FPI Sayangkan Uang Negara Dihambur-hamburlan Hanya untuk Penjagaan Ahok
SuaraNetizen.com - Sekjen FPI Jakarta, Novel Chaidir Hasan menyayangkan sidang lanjutan dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kementan Ragunan Jaksel hari ini berlangsung dengan pengamanan super ketat sehingga digelar secara tertutup / tidak disiarkan langsung.
"Iya ini ketat sekali dan terlalu berlebihan dan sangat teristimewa hanya untuk seorang terdakwa. Sayang uang negara dihambur-hamburkan," tegas Novel saat dikonfirmasi Rimanews hari ini.
Hari ini, Ahok menjalani persidangan keempat dalam kasus penistaan agama yang persidangannya berlangsung di salah satu gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Agenda persidangan adalah mendengarkan keterangan enam saksi yang diajukan jaksa yaitu Novel, Gus Joy Setiawan, Muh. Burhanuddin, SH, Muchsin alias Habib Muchsin, Syamsu Hilal dan Nandi Naksabandi.
Tapi Novel mengaku bersyukur sidang keempat hari ini berlangsung dengan lancar dan apa yang ditanyakan penasehat hukum Ahok sudab terbantahkan semua.
"Alhamdulillah lancar dan apa yang ditanyakan pengacara Ahok sudah terbantahkan semua," kata dia.
Bahkan, kata Novel, salah satu dari mereka malah keberatan dan menyetop atas pertanyaan-pertanyaan adik Ahok yang dianggap ngelantur kemana-mana.
"Hampir semua pertanyaan tidak fokus dan semua dapat teguran dari majlis hakim," tandasnya. (Rimanews)

Komentar
Posting Komentar