Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhammadiyah

MUI, NU dan Muhammadiyah adalah Musuh Besar Kelompok Radikal berbasis Agama

Gambar
Tiga organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah menjadi musuh besar oleh aliran atau gerakan radikal berbasis agama.  "Ada upaya menghancurkan tiga organisasi ini oleh mereka yang menganut gerakan radikal," ungkap Ketua Komisi Fatwa Hukum dan Perundang-undangan MUI Kota Palu, Sulawesi Tengah, Hilal Malarangan, di Palu, Kamis. Pakar hukum Islam IAIN Palu itu mengatakan, tiga organisasi Islam itu sangat tidak disukai penganut radikalisme berbasis agama tertentu.  Oleh karena itu, kata dia, berbagai upaya dilakukan penganut gerakan radikal untuk menghalangi dakwah tiga organisasi Islam itu di masyarakat. Salah satu upaya penganut radikalisme itu dengan mengajak masyarakat tidak mempercayai atau meyakini ajaran Islam yang disebarluaskan tiga organisasi tersebut. Menurut dia, bagi penganut radikalisme berbasis agama, ajaran agama Islam yang ditumbuhkembangkan ketiga organisasi Islam di Tanah Air itu salah. Islam sejatin...

Ketika Cak Nun Mimpi ketemu Nabi dan Bertanya, Saya Baiknya Pilih NU atau Muhammadiyah?

Gambar
SuaraNetizen.com - Emha Ainun Najib (Cak Nun) memang bikin orang penasaran. Kegemarannya pada shalawatan, maulidan, tahlil, wirid, yasinan, ziarah, dan sejumlah aktivitas ‘klenik’ sekilas menimbulkan spekulasi bahwa ia orang NU. Tapi, bukankah budayawan kelahiran Jombang ini dulu lulus dari SMA Muhammadiyah? Cak Nun juga lebih sering kepergok tak pakai sarung dan kopiah seperti umumnya orang Muhammadiyah. “Sampean ini sebenarnya ikut NU atau Muhammadiyah, sih, Cak?” tanya salah seorang seolah keberatan. “Emang kenapa?” sahut Cak Nun. “Ya harus konsisten dong. Pilih yang benar. Yang mana?” “Begini. Semalem saya bermimpi ketemu Rasulullah,” ungkap Cak Nun datar.  “Saat itu, saya sempat tanyakan kepada beliau, ‘Kanjeng Nabi, saya didesak untuk menentukan dua pilihan, NU atau Muhammadiyah. Tolong jenengan beri petunjuk, kelompok mana yang benar?’” “Terus, dijawab apa?” desak orang tadi tak sabar. “Boro-boro dijawab. Nabi malah balik nanya, ‘Lho, Cak, NU sama Muhammadiyah itu apa?’”...

Buya Hamka Mengamalkan Maulid dan Qunut Subuh Setelah Baca 1000 Kitab

Gambar
Buya Hamka Mengamalkan Maulid dan Qunut Subuh Setelah Baca 1000 Kitab Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang pembesar Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw. Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?” Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.” Di riwayat yang lain menceritakan bahw...