Postingan

Menampilkan postingan dengan label Abu Sayyaf

Ingin Hidup Normal, Pimpinan dan 10 Militan Abu Sayyaf Menyerah kepada Pemerintah Filipina

Gambar
MANILA  – Mengaku lelah bertempur dengan pasukan keamanan, seorang pimpinan Abu Sayyaf dan 10 militannya, termasuk seorang anak berusia 12 tahun menyerahkan diri kepada Pemerintah Filipina. Pimpinan militan yang menyerahkan diri diidentifikasi sebagai Moto Indama, seorang kerabat dari pemimpin terkenal Abu Sayyaf, Furuji Indama yang dilaporkan tewas April lalu. Pria berusia 26 tahun itu meletakkan senjatanya saat menyerahkan diri kepada Komandan Militer Mindanao barat Letnan Jenderal Mayoralgo dela Cruz dan Gubernur Basilan, Jim Hataman-Saliman. Dari para militan disita sepucuk senapan mesin ringan Minimi, senapan M-1 Garand, sepucuk shotgun, tiga pucuk pistol kaliber .45, sepucuk revolver kaliber .38, dan sejumlah amunisi. Keputusan kelompok pimpinan Moto Indama untuk menyerah disambut gembira oleh Letjen dela Cruz. Dia mengatakan keputusan itu adalah pilihan yang terbaik, dan militan yang baru berusia 12 tahun masih bisa memiliki masa depan yang cerah. “Bahkan presiden kami Duter...

Panas!! Belum dijinkan Masuk, ini Ancaman Panglima TNI kepada Filipina

Gambar
SuaraNetizen.com, JAKARTA - Sudah banyak warga Indonesia yang diculik dan disandera kelompok bandit Abu Sayyaf di Filipina. Namun, Filipina itu tidak kunjung memberikan izin pada TNI untuk masuk dan membebaskan para WNI. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun sudah ikut gerah karena itu. Menurutnya, Filipina juga akan kesulitan jika Indonesia berhenti mengirim batubara ke wilayahnya dengan kapal. Ini bisa jadi ancaman serius untuk negara yang dipimpin Rodrigo Duterte tersebut. “Sekarang biarin aja di Filipina mati lampu, 96 persen batu bara mereka dari kita kok,” ujar Gatot di kompleks Istana Negara, Jakarta. Menurutnya, Indonesia tidak bisa memberi tenggat waktu pada Filipina terkait kapan waktu pemberian izin untuk TNI. Satu-satunya cara adalah dengan moratorium pengiriman batu bara. Karena itu diminta, tidak ada lagi WNI yang dalam waktu dekat melewati perbatasan ke Filipina sehingga moratorium itu bisa ampuh. “Yang penting kita morotarium, tidak ada pengiriman batu bara. Nah sek...

Cerita 4 WNI disiksa Abu Sayyaf Sambil Ditontoni Video Pemenggalan Sandera

Gambar
SuaraNetizen.com - Empat anak buah kapal Henry yang ditawan di Filipina mengaku disiksa oleh kelompok Abu Sayyaf. Salah satu yang menceritakan kronologinya adalah Samsir. Samsir yang merupakan anak buah kapal, menceritakan kisah menyedihkan saat disandera Abu Sayyaf. Dilansir dari merdeka.com, Samsir mengatakan: "Pengalaman menyedihkan. Diikat di pohon pakai tali, diikat berempat. Pindah-pindah tempat," kata Samsir memulai ceritanya saat ditemui di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat (13/5). Tak hanya diikat, mereka juga diancam dan dipukuli oleh sang penyandera. "Kita dikasih lihat video, kalau tidak ditebus nanti digorok, begitu kata mereka pakai bahasa melayu yang patah-patah," lanjut dia. Samir mengaku, hanya diberi makan kelapa kering. "Makanan kelapa kering, apa saja yang mereka kasih ya dimakan. Kadang-kadang sisa mereka dikasih ke kita," serunya. Dia menjelaskan kapal mereka diserang pada pukul setengah 7 malam waktu setempat. Kapal penyander...

Kemenlu dan Gubernur Sulu Nyatakan 4 WNI Bebas tanpa Uang Tebusan

Gambar
SuaraNetizen.com, Jakarta - Empat anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia yang baru saja bebas dari penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina akan diserahkan ke tim Indonesia oleh Pemerintah Filipina hari ini, Kamis 12 Mei. "Hari ini ya empat ABK WNI akan diserahkan ke tim Pemerintah Indonesia yang berada di Filipina. Serah terima dilakukan di KRI yang sekarang berada di Filipina, setelah itu menuju ke Tarakan dan akan diterbangkan ke Jakarta," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir kepada para wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016). "Harapan kami sore ini atau paling lambat besok sudah tiba di Jakarta, kemungkinan besar di Lanud Halim Perdanakusuma," lanjutnya. Ia juga menegaskan proses pembebasan empat ABK WNI yang jangka waktunya tak terlalu jauh dari pembebasan 10 ABK WNI kemarin berkat kerja sama tiga negara yang dilaksanakan di Yogyakarta antara Indonesia, Filipina dan Malaysia. "Ada...

Jokowi sebut Pembebasan 4 WNI Hasil Kerja 'Manis' Intelijen RI-Filipina

Gambar
SuaraNetizen.com, JAKARTA -- Selang 10 hari setelah pembebasan 10 WNI, pemerintah Indonesia berhasil membawa pulang empat anak buah kapal (ABK) Kapal TB Henry dari Pulau Jolo, Filipina. Presiden Joko Widodo memastikan empat WNI dalam keadaan sehat. "Ini merupakan keberhasilan yang harus diapresiasi. Kerja manis intelijen RI dan Filipina yang saling berkoordinasi," ujar peneliti intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib di Jakarta, semalam (11/5). Setelah 10 WNI bebas, pemerintah Jokowi mengundang Malaysia dan Filipina ke Yogyakarta. Dari pertemuan itu, didapatkan satu komitmen 'intelligence sharing' antarinstitusi. Menurut dia, pihak Filipina berperan besar dalam menyelamatkan empat WNI sehingga mereka bisa pulang dengan selamat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ridlwan menyebut kembalinya 14 sandera merupakan prestasi komunitas intelijen dan diplomasi Kementerian Luar Negeri yang taktis. Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Filipina menunjukkan...

Ini Identitas 4 WNI yang telah Bebas dari Abu Sayyaf

Gambar
SuaraNetizen.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan empat anak buah kapal (ABK) WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf telah dibebaskan. Empat WNI tersebut diculik pada 15 April lalu di perairan Tawi-Tawi, perbatasan Malaysia - Filipina. Berdasarkan informasi dari kepolisian Tawi-Tawi saat itu, empat WNI yang diculik dan kini telah bebas yaitu, Moh Ariyanto Misnan, Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi, Samsir. Keempatnya diketahui berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penculikan terjadi saat dua buah kapal, Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, dibajak oleh tujuh orang bersenjata, yaitu militan Abu Sayyaf. Dua kapal itu membawa 10 ABK WNI, yang seorang diantaranya berakhir tertembak, lima orang selamat dan empat orang diculik. Korban tertembak diketahui bernama Lambas Simanungkalit. Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengatakan pembebasan sandera itu atas hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina. Kini, keempat sandera sudah berada di otoritas ...

Sukses Negosiasi, 4 WNI Sudah dibebaskan Abu Sayyaf

Gambar
SuaraNetizen.com - Presiden Joko Widodo mengabarkan bahwa empat warga negara Indonesia yang sempat disandera oleh kelompok Abu Sayyaf telah dibebaskan. Mereka ditahan sejak 15 Maret 2016. Kabar itu disampaikan Presiden saat jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (11/5/2016). "Saat ini empat WNI sudah di tangan otoritas Filipina dan akan diserahkan ke pemerintah Indonesia," kata Presiden Jokowi. Sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia dibajak di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia. Dari 10 anak buah kapal, 4 di antaranya disandera bandit Abu Sayyaf. Kedua kapal itu, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju ke Tarakan. Dalam peristiwa tersebut, 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat, dan 4 orang diculik. Satu ABK yang tertembak ketika itu diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia. Meskipun mengalami luka tembak, ABK tersebut ketika itu masih dalam kondisi stabil. Sementara itu, ...

Ada Kabar Konyol, Abu Sayyaf ditipu Pemerintah Pakai Cek Kosong

Gambar
SuaraNetizen.com - Pembebasan 10 WNI ABK Brahma 12 oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf masih menuai pro dan kontra. Dikabarkan, pembebasan dilakukan melalui pembayaran uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf. Tak hanya itu, kabar lain berhembus soal tebusan melalui cek yang diberikan pemerintah kepada kelompok Abu Sayyaf ternyata hanya sebuah cek kosong. Sementara, dikonfirmasi hal ini, salah satu anggota tim komunikasi Presiden Joko Widodo, Ari Dwipayana enggan berkomentar panjang. Ari justru menyarankan kabar ini dikonfirmasi kepada pihak Kementerian Luar Negeri. "Silakan tanya menlu atau panglima saja,"singkat Ari kepada Rimanews.com, Jakarta, Kamis (5/5/2016). Seperti diketahui, Pengamat Intelijen John Mempi mendapat kabar Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menipu Kelompok Abu Sayyaf saat pembebasan 10 WNI dengan memberikan cek kosong sebagai tebusan. Karena konon kabarnya Abu Sayyaf diminta menandatangani kwitansi cek kosong," kata John, saat dikonfirma...

Video Live Bandit Abu Sayyaf Penggal Sandera Asal Kanada (Awas, Video tanpa sensor)

Gambar
SuaraNetizen.com  - Kita bersyukur sekali 10 WNI yang disandera bandit Abu Sayyaf berhasil di bebaskan. Entah tanpa uang tebusan atau dengan uang tebusan nggak peduli, yang penting bebas. Nasib WNI berbeda jauh dengan warga Kanada yang beberapa hari yang lalu di penggal karena pihak Kanada belum memenuhi tuntutan tebusan yang disyaratkan Abu Sayyaf.  DENGAN MELIHAT VIDEO INI, KITA TIDAK AKAN LAGI PEDULI APAKAH 10 WNI YANG TELAH BEBAS DARI ABU SAYYAF ITU DITEBUS PAKAI UANG ATAU TIDAK. YANG PENTING SELAMAT...!!!! Kelompok Abu Sayyaf telah merilis video berdurasi sekitar 52 detik, saat mereka memenggal kepala seorang sandera tua. Sandera yang dimaksud adalah John Ridsdel, warga negara Kanada yang kepalanya ditemukan Senin (25/4) kemarin. Dalam video tersebut tampak empat anggota bandit abu sayyaf dan Ridsdel di sebuah hutan. Tiga militan menutup wajah mereka, satu lainnya terlihat jelas. Dua dari mereka memegang senapan mesin. Mereka berbicara dalam bahasa yang diyakini...

Mantan Sandera Ungkap Kelicikan Abu Sayyaf, Sudah Dibayar Minta Lebih atau Tetap Dibunuh

Gambar
   Gracia Burnham (dua dari kiri) sandera Abu Sayyaf asal AS yang selamat. | (cbsnews) SuaraNetizen.com, WASHINGTON - Gracia Burnham, seorang wanita Amerika Serikat (AS) yang pernah ditawan kelompok Abu Sayyaf mengungkap kelicikan kelompok penculik itu.   Sandera yang selamat ini menilai operasi militer adalah opsi terbaik, karena Abu Sayyaf tak bisa dipercaya termasuk dalam hal uang tebusan.   Gracia percaya, sandera asal Kanada; John Ridsdel, yang dieksekusi penggal oleh Abu Sayyaf di Filipina selatan sebenarnya sudah diupayakan untuk ditebus. Bukan oleh Pemerintah Kanada, tapi oleh pihak keluarga dan rekannya.   ”Jika (kanada) telah tahu apa yang mereka lakukan di medan perang, mungkin ide yang baik adalah bergerak untuk mendapatkan pria (yang disandera) keluar dari sana,” kata Gracia Burnham, seorang misionaris AS yang disandera Abu Sayyaf lebih dari satu tahun. Gracia dan suaminya Martin Burnham...

Belum dikasih Duit, Ini Nama 4 Sandera yang Akan dipenggal Hari Ini

Gambar
SuaraNetizen.com, SARAWAK - Empat sandera asal Malaysia diancam dieksekusi penggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, setelah tenggat untuk menebus mereka berakhir hari ini (30/4/2016).   Keluarga dari empat warga Malaysia kini berdoa untuk keselamatan mereka. Pihak keluarga menyebut uang tebusan yang dituntut kelompok Abu Sayyaf sebesar 30 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp101 miliar.   Wong Chi Ming, ayah dari dua bersaudara yang disandera Abu Sayyaf mengatakan bahwa semua yang mereka bisa lakukan sekarang adalah berdoasupaya empat sandera tidak akan dirugikan oleh orang-orang bersenjata. Keempat sandera asal Malaysia itu adalah dua bersaudara; Wong Teck Pang, 31, dan Wong Teck Chi, 29. Kemudian sepupu mereka; Johnny Lau Jung Hien, 21, dan Wong Hung Sing, 34 (bukan kerabat).   Mereka diculik dari kapal tunda mereka olehorang-orang bersenjata Filipina di dekat Pulau Ligitan, pada 1 Apr...

Hedon, Bandit Abu Sayyaf akan Lakukan Pemenggalan Lagi

Gambar
SuaraNetizen.com, JAKARTA – Digempur kekuatan militer yang membombardir Pulau Jolo, aksi kelompok Abu Sayyaf malah makin ganas. Setelah aksi pemenggalan salah satu sandera John Ridsdel, kabar ancaman pemenggalan sandera Malaysia pun mulai tersebar. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia seharusnya meminta agar Filipina tak melakukan operasi militer terang-terangan di kemah sandera 14 warga negara Indonesia (WNI). Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah mengatakan, pemerintah Indonesia harus memanfaatkan momentum pertemuan antara tiga panglima negara terkait untuk memastikan tidak ada aksi militer terang-terangan di daerah dekat markas penyanderaan WNI. ’’Saya kira ini mengapa Jokowi meminta panglima Indonesia, Malaysia, dan, Filipina bertemu. Mungkin saja mereka melakukan diskusi terhadap rencana jangka pendek terkait sandera Abu Sayyaf,’’ ungkapnya. Dalam hal ini, dia mengaku Filipina sudah dalam posisi yang cukup buruk. Hal itu karena asumsi bahwa pemenggalan John Ridsdel terjad...

Bagi Bandit Abu Sayyaf, Sandera Muslim atau Bukan Nggak Penting yang Penting Duit Tebusan

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Melihat penyanderaan terhadap 10 orang warga negara Indonesia oleh milisi Abu Sayyaf di Filipina selatan, pemerhati terorisme Nasir Abbas menyebut, kelompok itu tidak melihat apa keyakinan yang dipeluk calon korbannya. “Mereka acak saja, ada Muslim, ada yang bukan Muslim. Inti persoalannya bukan di situ, kapal ini kan membawa barang berharga, membawa batubara,"ujar Nasir, Kamis (31/3/2016). Nasir pun menambahkan, ""Jadi ini milik perusahaan yang kaya. Jadi yang dipertaruhkan itu bukan orang disandera. Ini ada permintaan tebusan. Ini adalah bentuk pemerasan terhadap perusahaan (semata).” Pada pertengahan 2014, kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam dan berbasis di kepulauan di Filipina selatan, seperti Jolo, Basilan, dan Mindanao itu, disebut-sebut telah berbaiat kepada kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). ISIS dikenal tidak pandang bulu dalam melakukan aksinya. Menurut Nasir, Abu Sayyaf hanya “ikut-iku...

Inilah Faksi faksi Abu Sayyaf, Jim Dragon dan Muktadil yang Super Bengis

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Soetiyoso mengatakan pihaknya sudah mengetahui posisi 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf group. Meski begitu informasi di media masih simpang siur. Satu laporan media Filipina menyebut 10 WNI itu ada di rumah Jim Dragon alias Luhab di Sulu. Namun, laporan yang lain menyatakan disandera oleh Muktadil bersaudara. Bersama Ridlwan Habib, Peneliti terorisme dan intelijen yang pernah melakukan riset tentang militan Sulu di Lahaddatu Sabah Malaysia pada 2013, Tribunnews.com akan mengupas karakter dua faksi kelompok Abu Sayyaf yang diduga menyandera 10 WNI. Ridlwan menjelaskan bahwa kelompok Abu Sayyaf memiliki banyak faksinya. Saat ini, mereka terbagi dalam 16 kelompok dengan anggota masing masing 20 orang. Basis kelompok ini berada di empat provinsi, yakni di Jolo, Tawi Tawi, Basilan dan Sulu. Masing masing kelompok punya pimpinan sendiri. Dan masing-masing faksi karakternya berbeda. 1. Jim Dragon alias Luhab Kara...

Inilah Scout Ranger, Pasukan Elit Filipina yang Ditakuti Abu Sayyaf

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Bulan sudah memasuki awal April. Sementara tenggat waktu penyerahan uang tebusan kepada kelompok milisi Abu Sayyaf - yang menyandera sepuluh Warga Negara Indonesia - tinggal satu minggu lagi. Menghadapi situasi yang semakin kritis ini, Presiden Joko Widodo tak berpangku tangan. Presiden telah menghubungi Presiden Filipina Benigno Aquino III, untuk membahas upaya pembebasan sandera. Namun, sepertinya pemerintah masih harus menunggu signal Filipina yang belum pula mengizinkan TNI masuk wilayahnya. Hal ini menjadi wajar Filipina ingin menyelesaikan masalahnya dengan kekuatan sendiri. Terlebih, Abu Sayyaf sudah menjadi kepentingan nasional mereka. Seperti diketahui, Filipina juga memiliki unit tempur khusus seperti Gultor Kopassus atau Denjaka Marinir. Namanya Resimen Scout Rangers atau 1st Scout Ranger Regiment. Resimen ini sudah biasa berhadapan dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) dan Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Seperti apakah pasukan khusus kebanggaan Fil...

Situs Wahabi Ini Menjuluki Bandit Abu Sayyaf sebagai Mujahidin

Gambar
Situs wahabi pendukung Abu Sayyaf ~ Kelompok teroris asal Filipina Abu Sayyaf menjadi perbincangan hangat di Indonesia pasca menculik 10 WNI.  Kelompok ini, saya lebih suka menyebutnya bandit rampok...meminta tebusan sekitar 14 milyar sebagai syarat pembebasan WNI yang di sandera. Bandit Abu Sayyaf juga telah bersumpah setia mendukung gerakan kelompok khawarij wahabi ISIS. Ya, mereka memang sama sama berpaham ideologi wahabi. Klop dah, sama sama wahabi, sama sama kejam, sama sama mengincar duit dengan alasan jihad. (Jihad dijalan iblis alias jahat) Situs situs wahabi di Indonesia juga sangat mendukung Abu Sayyaf terbukti dari julukan yang mereka sematkan kepada kelompok bandit itu. Contohnya situs arrahmah com. Voa islam com, panjimas com, kiblat net. Ini situs yang dulu diblokir pemerintah. Situs situs wahabi itu dengan bangganya menjuluki bandit rampok Abu Sayyaf dengan julukan MUJAHIDIN , wow....sebuah julukan yang amat tinggi. Kalau bukan fans berat nggak bakal ngasih julukan l...

Wahabi Abu Sayyaf Beri Batas Waktu Sampai 8 April, WNI Bakal Dipenggal Jika Tak Dikasih Duit

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Sebuah video di akun Facebook yang diduga milik salah seorang anggota Abu Sayyaf beredar. Dalam rekaman itu, mereka mengancam akan menghabisi nyawa sandera 10 ABK Indonesia jika uang tuntutan 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar tidak dipenuhi. Kelompok teroris itu memberikan batas waktu hingga 8 April 2016. Tuntutan itu disampaikan oleh kelompok tersebut kepada pemilik kapal. Seperti dilansir dari Inquirer, Rabu (30/3/2016), militer Filipina mengatakan pemerintahnya mempunyai kebijakan tak akan memberikan uang tebusan. Sementara itu Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan pihaknya telah melakukan segala kerja sama dengan Filipina. "Prioritas kami adalah keselamatan 10 warga Indonesia yang hingga kini masih berada di tangan penyandera," kata Retno. Brahma 12 dan Anand 12 datang dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan. Kapal Anand telah dibebaskan oleh kelompok itu, sementara satu lagi beserta 10 kru masih ditahan. Menurut dokumen, kapal...

Bandit Abu Sayyaf Minta Tebusan Fantastis Jika Ingin WNI Dibebaskan

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Dua kapal berbendera Indonesia disandera akhir pekan kemarin oleh kelompok ekstremis Filipina Abu Sayyaf yang telah bersumpah setia dengan kelompok khowarij wahabi ISIS.     Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan hal itu. Abu Sayyaf telah meminta tebusan sekitar Rp 14,5 miliar untuk pembebasan 1 kapal dan awaknya. Angka yang fantastis! "Sudah dikonfirmasi kapal Brahmana 12 dan Anand 12 yang membawa 7.000 ton batu bara serta 10 awak kapal yang seluruhnya warga negara Indonesia, telah disandera. Pemilik kapal telah dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir, seperti dilansir dari The Straits Times, Selasa (29/3/2016). Hingga Saat ini belum diketahui persis keberadaan ke-10 ABK tersebut. Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso mengatakan Abu Sayyaf sudah mengirim pesan untuk minta tebusan. Insiden bermula pada Sabtu pekan lalu. Dua kapal meninggalkan Sungai ...

Ini Identitas 10 WNI Yang Disandera Kelompok Wahabi Abu Sayyaf

Gambar
SuaraNetizen.com ~ Sebanyak 10 awak kapal Tongkang Anand 12 yang berkewarganegaraan Indonesia (WNI) disandera kelompok wahabi Abu Sayyaf saat melintas di melintas di perairan Filipina pada Sabtu (26/3/2016) lalu. Informasi yang diperoleh detikcom, kapal itu diserang kemudian awak kapal dan muatan dibawa. Diduga ke-10 awak kapal dibawa ke Pulau Basilan atau Sulu dengan boat milik kelompok Abu Sayyaf. Kesepuluh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia itu adalah: 1. Peter Tonsen Barahama. Alamat Batu Aji, Batam. 2. Julian Philip. Alamat Tondang Utara, Minahasa. 3. Alvian Elvis Peti. Alamat Priok Jakarta Utara. 4.  Mahmud. Alamat Banjarmasin Kalimantan Selatan. 5. Surian Syah. Alamat Kendari Sulawesi Tenggara. 6. Surianto. Alamat Gilireng Wajo Sulawesi Selatan. 7. Wawan Saputra. Alamat Malili Palopo. 8. Bayu Oktavianto. Alamat Delanggu Klaten. 9. Rinaldi. Alamat Makassar. 10. Wendi Raknadian. Alamat Padang Sumatera Barat. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan ...