5 Orang Biasa ini dengan Pede Mengritik bahkan berani memvonis sesat Ulama yang Ilmunya Jauh Diatasnya
SuaraNetizen.com - Media sosial dewasa ini memasuki perkembangan yang di luar perkiraan. Tiba-tiba muncul “pendatang” baru yang seolah mengumumkan kepada publik bahwa merekalah mufti baru. Gara-gara followernya banyak, orang-orang itu tiba-tiba kepedean menilai apa pun, yang kadang tak sesuai latar belakang dan kapasitas keilmuannya. “Mufti-mufti” medsos ini merasa punya kewenangan mencap apa pun yang menjadi kecenderungannya sebagai “baik”, “lurus”, “sunah”, “syar’i”, atau “islami”. Sebaliknya, hal-hal yang tidak sesuai kecenderungannya dicapnya sebagai “tidak baik”, “sesat”, “bidah”, atau bahkan “kafir”. Padahal untuk berfatwa, mereka semestinya harus mengukur diri. Sudah cukupkah ilmunya, pahamkah metodologinya, bagaimana dampak dari “fatwanya”. Tapi karena terlanjur kepedean, ya akhirnya mereka hantam kromo saja semua orang, termasuk orang-orang yang secara keilmuan jauh di atasnya. Ini bukan soal benar atau salah orang yang dikritiknya, tapi soal akhlak dalam menyampaikan...