Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bahasan

Apakah Non-Muslim Itu Kafir?

Gambar
Oleh M. Kholid Syeirazi SuaraNetizen.com - Baru-baru ini, seorang netizen dilaporkan ke polisi atas dugaan ujaran kebencian dan SARA karena menyebut pahlawan nasional non-Muslim sebagai kafir. “Di al-Qur’an, katanya, sebutan kafir untuk yang tidak beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Saya salah ikut al-Qur’an?” Demikian cuitan orang itu. Mengikuti al-Qur’an jelas tidak salah bahkan wajib bagi mukmin dan muslim. Yang salah adalah mengikuti seleranya sendiri memenggal al-Qur’an dan tidak memahaminya secara utuh berdasarkan ilmu.  Al-Qur’an harus dipahami berdasarkan konteks dan pertalian antarayat (munâsabah), asbâbun nuzûl, penjelasan Nabi, nâsikh-mansûkh, serta memahami uslûb dan karakteristik ayat. Memukul rata non-Muslim sebagai kafir yang harus dimusuhi bukan hanya tidak adil dan tidak sejalan dengan al-Qur’an, tetapi juga merusak prinsip negara-kebangsaan yang tidak mendiskriminasi warga negara berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. Nation-state yang telah disepaka...

MUI Haramkan Umat Islam Gunakan Atribut Non-Muslim, Misal Kayak Sinterklas Gitu

Gambar
SuaraNetizen .com  – Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa baru, mengenai penggunaan atribut keagamaan non muslim. Fatwa Nomor 56 Tahun 2016 ini menyatakan haram hukumnya, seorang muslim menggunakan atribut keagamaan non-muslim. Melalui keterangan pers, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanudin menjelaskan, atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas, atau tanda tertentu dari suatu agama dan umat beragama tertentu. Atribut ini bisa digunakan terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu. “Menggunakan atribut keagamaan non-muslim adalah haram,” jelas Hasanudin dalam keterangan pers yang diterima  VIVA.co.id,  Rabu, 14 Desember 2016. Termasuk juga mengajak, dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-muslim. Keputusan ini dikeluarkan MUI, setelah menimbang adanya fenomena di masyarakat saat peringatan hari besar agama non-Islam, sebagian umat Islam atas nama toleransi dan persahabatan, m...

Dalil Terang Benderang Selamatan 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari dan Seterusnya

Gambar
SuaraNetizen .com -  Budaya selamatan setelah hari kematian seseorang dengan tahlilan dan walimahan—baik dalam 7 hari, 40 hari, 100 hari atau 1000 hari—adalah salah satu budaya masyarakatNahdhiyyin di Indonesia yang sangat diingkari oleh kaum Wahhabi dan yang sefaham dengannya serta dituduh sebagai budaya bid’ah dan sesat. Berbagai buku yang bermuatan kritik dan hinaan terhadap budaya tersebut banyak ditulis oleh orang-orang menisbatkan dirinya penganut faham salaf atau Wahhabi. Mereka juga mengatakandan memberi bukti tuduhannya bahwa budaya tersebut adalah warisan budaya agama Hindu, terbukti dengan diadakannya konggres yang dilakukan oleh petinggi-petinggi umat Hindu se-Asia pada tahun 2006 di Lumajang, Jawa Timur. Dan salah satu point pembahasannya adalah membicarakan tentang ungkapan syukur atas keberhasilan menyebarkan budaya acara-acara setelah kematian seperti 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari. (Lihat buku  Mantan Kyai NU Menggugat Tahlilan, Istighatsaha...

Inilah 100 Perilaku Mulia Nabi Muhammmad SAW yang Harus Kita Ketahui

Gambar
Inilah 100 Perilaku Mulia Nabi Muhammmad SAW yang Harus Kita Ketahui - Cucu Rasululullah, Sayyidina Jafar Ash-Shadiq berkata, Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw. 1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa. 2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya. 3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah. 4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya. Tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam. 5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu. 6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah. 7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah. 8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang. 9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak...

Hukum Baca Al-Qur`an via HP saat Shalat, Boleh apa tidak?

Gambar
Hukum Baca Al-Qur`an via HP saat Shalat, Boleh apa tidak? Assalamu ‘alaikum wr. wb. Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan video seorang imam shalat yang sedang memainkan hp ketika menjadi imam. Video yang durasinya tidak lebih dari satu menit itu memperlihatkan imam setelah membaca surat Al-Fatihah mengambil HP dari kantong bajunya seolah ingin membaca sms. Namun setelah saya telusuri lagi video fullnya di youtube ternyata berdurasi lebih dari satu jam. Dalam video tersebut seseorang sedang mengimami shalat Isya' dan tarawih. Ternyata imam tersebut mengeluarkan hp dengan maksud membaca surat-surat setiap kali setelah membaca surat Al-Fatihah. Kemungkinan besar karena di masjid tersebut menerapkan satu malam harus mengkhatamkam satu juz. Tetapi si imam bukan seorang hafidz, jadi ia membuka aplikasi Al-Qur'an di hp-nya. Pertanyaan saya adalah, apakah tindakan yang dilakukan imam itu diperbolehkan dan dibenarkan? Bukankah itu malah terlihat shalatnya tidak khusyuk? Lalu mana ...

Kenapa Allah Menggunakan Kata 'Kami' untuk Zat-Nya? Ini Jawabannya

Gambar
Kenapa Allah Gunakan Kata Kami untuk Zat-Nya? Assalamu ‘alaikum wr. wb. Selamat siang redaksi bahtsul masail NU Online yang terhormat. Saya mau bertanya. Kenapa dalam beberapa ayat Al-Qur'an Allah menyebut diri-Nya dengan kata ganti “Kami”. Mohon penjelasannya? Terima kasih banyak. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.(Abang Juri). Jawaban Assalamu ‘alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Dalam Al-Quran, Allah SWT menggunakan kata ganti mufrad atau tunggal “Dia”, “Aku”, atau “Engkau”. Tetapi adakalanya Allah SWT pada beberapa ayat menggunakan kata orang pertama jamak atau plural “Kami”. Untuk kata ganti pertama tunggal seperti “Huwa” atau “Anta” untuk mewakili zat-Nya, hal ini tentu sudah maklum karena semua kata ganti itu merujuk pada ketunggalan atau keesaan. Sementara kata ganti orang pertama jamak seperti “Nahnu” merujuk pada dua atau lebih entitas sehingga tidak bisa mewakili zat-Nya yang esa. Penjelasan ini tentu merujuk...

Orang Jadi Teroris Karena Bodoh dan Sok Tahu Soal Agama

Gambar
SuaraNetizen.com - Kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) semakin berutal. Mereka terus mempropagandakan ajarannya ke tengah masyarakat dunia. Karenanya semua warga muslim harus mewaspadainya dengan cara mempelajari agama dengan baik dan benar. Demikian dikatakan Habib Muhammad bin Husain Anis, Solo dalam acara pembukaan Maulid Rutin di Pesantren Sirojuth Tholibin, Tanggungharjo, Grobogan, Kamis (28/7). "Orang menjadi teroris itu kemungkinannya ada dua. Pertama bersumber dari orang bodoh yang sok tahu tentang agama. Kedua, orangnya berilmu namun ilmunya tidak berkah, tidak bisa bermanfaat bagi dirinya atau orang sekitarnya," kata Habib Muh. Sedangkan kunci mendapat keberkahan ilmu, lanjut dai muda ini, ada empat hal yang harus terpenuhi pada saat seseorang mencari ilmu yaitu doa kedua orang tua, halal bekal yang ia gunakan, waktu yang cukup lama dan restu para guru. "Tak ada ceritanya ulama besar yang mempunyai riwayat dulu saat mondok suka ghashab (menggunakan ...

Kiai Said: Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah, Gini Penjelasannya

Gambar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa shalat Jumat di jalan raya tidak sah, bahkan bisa haram jika menggangu ketertiban umum dan masalah sosial. "NU melalui Lembaga Bahtsul Masail sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11). Kiai Said menjelaskan kembali kepada awak media usai memberikan sambutan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir. Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafi'i dan Maliki. "Madzhab Maliki dan Syafi'i itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini. Menurut kedua madz...

Ganggu Akses Publik, Shalat Jumat di Tengah Jalan Bisa Haram

Gambar
SuaraNetizen.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut demontrasi dengan aksi menggelar sajadah Jumat dengan sengaja di jalanan mengandung banyak mafsadat. Di samping bermasalah secara hukum syar’i, demontrasi dengan menyelenggarakan ibadah shalat Jumat secara sengaja di jalanan juga bermasalah secara sosial. Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam. Ulasan ini diangkat menyusul rencana gelar sajadah oleh sekelompok umat Islam yang dengan sengaja mengagendakan shalat Jumat di jalan protokoler di Jakarta pada 25 November 2016 dan 2 Desember 2016 mendatang. “Kalau sampai aktivitas shalat Jumat dilakukan di tengah jalanan, mungkin hukumnya akan naik, bukan sekadar makruh, tetapi juga haram karena fathudz dzari‘ah kemungkinan membuka pintu mafsadah,” kata Kiai Moqsith. Para ulama dahulu menyatakan makruh melakukan shalat di tengah jalanan karena masih banyak jalanan alternat...

Shalat Jumat Ditengah Jalan Itu Makruh Bahkan Bisa Tidak Sah, Ini Penjelasannya

Gambar
SuaraNetizen.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengulas kembali pandangan ulama perihal aktivitas rangkaian ibadah shalat Jumat di jalanan. Pihak PBNU menyebutkan hukum ibadah shalat Jumat di jalanan yang dikemukakan para ulama mulai dari makruh, haram, bahkan tidak sah. Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam. Ulasan ini diangkat menyusul rencana gelar sajadah oleh sekelompok umat Islam yang dengan sengaja mengagendakan shalat Jumat di jalan protokoler di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Menurut Kiai Moqsith, aktivitas ibadah Jumat pada masa Rasulullah SAW selalu diselenggarakan di masjid. Dari sini para ulama kemudian menyimpulkan bahwa aktivitas shalat Jumat di jalanan hukumnya makruh. “Meskipun kemudian hal ini diperselisihkan oleh para ulama. Madzhab Maliki mewajibkan shalat Jumat di dalam masjid. Tetapi kita tahu ada madzhab lain seperti Madzhab Syafi’i dan Madzhab H...

Menurut Imam Ghazali Seperti Inilah Ngerinya Rasa Sakit Saat Sakratul Maut

Gambar
SuaraNetizen . com –  Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada sang maha pencipta. Manusia yang akan kembali kepada-Nya  pasti akan mengalami yang namanya Sakaratul maut. Pada saat inilah manusia akan merasakan kesakitan setelah nyawanya di cabut oleh malaikat izrail. Banyak orang percaya jika sakaratul maut setiap orang itu berbeda – beda tergantung berapa banyak amal baik yang dilakukan di dunia. Definisi sakaratul maut pun telah dipahami oleh beberapa pakar agama. Salah satunya , Imam Al-Ghazali yang tanpa segan memberikan gambaran bagaimana proses sakaratul maut itu datang kepada manusia. Menurut Imam Ghozali berpendapat: “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”. Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelo...

Ini Rahasianya Kenapa Banyak Ulama Sholeh yang Berpoligami

Gambar
SuaraNetizen.com - Dalam kitab tafsir Jamii’ Li Ahkam Al Qur’an Imam Al Qurthubi menjelaskan alasan bagaimana terkadang orang yang sholih, alim, dan bertakwa suka beristri lebih dari satu atau poligami. لماذا أهل الاستقامة يحبون تعداد الزواج قال القرطبي رحمه الله, يقال: “إن كل من كان أتقى فشهوته أشد لأن الذي لا يكون تقيا فإنما يتفرج بالنظر والمس ألا ترى ما روي في الخبر: “العينان تزنيان واليدان تزنيان” فإذا كان في النظر والمس نوع من قضاء الشهوة قل الجماع، والمتقي لا ينظر ولا يمس فتكون الشهوة مجتمعة في نفسه فيكون أكثر جماعا . وقال أبو بكر الوراق: كل شهوة تقسي القلب إلا الجماع فإنه يصفي القلب ولهذا كان الأنبياء يفعلون ذلك”انظر تفسير القرطبي (٢٥٣/٥). Kenapa orang istiqomah suka dengan poligami? Berkata Imam Al Quthubi rahimahullah, dikatakan: Sesungguhnya orang benar -benar bertakwa syahwatnya akan besar. Karena orang yang tidak bertakwa akan mudah melampiaskan syahwatnya dengan memandang dan menyentuh yang haram. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits: “dua mata yang berzina dan tangan yang...

Mencumbu Istri Pakai Kondom Ketika Istri Haid, Boleh apa tidak?

Gambar
Mencumbu Istri Pakai Kondom Ketika Istri Haid, Boleh apa tidak? Memberi nafkah biologis suatu keharusan bagi pasangan suami-istri. Sebab itu, keduanya harus mengetahui batasan dan ketentuan berhubungan badan menurut hukum Islam. Dalam  ajaran Islam, besetubuh  (jima’)  pada saat istri haid tidak diperbolehkan, haram. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: ويسئلونك عن المحيض، قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض، ولا تقربوهن حتى يطهرن Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran’. Maka dari itu, hendaklah kamu menjauhi istrimu (tidak bersetubuh) pada saat haid. Janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci,” (Al-Quran Al-Baqarah ayat 222). Ayat ini digunakan oleh para ulama sebagai dalil keharaman bersetubuh pada saat istri datang bulan. Perlu ditegaskan, yang diharamkan di sini hanyalah bersetubuh, tetapi kedua pasangan tidak diharamkan bermesraan. Terkait persoalan ini, ‘Aisyah pernah ditanya: هل يباشر الرجل امرأته وهي حائض؟ ف...

Islam itu Datang untuk Menata Kebudayaan, Bukan Menghancurkan

Gambar
Islam itu  Datang  untuk Menata Kebudayaan, Bukan  Menghancurkan SuaraNetizen.com  - Ketika Nabi Muhammad pertama kali menginjakkan kaki di kota Mekkah, Ka’bah sudah ada di sana, bahkan ritual mengitari ka’bah atau thowaf pun juga dilakukan oleh masyarakat jahiliyyah dulu, tetapi mereka mengitari ka’bah untuk menyembah patung-patung yang dipajang di sekitarnya.  Demikian disampaikan KH M. Yusuf Chudhori atau akrab disapa Gus Yusuf ketika menyampaikan pengajian dalam rangka Haflah Khotmil Qur’an Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Istiqomah, Weleri, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (25/10) pagi. Lalu Nabi melakukan pendekatan kebudayaan ketika mendakwahkan Islam di sana, Nabi tidak menghancurkan ka’bah, akan tetapi mengubah orientasi peribadatannya, yang semula tertuju pada patung, lalu diubah memusatkan ibadah kepada Allah Ta’ala.  Thowaf pun kemudian dilaksanakan dengan membaca talbiyah. Itu merupakan salah satu wujud bahwa Islam datang bukan untuk menghancurk...