Postingan

Menampilkan postingan dengan label SARA

Menyobek Al Quran, Andrew Dilaporkan ke Polisi oleh Pacarnya Sendiri

Gambar
"Manusia seperti ini sebenarnya tidak layak berada di Indonesia , mending suruh pulang ke nenek moyangnya di Beijing sekalian dgn Ahok , kl tersus seperti ini lama- lama kaya Myanmar ada pembersihan etnis..."(Fendy) SuaraNetizen .com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo memindahkan persidangan dugaan penistaan agama dengan terdakwa Andrew Handoko ke Semarang. Pemindahan lokasi sidang tersebut dengan pertimbangan faktor keamanan. "Persidangan selanjutnya akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Semarang, atas dasar permohonan kejaksaan dan kepolisian dengan mempertimbangkan faktor keamanan," ujar Ketua Majelis Hakim, Bambang Heri Mulyono dalam sidang perdana di PN Solo, Rabu (4/1). Pantauan di lapangan, persidangan perdana hanya berlangsung sekitar 10 menit. Seusai sidang, puluhan polisi membawa terdakwa menuju mobil barracuda yang telah menunggu di samping ruang sidang. Ratusan massa yang berada di luar langsung meneriakkan takbir ketika melihat terdakwa di ba...

Miniatur Natal Dinilai Melecehkan Lafal Allah, Walikota Jambi Tutup Hotel Novita

Gambar
SuaraNetizen.com - Pengunjung hotel Novita dibuat heboh. Pasalnya, ada lafaz Allah di bawah miniatur pohon natal, Jumat (23/12/2016) malam. Lafaz dalam huruf Arab itu dibuat dari butiran-butiran hiasan putih. Di atas sebidang karpet berwarna hijau, yang berbentuk mirip telapak kaki, lafaz Allah itu terlihat jelas. Miniatur pohon natal bertuliskan lafaz Allah yang berada di hotel Novita Jambi itu membuat sejumlah orang berdatangan. Kehebohan muncul karena tidak sepantasnya ada lafaz Allah dalam hiasan natal. Apalagi jika diletakkan di bawah, yang bisa menyinggung umat Islam. Menurut pengunjung, tulisan lafaz Allah itu telah ada sejak sore tadi. Namun tidak diketahui siapa pelakunya, meskipun diyakini bahwa tulisan lafaz Allah itu pasti disengaja. “Benar sudah ada dari sore tadi, saya juga tidak perhatian betul tahunya sudah ramai dikerumuni,” kata salah seorang pengunjung Hotel Novita seperti dikutip  Jambiupdate . Pihak kepolisian yang mendapat laporan kemudian bertindak sigap mend...

Inilah Cuitan Kontroversial Produser Metro TV, dari Mesum hingga Sebut Umat Islam Otak Udang Dongo

Gambar
SuaraNetizen .com – Akhir-akhir ini, seorang perempuan yang disebutkan berprofesi sebagai jurnalis dan produser di Metro TV, Janes C. Simangunsong, menjadi pembicaran netizen dan viral di media sosial lantaran cuitannya yang kasar, mesum dan menyasar FPI (Front Pembela Islam). Salah satu cuitan Janes C. Simangunsong yang kasar itu misalnya menyebutkan bahwa FPI=Fanatik Pen*s dan It*l. Setiap ada bau2begituan, disatronin..*penciumannya tajam*. Cuitan Janes itu ditulis sekitar 7 tahun yang lalu atau tepatnya 28 September 2010 ketika Janes disebutkan belum bekerja di Metro TV. Cuitan Janes C. Simangunsong tak berhenti sampai di situ, cuitan kasar dan bernada provokatif pun dituliskan istri dari Ivand Adilyan Anugrah tersebut manakala menanggapi aksi super damai 212. “ngakak lihat aksi 212 orang2 primitif pada ngumpul di Monas. 50 ribu dibilang jutaan. Yg kayak begini boikot metrotv ? ga ngefek keles..,” tulis Janes dalam akun Twitter miliknya. Rupanya, tak hanya cuitan bernada kasar saja...

Ahli Bahasa: Ceramah Habib Rizieq Dan Pidato Ahok Soal Surat Al Maidah Beda, Ini Penjelasannya

Gambar
SuaraNetizen.com - Ahli Bahasa, Andhika Dutha Bachari menilai ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq soal surat Al-Maidah jelas berbeda dengan pernyataan Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu. Pasalnya, ceramah Habib Rizieq yang belakangan viral di media sosial dinilai sama seperti pernyataan Ahok soal surat Al-Maidah ayat 51, sehingga banyak netizen yang kemudian menyebut hal tersebut seperti senjata makan tuan. “Habib Rizieq dalam hal tersebut menjelaskan dalam konteks keibadahan dan sabdah rosul, itu jelas sangat berbeda, bukan melakukan koreksi seperti apa yang diucapkan Ahok,” tegas Andhika di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016). Lebih lanjut, menurutnya saat ini ada pihak-pihak yang kemudian berupaya mengaburkan permasalahan utama yakni dugaan penistaan agama oleh Ahok. “Yang dilakukan oleh Ahok adalah penistaan Agama, kita harus bisa membedakan bahasa dalam penistaan ini, terlebih orang...

Ahli Hukum Pidana Beberkan 2 Alat Bukti Yang Bisa Menjerat Ahok, Apa Saja?

Gambar
JAKARTA  – Ahli Hukum Pidana Muzakir menilai kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah memenuhi unsur penghinaan dengan dua alat bukti. “Pertama ucapan Ahok yang direkam itu satu alat bukti. Yang kedua penyidik mencari bukti lain terkait konteks perkataan Ahok kala melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu," kata Muzakir ketika berbincang dengan  Okezone , Minggu (13/11/2016). Ahok, kata Muzakir, mengatakan dibohongi pakai Surah Al-Maidah 51 macam-macam. Pada saat kunjungan kerja tersebut Ahok pada awalnya membicarakan konteks budidaya ikan kerapu, tiba-tiba saja melebar kepada Al-Maidah 51 yang memberikan efek agar dia dipilih oleh umat Islam. "Kata macam-macam itu mengandung konotasi Alquran kok macam-macam. Surah Al-Maidah dikatakan macam-macam. Yang merasakan ini perwakilan dari umat islam yakni MUI," katanya. "Faktanya dia (Ahok) kunjungan kerja budidaya ikan kerapu tidak ada hubungannya sa...

Saksi Ahli yang juga Penasihat MUI: Pidato Ahok Tidak Menistakan Agama

Gambar
SuaraNetizen .com  – Hamka Haq, saksi ahli yang dihadirkan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait dugaan penistaan agama, menyatakan pidato Ahok di Kepulauan Seribu dan mengutip surat Al Maidah ayat 51, tidak dalam konteks menistakan agama. Diberitakan  VIVA.co.id,  Sebagai ahli agama, Hamka mengatakan, sah-sah saja apabila ada seorang non-muslim berkomentar mengenai isi kitab suci dari agama lain.  Menurutnya, pernyataan Ahok itu hanya mengingatkan agar setiap orang tidak menggunakan dalil agama untuk memilih seorang pemimpin. "Selama tidak menista, kenapa tidak bisa. Orang kalau mau mendalami agama lain, kan harus baca kitab suci. Tapi selama tidak menista," kata Hamka di kantor Bareskrim, Gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Selasa, 8 November 2016. Hamka yang juga menjabat penasihat di Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan ada berbagai cara setiap orang menafsirkan kitab suci.  Pertama adalah maknanya. Setiap orang berbeda-beda dalam mema...

Kakek Yang Bikin Sayembara Bunuh Ahok Berhadiah 1 Miliar Akhirnya Dipolisikan

Gambar
PALMERAH -- Pada saat Cagub Petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan ke Rawa Belong, ada salah satu tokoh yang meneriakan akan memberi uang untuk bunuh Ahok. "Musuh kita Ahok, musuh kita China... China," teriak seorang pria tua berkopyah di tengah massa di Jalan Ayub, Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat , Rabu (2/11) lalu. Massa yang mendengar menyahut dengan teriakan "Allahu Akbar....'. Pria tua itu mulai berkoar lagi. "Gue kasih satu miliar untuk bunuh Ahok. Gue jual rumah gue, Rp 10 miliar. Ada satu miliar di tangan gue. Gue kasih siapa yang bisa motong Ahok," kata pria tua itu sambil meletakkan jarinya di leher. "Mati atapun hidup, kapan pun juga. Inget itu, gue kasih satu miliar yang bisa bunuh ahok, hidup atau mati serahin kepalanya di sini," lanjut pria itu itu berkobar. Ucapan itu direkam lalu diunggak ke Youtube dan ditonton ribuan orang. Ketika itu Ahok tengah berkampanye di kawasan Rawa Belong....

Ternyata Pengunggah Pertama Video Al Maidah Ahok Bukan Buni Yani Tapi Ini

Gambar
JAKARTA - Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman saat konferensi pers bertajuk ‘Save Buni Yani’ di Wisma Kodel, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (7/11/2016) menegaskan dalam kasus penistaan agama harus dicari sumber utama pengunggah video. Ini sejalan dengan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang dilarang adalah mengupload tanpa hak konten-konten yang bermuatan SARA. Untuk itu, dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus ditemukan pihak yang pertama kali memunculkan ini ke publik. Baca juga : Simak! penjelasan Buni Yani yang Dituduh Mengedit dan Menyebar Video Ahok “Ini Buni Yani kan upload ambil dari media NKRI. Nah media NKRI ambil dari mana? Website resmi Pemprov,” ujarnya. Jika dirunut maka birokrat Pemprov DKI-lah yang diinstruksikan oleh Ahok untuk meng-upload video tersebut. “Jadi pemerintah yang memerintahkan untuk meng-upload itu yang harus ditersangkakan,” pungkas kordinator lapanga...

Kiai Said Aqil: Ucapan Ahok Menyinggung, Bukan Menistakan Islam

Gambar
SuaraNetizen.com - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat pernyataan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok menyinggung perasaan umat Islam, bukan menistakan. “Siapapun yang menyatakan seperti itu, meskipun Pak Haji, MUI, takmir masjid atau siapa saja, pasti akan menyinggung umat Islam, apalagi oleh orang lain,” katanya saat menemui Perhimpunan INTI di Gedung PBNU, Senin (7/11). Pengasuh pesantren Al-Tsaqofah ini menjelaskan, ia tidak mempermasalahkan agama, tapi ucapannya. Kalau hal tersebut dilakukan dengan santun dan bermartabat, tentu akan dihormati.  Pada kesempatan tersebut, Kiai Said juga menyatakan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturrahmi antar ulama dan umara (pemerintah). “Jangan sampai silaturrahmi dengan ulama hanya pas kondisi genting saja,” tandasnya.  Ia mencontohkan yayasan Budha Suci yang dalam kondisi apapun, tetap saja menjalin silaturrahmi dan membantu masyarakat tanpa diminta sehingga keberadaanya diap...

Ini Penjelasan MUI ke Bareskrim Soal Fatwa Ahok Hina Islam

Gambar
SuaraNetizen .com  – Anggota Komisi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Chair Ramadhan, mengatakan pertemuan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Andrianto dengan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin, berjalan lancar. Abdul menjelaskan, dalam pertemuan hari ini, Senin, 7 November 2016, apa yang ditanyakan penyidik kepada Ma'ruf hampir sama seperti apa yang ditanyakan ke anggota Komisi Fatwa MUI, KH M Hamdan Rasyid yang seminggu lalu telah diperiksa sebagai seorang ahli agama dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Intinya hanya menegaskan apa yang dinyatakan MUI apa adanya. KH Ma'ruf menyatakan bahwa fatwa atau pandangan agama itu benar, sahih, jelas atau apa yang disampaikan ahli agama," ujarnya di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Menurutnya, pemeriksaan fatwa soal Ahok tersebut tidak d...

Situs radikal provokator SARA diblokir pemerintah, ini daftarnya

Gambar
SuaraNetizen .com  - Menjelang aksi demo besar-besaran 4 November 2016,  Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 11 situs yang diduga mengandung konten provokasi Suku, Agama dan Ras (SARA). Ini dilakukan demi kelangsungan demo yang aman dan damai.  Dalam surat yang dikirimkan ke sejumlah Internet Service Provider (ISP), Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo meminta 11 situs tersebut diblokir sementara. “Itu memang permintaan dari beberapa instansi terkait, kolaborasi antara pihak kepolisian, BIN (Badan Intelejen Negara) dan laporan warga,” kata Plt Pusat Humas dan Informasi Kominfo Noor Iza, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com. Dia tidak mengelak bila penutupan ini memang terjadi jelang aksi demo pada 4 November 2016 yang akan diikuti setidaknya ratusan ribu umat Islam. Karena ditakutkan makin memperkeruh suasana. “Sebenarnya permintaan untuk memblokir itu sudah ada beberapa waktu lalu, namun semakin ke sini (dekat dengan demo) permintaan...

Imam Besar Masjid Istiqlal: Memang Konteks Ucapan Ahok tak Menghina Al Quran tapi bisa menyakiti umat

Gambar
SuaraNetizen .com  – Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, agar bijak dalam melontarkan pernyataan. Terlebih, dengan mengutip ayat dalam kitab suci umat Islam, Alquran. Ahok sebelumnya dilaporkan sejumlah pihak ke Mabes Polri, karena dituduh melakukan penistaan agama, dengan mengutip surat Al Maidah, yang dikaitkan dengan kebohongan dan pembodohan, agar umat muslim tidak memilih pemimpin dari kalangan nonmuslim. "Ini jadi pelajaran, bukan hanya Ahok. Biarlah ayat itu jadi milik umat Islam, jangan terjadi lagi," kata Nasaruddin dalam perbincangan di tvOne , Senin 10 Oktober 2016. Nasaruddin mengaku sudah melihat bolak-balik konten video Ahok di Kepulauan Seribu yang menuai kontroversi. Ia mengamati betul kalimat Ahok yang menyatakan  'Kan, bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu'. Mantan Wakil Menteri Agama ...

Kh Said Aqil: Demi Allah, ISIS adalah Penista Agama Islam

Gambar
SuaraNetizen.com - Kisruh atas kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menista agama oleh sebagian kelompok menjadi bola liar dan makin tak terkendali. Hal inilah yang dituntut oleh kelompok tersebut melalui demo 14 Oktober 2016 lalu dan 4 November 2016 mendatang untuk melontarkan berbagai tuntutan terhadap Ahok. Lalu seperti apakah yang disebut penistaan agama itu? Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa penistaan agama selain ucapan, juga tindakan atau perilaku. “Demi Allah, apa yang dilakukan oleh ISIS adalah penistaan agama. Membunuh orang seenaknya atas nama agama Islam, penistaan agama Islam itu,” jelas Kiai Said saat menjadi Narasumber dalam Program Live Mata Najwa di Metro TV bertema Menjaga Kebhinnekaan, Rabu (2/11) malam. Sebab itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini menegaskan, penistaan agama bukan hanya verbal atau ucapan tetapi juga tindakan.  “Perbuatan yang bertentangan den...

FPI tuduh Ada Intervensi Jokowi Pada Kasus Ahok, Gini Kata Bareskrim

Gambar
JAKARTA  - Terkait pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq yang menyebut ada intervensi Presiden Jokowi dalam kasus Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias, dibantah Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto. Ari menegaskan, tidak ada intervensi dari siapa pun dalam penyelidikan terhadap Ahok, terlebih dari Presiden Jokowi. Ahok diperiksa Bareskrim dalam kasus dugaan penistaan agama saat pidatonya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. "Tidak benar. Bagaimana caranya mengintervensi, pastinya enggak ada lah (intervensi Presiden), masak presiden sampai ke Bareskrim," kata Ari saat dihubungi Sabtu (29/10/2016). Sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq menuding adanya indikasi intervensi Presiden dalam kasus yang kini sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi terkait di Bareskrim Polri. Indikasi intervensi yang kuat, kata Rizieq, adalah diamnya presiden. Sedari awal kasus ini ramai diperbincangkan, menurutnya Jokowi tak pernah mengeluarkan pernyataan satu...

Fadli Zon dan Fahri Hamzah akan Ikut Ramaikan Demo 4 November

Gambar
SuaraNetizen.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah menyatakan ikut turun ke jalan dalam aksi demontrasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPFM), di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/11/2016) mendatang. Kedua pimpinan dewan tersebut akan membaur dengan massa guna meminta penegakan hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta,Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Fadli, gerakan ini murni bentuk solidaritas bersama rakyat untuk menegakkan hukum. Aksi ini tidak berhubungan dengan SARA atau kepentingan di Pilkada DKI 2017. "Aspirasi ini (sejumlah Ormas Islam) akan saya teruskan ke presiden dengan menyurati, apakah ada intervensi presiden. Saya juga ingin bicara ke polisi tentang  (demontrasi) 4 November 2016, ini merupakan aspirasi dan tujuannya damai," kata Fadli saat menerima kunjungan beberapa Ormas Islam di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 28 Oktober 2016. Lebih jauh Fadli menyatakan, sesuai Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 bahwa segala warga ne...

Said Aqil: Menyinggung Umat Islam, Ahok Sama Saja Bangunin Macan Tidur

Gambar
Jakarta  – Ketua Umum Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai ucapan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengutip Surah Al-Maidah 51 sama saja membangunkan macan sedang tidur. “Iya bangunin macan tidur lah. Macan lagi tidur dibangunkan,” ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/10). Pasalnya, menurut dia perkataan Ahok yang berkonsekuensi hukum tersebut telah menyinggung umat Islam. Akibatnya calon petahana gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura itu terjerat kasus dugaan penistaan agama. “Iya menyinggung perasaan orang Islam dong. Macan lagi tidur dibangunkan,” kata Said Aqil. Karena itu dia mencontohkan hal serupa jika ada seorang muslim yang menyebut jangan mau dibodohi dengan kitab Injil. Maka orang Kristen pun akan tersinggung. “Jadi begini sama seperti saya mengatakan jangan mau dibodohi oleh orang pakai ayat qorintus ya, misalkan jangan menggunakan Markus Matius,” terang Said Aqil menambahkan. ( # / SuaraNetizen )...

Jika Jokowi Bela Ahok, FPI Minta digelar Sidang MPR untuk Lengserkan Jokowi

Gambar
SuaraNetizen.com  - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq meyakini adanya intervensi dari Presiden Joko Widodo terhadap kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Bahkan, Rizieq meminta sidang istimewa MPR untuk melakukan pemakzulan terhadap Jokowi jika terbukti 'melindungi' Ahok. "Kalau ditemukan ada intervensi, kalau presiden ingin mengangkangi kami minta wakil rakyat untuk lakukan Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban presiden yang telah merusak tatanan penegakan hukum di Indonesia," kata Rizieq dalam pertemuannya dengan dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/10). Rizieq mengaku telah menangkap sejumlah sinyal bahwa Jokowi melakukan intervensi dalam kasus Ahok. Pertama, dia menyebut sebelum klarifikasi ke Bareskrim, Ahok terlebih dahulu menemui Jokowi di Istana Kepresidenan. "Presiden rasanya tidak mungkin tidak tahu bahwa dia akan diperiks...

Kapolri Tak Akan Bela Ahok dan Minta Kasus Al Maidah ini Dipelajari Serius

Gambar
Jakarta  – Desakan terhadap Polri untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin kencang. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menyikapi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Saya tak bermaksud bela Ahok. Tapi tolong dipelajari betul tentang kasus tersebut. Kasus ini melibatkan keahlian masalah hukum, keahlian masalah keagamaan, dan keahlian masalah bahasa,” ujarnya dalam acara Dialog Kapolri dengan BEM Se-Jakarta Mewujudkan Polri Milik Rakyat di Universitas Jayabaya, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Meskipun sempat bermitra dengan Ahok sewaktu menjadi Kapolda Metro Jaya, Tito menegaskan tak lantas membuat dirinya membela Ahok. “Ada yang berpendapat Ahok menista agama, ada yang bilang tidak. Sekali lagi saya tidak bermaksud membela Ahok, tapi silahkan dikaji. Apakah dari segi bahasa ada kata-kata yang mengatakan Al-Quran berbohong, apakah ulama berbohong. Jadi harus kembali kepada teksnya dan kont...

Ahok Siapkan Kakaknya Yang Muslim Jadi Saksi Ahli terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama

Gambar
JAKARTA   - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Senin (24/10) mendatangi Bareskrim Polri guna memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penistaan agama. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku dirinya memiliki saudara yang dapat menjadi saksi ahli dan menjelaskan perilakunya sejak usia dini. "Tadi ditanya siapa yang bisa dijadikan saksi ahli segala macam. Saya sampaikan saya punya kakak muslim, yang tahu saya dari kecil. Bagaimana saya kecil, dia bisa tahu niat saya apa? membenci Islam, menghina agama, itu tidak ada niatnya," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (24/10/16). Kedatangan Ahok ke Bareskrim merupakan bagian dari polemik ucapannya soal Al Maidah ayat 51. "Saya sampaikan saja kalau sampai terjadi kegaduhan karena situasi politik, maka sangat disayangkan karena saya yakin dan pernah belajar Islam itu bisa hidup berdampingan dengan non-Islam. Kecuali orang-orang zalim yang mau ngusir sesorang dari negara. Saya harap ini tidak akan menjadi ramai,"...

Tentara Myanmar Usir 2.000 Muslim Rohingya dari Rumah Mereka: Kami ditendang Keluar!!

Gambar
SuaraNetizen.com  - Sekitar 2.000 Muslim Rohingya diusir dari rumah mereka oleh tentara Myanmar karena alasan keamanan, memaksa mereka harus tidur di ladang. Sejumlah sumber mengatakan pada Minggu (23/10/2016) pasukan pemerintah masuk ke desa Kyee Kan Pyin, di wilayah tengah Mandalay, dan memaksa seluruh warga untuk meninggalkan rumah, hanya memberikan sedikit waktu untuk berkemas. "Saya ditendang keluar rumah kemarin sore. Sekarang saya tinggal di sawah di luar desa bersama sekitar 200 orang termasuk keluarga saya. Saya menjadi tunawisma," kata seorang pria Rohingya kepada Reuters. "Setelah tentara tiba di desa kami, mereka mengumumkan bahwa jika kami semua tidak pergi, mereka akan menembak," tambahnya. Seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengklaim pemerintah tidak dapat menghubungi siapa pun karena wilayah tersebut adalah "zona merah" yang dioperasikan militer.  Langkah ini diyakini sebagai balasan terkait serangan terhadap tiga pos polisi di sepanjan...