Imam Besar Masjid Istiqlal: Ajaran Menghalalkan Kekerasan untuk Memajukan Islam, Wajib Ditolak

SuaraNetizen.com - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin mengatakan, kelompok teroris sebenarnya menyandera Islam dan berusaha mengubah wajah Islam menjadi anarkis serta bernuansa terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin. 

Mustasyar PBNU ini melanjutkan bahwa salahnya kelompok teroris terletak pada keinginan menyulap dan memaksakan manusia menjadi malaikat tanpa dosa dan kesalahan. Bid’ah itu adalah ingin membuat Islam melampaui Islam itu sendiri. 

“Apapun yang menghalalkan kekerasan dalam memajukan Islam, maka itu wajib ditolak,” tuturnya pada pertemuan para dai yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui mitra kerjanya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Rabu (20/4), di Jakarta.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini, Sekretaris Utama BNPT RI Mayjend TNI R Gautama Wiranegara memaparkan bahwa yang bertanggung jawab dalam aksi terorisme adalah mereka yang memiliki paham radikal dalam menafsirkan agama. “Sudah 15 tahun kita menangani aksi terorisme, sampai sekarang belum juga selesai,” ujar jendral bintang dua ini.

Peran TNI, tambahnya, tidak cukup untuk mencegah terorisme. Menurutnya, harus ada usaha saling bahu-membahu dalam penggulangan radikalisme dan terorisme. Para dai diharapkan dapat memberikan solusi dan kontribusi dalam penanggulangan terorisme, termasuk menekan isu SARA yang mungkin terjadi di Jakarta.

Firdaus Syam, pembicara lain, mengatakan bahwa dai adalah seseorang yang diharapkan untuk mencerdaskan umat, bukan memprovokasi mereka sehingga melahirkan kebencian. Baginya, dakwah harus menebarkan kasih sayang dan cinta. (NU)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilik dan Penggagas Kafe Jamban ternyata Seorang Dokter, Gini Awal Mula Munculnya

Anies-Sandi Janjikan Subsidi 80 Persen Air Bersih Bagi warga DKI

BJ Habibie Tulis Surat Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Zulfiqar Ali, ini alasannya