diperkirakan Capai 10 Juta Orang

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Pengurus Syuriyah PWNU Jawa Timur, Prof Dr KH Ali Mascan Moesa, mencatat pengikut paham radikal di Indonesia saat ini mencapai 10 juta orang.    "Hasil riset menunjukkan empat persen penduduk Indonesia atau sekitar 10 juta orang sekarang memiliki pemahaman radikal," katanya, di Surabaya, Selasa.  Dia menjelaskan penelitian yang dilakukan menunjukkan hubungan agama dan negara menentukan kekerasan atas nama agama. "Kalau hubungan agama dan negara terlalu dekat maka ada dua dampak yakni agama dijadikan alat atau terjadi radikalisasi agama, tapi kalau terlalu jauh akan terjadi sekulerisasi dan liberalisasi," katanya.  Menurut mantan anggota DPR itu, liberalisasi yang menjauhkan negara dari agama justru mendorong negara menjadi bangkrut akibat banyak masyarakat terlalu rasional dan stres.  "Solusi terbaik itu kembali pada cara Nabi Muhammad SAW yang lembut atau moderat dalam memadukan antara agama dan negara dengan mengedepankan akhlak dan akidah...

Ternyata Istri Laskar Jihad Solo yg Menulis Buku Radikal Anak TK 'Bantai Kyai'

Gambar
SuaraNetizen.com - Propaganda paham radikalisme dan terorisme yang disusupkan melalui buku-buku pendidikan untuk murid Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) harus dihentikan. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus ‘bersih’ dari paham negatif seperti itu. “Dunia pendidikan apalagi anak-anak harus benar-benar bersih dari hal-hal semacam itu. Jangan ada toleransi bagi pihak-pihak yang secara sengaja atau tidak melakukan propaganda radikalisme dan terorisme dengan menyusupkannya dalam buku-buku pelajaran. Ini sangat berbahaya karena anak kecil memiliki daya ingat abadi yang terbawa sampai dewasa,” kata Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (26/01). Profesor Universitas Islam itu mengeluarkan pendapat tersebut saat mengomentari beredarnya buku anak TK yang dengan jelas mengajarkan radikalisme. Buku yang merupakan buku pelajaran membaca itu disisipi doktrin Radikalisme dengan beberapa kata yang bahkan cenderung s...