Polwan Beraksi Bagikan Permen dan Air Minum, Coba Tebak apa reaksi pendemo...
Jakarta - Massa FPI tumpah ruah berkumpul di depan Mabes Polri dalam aksi demonstrasi yang dipimpin oleh Habib Rizieq. Di tengah aksi, para polwan yang berjaga membagikan air mineral dan permen kepada massa.
Begitu tiba di Mabes Polri, para polwan serta polisi mengimbau massa FPI agar duduk dengan tertib. "Tolong duduk dengan tertib ya," imbau salah satu polwan, Senin (16/1/2017).

Polwan membagikan air mineral dan permen. Foto: Bartanius Dony/ detikcom
Begitu massa duduk, polwan membagikan air mineral serta permen dengan rasa kopi. Tak hanya itu, mereka juga diberi makanan ringan yang telah disiapkan oleh polisi.
"Silakan ambil minuman dan permennya," ujar salah seorang polwan sembari tersenyum kepada massa yang tengah bersalawat.

Aksi polwan bagi-bagi air mineral dan permen. Foto: Bartanius Dony/ detikcom
Massa yang dominan menggunakan baju koko berwarna putih menyambut baik tawaran air dan permen dari polwan. Sampah bekas gelas air mineral dan bungkus permen tersebut dikumpulkan dalam kantong plastik besar yang telah disiapkan massa.
Saat ini demonstrasi masih berlangsung. FPI menuntut Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot jabatan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan. FPI menuding Anton telah membiarkan organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menyerang dan memukuli anggota mereka di Bandung, pekan lalu.
Sedangkan, Irjen Anton merasa tidak ada masalah jika harus dicopot dari jabatannya. Dia mengaku sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur dalam mengamankan pemeriksaan imam besar FPI Habib Rizieq di kantor Direskrimum Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017).
Selain itu, dalam tausiyah di dalam Masjid Al Azhar setelah salah Dhuha pagi tadi, Habib Rizieq menyebut sejumlah tokoh akan dilaporkan ke Mabes Polri. Di antara yang akan dilaporkan adalah Megawati terkait pidatonya 10 Januari lalu, Menkeu dan Gubernur BI terkait dugaan adanya lambang palu arit di uang rupiah baru, Kapolda Metro Jaya terkait dugaan provokasi di aksi 411, Kapolda Jabar terkait kericuhan di depan Mapolda Jabar 13 Januari lalu. (Detikcom/SN)

Komentar
Posting Komentar