Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hari Santri Nasional

Gelorakan Semangat Hari Santri, Said Aqil: Islam itu Ramah, Mengajak bukan Mengejek

Gambar
   Peringatan Hari Santi Nasional (Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom) Jakarta  - Ribuan santri memperingati Hari Santri dengan mengikuti apel di lapangan Monas. Seluruh peserta apel berasal dari kalangan santri, termasuk petugas Paskibra. Apel ini juga diwarnai dengan pertunjukan drumband dan penyerahan Rekor Muri atas dua kategori. Yakni kirab budaya terpanjang dari Banyuwangi ke Banten sepanjang 2.000 km yang dilakukan oleh para santri. Kemudian amalan 1 miliar salawat secara serentak di Indonesia. Hadir dalam apel Hari Santri ini para tokoh NU seperti Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Menpora Imam Nahrawi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Dalam sambutannya, Said Aqil mengingatkan agar para santri tidak melupakan jasa para ulama yang turut berjuang melawan penjajah. "Kaum santri berhasil merobek kain biru menjadi merah putih di Surabaya adalah hal yang tidak bisa dilupakan. Kaum santri berhasil merebut kmebali...

Hari Santri Nasional, Ketum PBNU Serukan Ajakan Berjihad Lawan ISIS

Gambar
   JAKARTA  - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, m‎endeklarasikan empat poin jihad untuk para santri yang ada di Tanah Air. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam apel besar upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Monumen Nasional (Monas). "Kita jihad melawan radikalisme, jihad melawan narkoba, jihad melawan kebodohan, dan jihad melawan kemiskinan," kata Said di Lapangan Monas, Sabtu (22/10/2016). Said Aqil menyeruhkan agar para santri menolak paham radikalisme dan sejumlah pandangan lain yang berseberangan dengan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, ISIS dan terorisme bukan saja mu‎suh tentara dan polisi, tetapi juga musuh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, dia menyerukan jihad melawan terorisme, ISIS, hingga anarkisme yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Jihad lain yang ia serukan adalah melawan narkoba, kemiskinan, dan kebodohan‎ yang melemahkan negara. "Ada 4 juta orang lebih yang memakai narkoba. Narkoba itu b...

Pembacaan 1 Miliar Salawat Nariyah di Hari Santri Nasional Pecahkan Rekor Dunia

Gambar
   JAKARTA  – Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana memasuki lapangan upacara kirab ribuan santri di Lapangan Monas. Kedatangannya menandakan acara dalam rangka Hari Santri Nasional itu telah memecahkan rekor di Indonesia. "‎Luar biasa sekali, saya jadi ingin menitikkan air mata kalau ingat dulu sewaktu bersama Gus Dur di Istana Negara. Saya main piano, Beliau (Gus Dur) yang menyanyikan salawatnya," ungkap Jaya Suprana di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016). ‎Jaya Suprana menyerahkan piagam Rekor MURI atas perjalanan kirab santri sejauh dua ribu kilometer lebih yang diikuti jutaan santri-santri dari pesantren-pesantren tua di Pulau Jawa. Selain itu, Jaya Suprana juga menyerahkan Rekor MURI sekaligus rekor dunia atas pembacaan salawat nariyah sebanyak 1 miliar lebih. "Ini sangat luar biasa, 1 miliar lebih pembacaan salawat nariyah di seluruh nusantara menembus piagam recor dunia karena belum pernah ada terjadi di belahan bumi planet ini yang dila...

Hari Santri Nasional, Mengingat Kembali Perjuangan Ulama dan Santri Mengusir Penjajah

Gambar
   JAKARTA  - Hari ini, Sabtu (22/10/2016) diperingati Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional pada tahun ini merupakan momen yang diperingati untuk kedua kalinya setelah pada tahun lalu Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres nomor 22 tahun 2015 yang menetakan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah. Kala itu, 22 Oktober 1945, pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari mencetuskan resolusi jihad di Surabaya, Jawa Timur untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. KH. Hasyim Asy’ari menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu“. Alhasil seruan jihad itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan ...

Puncak Peringatan Hari Santri Nasional Digelar Pagi ini di Monas

Gambar
   JAKARTA  – Puncak peringatan Hari Santri Nasional akan digelar di Monas, Sabtu (22/10/2016) sekira pukul 08.00 WIB. Pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selaku penyelenggara akan melakukan kegiatan berbagai kegiatan yakni Kirab Resolusi Jihad NU, berbagai kompetisi, dan bakti sosial. Peringatan puncak acara sebelumnya akan dilakukan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Namun lantaran peserta yang membludak membuat acara dipindahkan. "Ternyata antusias untuk menghadiri apel tersebut luar biasa," terang Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh, kemarin malam. Ia menuturkan, warga yang dimungkinkan hadir dalam acara itu adalah jamaah NU dan warga umum yang ada di sekitar Ibu kota. “PBNU memperkirakan sekitar 50 ribu orang yang akan hadir pada apel tersebut,” katanya. Pada malam sebelumnya, berlangsung pembacaan 1 miliar Salawat Nariyah dari Aceh sampai Papua.  ( fzy / Okezone )