Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Inilah Perbedaan Antara Quraish Shihab dan Rizieq Shihab

Gambar
SuaraNetizen.com - Rasanya tak ada umat Islam Indonesia yang tak mengenal dua Shihab ini. Pertama, Muhammad Rizieq Shihab. Kedua, Muhammad Quraish Shihab. Antarkeduanya ada persamaan2, di samping banyak juga perbedaan2nya. Di antara persamaannya; dua2nya sama2 beretnis Arab. Sama-sama Shihab juga sehingga dua2nya dianggap sebagai keturunan Nabi SAW. Dua2nya pernah dituduh syiah. Bedanya, Shihab pertama pernah dituduh syiah lalu selesai. Sementara Shihab kedua pernah dituduh syiah lalu berlanjut hingga sekarang. Bedanya, Shihab pertama "suka", sekurangnya tak melarang orang lain menyebut dirinya "Habib". Sementara, Shihab kedua "enggan" bahkan cenderung melarang orang lain memanggil dirinya sebagai "Habib". Karena itu Shihab pertama populer dengan sebutan "Habib Rizieq". Sementara Shihab kedua tersohor dengan panggilan "Pak Quraish". Dalam mendakwahkan Islam, jika Shihab pertama mengambil jalur "konfrontasi" dan menye...

Begini Kekaguman Mahfud MD terhadap Sosok Gus Dur

Gambar
SuaraNetizen.com - Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, merupakan sosok yang dikenang sebagai pejuang hak kelompok minoritas. Kesan itulah yang menurut mantan Menteri Pertahanan di era Gus Dur, Mahfud MD, sangat ia rasakan saat berada di dekat Gus Dur. "Dan dia saya kira orang yang, tak bisa dibantah, paling toleran terhadap perbedaan," kata Mahfud saat dihubungi, Senin (26/12/2016). Gus Dur, kata Mahfud tak segan menceburkan dirinya langsung dalam upaya pembelaan hak kelompok minoritas. Bahkan, Mahfud mengungkapkan, bukan soal benar dan salah yang dijadikan alasan Gus Dur untuk membela kelompok minoritas. Menurut Gus Dur, soal benar dan salah biar diserahkan kepada proses pengadilan. Mahfud mengatakan, Gus Dur senantiasa membela kelompok minoritas karena tak ingin melihat mereka diperlakukan sewenang-wenang. "Karena itu dia ingin melindungi yang kecil. Meskipun benar yang besar jangan sewenang-wenang," ujar Mahfud. Mahfud kemudian mencontohkan saa...

Cak Nun: Semua Berkemungkinan Salah, Kecuali…

Gambar
SuaraNetizen.com - RIBUAN manusia sudah tumpah-ruah di halaman gedung tua SMAN7 Purworejo, pada kamis 9 September 2016, sekitar pukul delapan malam. Diatas karpet dan tikar, para guru, murid, wali murid dan masyarakat umum itu duduk untuk mengikuti “Tadabbur” Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. “Pentingnya Akidah, Akhlak dan Akal Sehat dalam Pendidikan,” menjadi topik bahasan di malam yang tak begitu cerah itu. Oleh:  Ahmad Naufa Khoirul Faizun Kepala Sekolah, Nikmah Nurbaity membuka dengan sambutan. Wanita yang pernah menyabet Guru Teladan Nasional itu menyampaikan maksud dan tujuan acara di Lustrum ke V SMA yang berdiri sejak 1915 tersebut. Ia ingin ada keseimbangan antara dunia dan akhirat dalam pendidikan. Selain itu, wanita yang fasih berbahasa inggris inipun menyampaikan peran SMAN7 yang memperoleh banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional. Usai Bu Ni’mah, Kiai Kanjeng dipersilakan untuk dimainkan. Mereka membuka dengan shalawat, sebelum akhirnya Cak Nun memasuki...

Cak Nun: Umat Islam Indonesia Dijadikan Gelandangan Di Negerinya Sendiri

Gambar
Prakata Sungguh miris, melihat kondisi bangsa ini, khususnya ummat islam dalam kajian dan analisa mendalam secara global. Artikel ini sengaja kami angkat kembali dari situs budayawan besar tanah air kita, sebagai bahan renungan dan introsfeksi diri, sebagai anggota masyarakat, juga sebagai ahli waris yang sah dari para pejuang pendahulu, yang duduk kini di tanah air merdeka. Tak lupa, penulis mohon maaf kepada pemilik artikel, juga para pembaca yang kurang berkenan atas sajian kami. Berikut artikel yang ditulis Muhammad Ainun Nadjib selengkapnya:  UMMAT ISLAM INDONESIA DIJADIKAN GELANDANGAN DI NEGERINYA SENDIRI Oleh: Muhammad Ainun Nadjib  Andaikan kalah di satu pertempuran ( battle ), tidak mengagetkan bagi pasukan yang bersiap menjalani peperangan ( war ) yang panjang. Rakaat pertama yang umpamanya kurang utuh, pasti mendorong rakaat-rakaat berikutnya akan menjadi lebih utuh dan khusyu. Ummat Islam Indonesia tidak memuncakkan perjuangannya pada 4 November 2016, sebab mereka ...

Buya Syafii Maarif: Sang Penentang Arus yang Berjiwa Besar

Gambar
SuaraNetizen.com - Siapa teladan hidup bangsa yang menginspirasi saya dari beberapa tokoh yang raganya telah meninggal seperti Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur)? Jawaban itu adalah: Buya Ahmad Syafii Maarif. Keteladanannya bukan karena saya beroleh kesempatan berharga telah menuliskan pandangan-pandangan saya tentang Buya Syafii yang terekam dalam otobiografi intelektualnya berjudul  Muazin Bangsa dari Makkah Darat , atau karena ia pembela hak-hak perempuan  yang selama ini saya geluti sebagaimana yang terdapat dalam banyak tulisannya. Lebih penting dari itu, beliau di mata saya adalah seorang negarawan yang tulus, jujur, dan berani menyuarakan hati nuraninya, meski ia ke gelanggang sendiri melawan arus besar, sekalipun nyawa taruhannya. Kejujuran, ketulusan dan keberanian itulah yang ia buktikan pada saat-saat sekarang ini. Di usianya yang sudah 81 tahun, ia mampu menyuarakan pemikirannya yang bening dan lantang di tengah-tengah arus massa besa...

Kata Nasehat Bijak KH Asrori Al Ishaqi yang Adem Banget

Gambar
SuaraNetizen.com - Siapa Romo KH Asrori Al Ishaqi? Beliau dikenal sebagai kiai NU yang istiqomah bergerak di bidang sosial kemasyarakatan terkait peran kyai melalui kanal thoriqoh. Beliau lahir pada tanggal 17 Agustus 1951 dan wafat pada tanggal 18 Agustus 2009 dan dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren Kedinding Lor. Kyai Asrori tak tergerus dalam gerakan kemasyarakatan di ranah politik praktis sebelum maupun pascareformasi. Jamaah thoriqoh terus dibina dan digerakkan ke tataran umat dalam konteks memberikan bekal moral spiritual kepada umat Muhammad SAW. Dari banyak isi Dawuh-Dawuh KH. Asrori Al Ishaqi Kedinding Lor yang telah dan pernah kita simak melalui pengajian atau lainnya, barangkali  terdapat beberapa wasiat atau pesan beliau RA yang hampir selalu berulang, atau sangat sering diwanti-wantikan kepada kita. Pesan-pesan itu, 7 di antaranya ialah : (1) Dalam setiap amal ibadah apapun yang kita lakukan, marilah didasari dengan selalu merasa hina (apes)di Hadapan Allah SWT....

Suku Jawa Itu Keturunan Yafits Putera Nabi Nuh Yang Tawadlu

Gambar
SuaraNetizen.com - Gus Lutvillah Aufal Marom, cucu KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang pada tahun ini mendampingi kakeknya menjalankan Ibadah Haji, berkisah tentang dawuh Mbah Moen mengenai nenek moyang masyarakat Jawa. Gus muda ahli Bahtsul Masail jebolan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri tersebut menulis dalam akun facebooknya dengan bahasa Sarang yang medhok, disadur original sesuai aslinya. "Kmren sblum ke masjid harom mbah dawuh tentang tanah jawa & keturunan nabi Nuh. "Aku nyongko nek yafits iku jowo. Mergo jowo iku tawaddlu', yafits yo tawaddlu'. Eropa sdurunge ono ishaq iku wes ono wonge. Ndue anak jenenge ya'qub(يعقوب)tegese israil, lan 'ish (عيص) sg saiki dadi romawi. Sebab erop awit biyen iku keturunan ishaq. La Nuh ndue anak jenenge Sam, Ham & yafits(سام، حام، يافث). Nek kan'an iku kafir. La nek mnurutku jowo iki teko yafits mergo jowo iku rendah diri podo karo yafits".  Dawuh blm selesai sdh d suruh makan dlu s...

Mengapa KHR As’ad Syamsul Arifin Sangat Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional?

Gambar
SuaraNetizen.com - Momen yang ditunggu-tunggu para santri akhirnya datang juga. KH Raden As'ad Syamsul Arifin (1890-1990 M) Asembagus Situbondo, Jawa Timur ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Pemberian anugerah Pahlawan Nasional tersebut berlangsung di Istana Negara Jakarta, Rabu (9/11) oleh Presiden RI Joko Widodo. “Kami, para santri beliau ikut senang dan bangga dengan penganugerahan ini,” ujar KH Abdul Moqsith Ghazali, salah seorang santri Kiai As’ad lewat keterangan tertulisnya kepada NU Online, Rabu (9/11). Menurutnya, Kiai As'ad memang pantas mendapatkan gelar ini. Beliau berperang mengusir para penjajah dari tanah air. Memimpin pasukan, keluar masuk hutan, membangun kekuatan melawan para penjajah. Para penjajah yang menguasai daerah eks keresidenan Besuki seperti Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo akhirnya bisa dipukul mundur. “Namun, pada hemat saya, Kiai As'ad layak mendapatkan gelar pahlawan bukan hanya karena ikut berperang merebut kemerdekaan, tetapi i...

KH Raden As'ad Syamsul Arifin, Sang Pejuang Tangguh NKRI dan Pengawal NU

Gambar
Kiai Raden As'ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 M/1315 H di Syi'ib Ali, Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah. Ketika As'ad kecil lahir, oleh ayahnya, bayi mungil itu langsung dipeluk untuk dibawa menuju Ka'bah. Jarak sejauh 200 meter antara Syi'ib Ali dan Ka'bah tidak menjadi halangan untuk membawa bayi ini mendekat ke pusaran suci umat muslim. Raden Ibrahim kemudian membisikkan adzan dan memberi bayi itu nama As'ad. Ketika berusia 13 tahun, As'ad kecil mondok di Banyuanyar di bawah asuhan Kiai Abdul Majid dan KH. Abdul Hamid. Pada usia 16 tahun, As'ad dikirim ayahandanya mengaji ke Makkah, tanah suci di mana ia dilahirkan. Ia belajar di Madrasah Shaulatiyyah. Selain itu, ia juga berguru kepada Sayyid Abbas al-Maliki, Syekh Hasan al-Yamani, Syekh Hasan Masyath, Syekh Bakir dan Syekh Syarif asy-Syinqithi. Ketika belajar di Makkah, As'ad bersama kawan-kawannya yang berasal dari Nusantara, di antaranya: KH. Zaini Mun'im, KH. Ahma...

Pesan Damai Habib Umar Bin Hafidz Yang Menyejukkan

Gambar
PESAN DAMAI HABIB UMAR BIN HAFIDZ Petikan Tausiyah Al 'Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Dalam Tabligh Akabr Majelis Rasulullah SAW, bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia, 31 Oktober 2016 Sebagian perkumpulan di dunia ternyata memberikan kegelapan di akhirat, membuahkan penyesalan yang dahsyat, masuk ke dalam Adzab, terhijab dari doa para Nabi, membuat orang tersebut tidak dapat datang ke Telaga Rasulullah. Wahai orang-orang yang hadir, kalian hadir untuk siapa? Kalian hadir demi siapa? Barangsiapa yang hadir di majelis ini jika dalam hatinya ada campuran niat yang kurang lurus semoga hatinya diluruskan dalam barisan orang-orang yang ikhlas. Beruntunglah karena Allah Subhanahuwata'ala memuliakan kalian yang hadir di Majelis ini. Barangsiapa yang terharamkan mendampingi para Ulama dan Auliya Allah di dunia maka terharamkan baginya mendampingi di akhirat. Fir'aun pada masanya binasa karena kesombongannya. Dia ingin mencela Nabi Musa dengan c...

Jiwa Besar Gus Dur dan Surat Sakti Lurah Gambir

Gambar
   Tahun 2001 silam, angin kencang berhembus kepada Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sampai-sampai berbagai cara dilakukan oleh lawan politiknya untuk melengserkannya dari jabatan orang nomor satu di Indonesia, termasuk kriminalisasi. Namun hingga sekarang, hukum tidak pernah bisa membuktikan bahwa Presiden Gus Dur bersalah dalam kasus yang dilemparkan oleh lawan politiknya di Parlemen. Sehingga kasus Gus Dur murni politisasi. Baik secara hukum pidana maupun tata negara, Gus Dur tidak jatuh pada kasus Bulog dan Brunei seperti yang dituduhkan parlemen. Penjatuhan Gus Dur adalah persoalan pertarungan politik dimana yang satu kalah yang satu menang. Bukan soal hukum yang satu benar, yang satu kalah. Dan Gus Dur kalah dalam pertarungan politik itu, karena dikeroyok ramai-ramai. Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur dari jabatan Presiden RI. Mundur bukan karena mengalah, tetapi Gus Dur lebih me...

Nasehat Menyejukkan Mbah Maimoen Zubair soal Geger Ahok dan Al Maidah

Gambar
KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO) Rembang – Kontroversi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok tentang Surat Almaidah ayat 51, membuat Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang KH Maimoen Zubair Angkat Bicara. Mbah Maimoen meminta seluruh umat muslim untuk tenang dan meredam amarah. Apalagi menurut ulama kharismatik tersebut, Ahok sudah meminta maaf secara terbuka di hadapan publik. Pihaknya pun meminta agar umat Islam tak lagi terpecah belah dan membesar-besarkan masalah ini. “Dia (Ahok) itu kan sudah meminta maaf, maka jangan dibesar-besarkan. Sehingga bila amarah dapat diredam maka persatuan juga bisa dijaga,” katanya. Menurut dia, terkait polemik Surat Al Maidah tersebut menurut dia, bahwa itu diserahkan ke pribadi masing-masing pemilih. Menurut dia, jika umat Islam di Jakarta tak ingin memilih Ahok karena alasan agama, tidak perlu dibesar-besarkan sehingga memicu isu SARA. “Kalau men...

Kisah Gus Dur, Luhut Panjaitan dan Ramalan Jadi Presiden

Gambar
    SuaraNetizen.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang teguh pada prinsip. Konsistensi ini terus berlangsung sejak ia mengenal pertama kali hingga Gus Dur wafat. Luhut mengaku pertemuan dengan Gus Dur dimulai ketika ia masih berpangkat letnan kolonel melalui Beni Murdani. Pada tahun 1999, Luhut yang saat itu akan diangkat menjadi duta besar bertemu di Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam obrolan sambil menunggu buka puasa kala itu, Gus Dur mengungkapkan tentang dirinya yang sebentar lagi akan jadi presiden. “Waktu itu bulan Juni pas bulan puasa, saya langsung kaget dan keceplosan mengatakan, beneran itu, Gus?” katanya dalam peringatan haul ke-6 Gus Dur yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa, Selasa (22/12), di Aula DPP PKB, Jakarta. Tentang ucapanya ini, tambah Luhut, Gus Dur langsung mengatakan bahwa dirinya belum batal puasa. Dengan seperti itu,...

Bagaimana Sunan Pandanaran Menyebarkan Islam?

Gambar
SuaraNetizen.com - Peringatan Haul Agung Sunan Pandanaran digelar di Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (14/5) lalu. Sunan Pandanaran merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Klaten, khususnya bagian selatan dan Gunung Kidul bagian utara. Berdasarkan catatan sejarah, Sunan Pandanaran atau yang juga dikenal sebagai Sunan Bayat, dulunya merupakan mantan Adipati Semarang yang kemudian menjadi murid dari Sunan Kalijaga. Beliau berjasa menyebarkan ajaran Islam dengan budaya dan pemberdayaan umat. Pendekatan budaya yang dilakukan Sunan Pandanaran, dapat dilihat dari kompleks sekitar pemakamannya, yang bangunannya seperti candi. sehingga menunjukkan bahwa beliau berdakwah dengan memadukan budaya lokal. Lalu ada falsafah “Patembayatan” yang merupakan cikal bakal nama “Bayat” yang berarti musyawarah atau gotong-royong. Selain itu dalam berdakwah ia juga memikirkan dari segi pemberdayaan umat beliau mengembangkan batik, keramik dan gerabah di Bayat dan sekitarnya. Sehingga tak heran ji...

Gus Mus: Islamnya Gus Dur adalah Islam yang full Cinta tanpa Pandang Bulu

Gambar
SuaraNetizen.com - Bagi Wakil Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang kerap disapa Gus Mus, Islamnya Gus Dur adalah Islam yang sarat dengan cinta. Karena Gus Dur menyadari semua manusia di dunia sebagai saudara. Semua manusia adalah anak-cucu Nabi Adam. “Gus Dur tidak penah membenci maupun mengucilkan sebuah golongan atau komunitas. Karena, Gus Dur melihat mereka sebagai manusia, bukan sebagai orang kafir,” kata Gus Mus pada acara hau ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Yogyakarta, Senin (16/12). Gus Mus juga menyampaikan, Gus Dur adalah sosok yang mencintai Indonesia sebagai orang Indonesia. Pemahaman Islam ini mengantarkan Gus Dur menjadi guru bangsa. Gus Dur orang yang menyadari, menghayati dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam. Inilah wujud dari hubbunnas, cinta sesama manusia. Banyak orang yang sadar atau mampu menghayati nilai Islam. Namun tidak sedikit pula yang tidak bisa mengamalkan nilai itu, tegas Gus Mus. Gus Mus tidak bisa hadir dalam acara haul di Yogyakarta. Namun pes...