Rencananya Teroris akan Tusuk Polisi lalu saat Petugas Datang, Bom Diledakkan

SuaraNetizen.com, SERANG – Komplotan terduga teroris yang digerebek Densus 88 Antiteror di Kampung Curug, RT 2 RW 1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, diduga sudah merencakan aksi untuk meledakkan salah satu pos polisi di Tangsel.

Hal itu dikatakan Kapolri Jendral Tito Karnavian usai menghadiri acara stadium general di kampus A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten.

"(Rencana aksinya) di pos polisi di daerah Tangerang Selatan juga, jadi modusnya pada saat dia akan melakukan mirip seperti yang dulu," kata Tito Karnavian, Rabu (21/12/2016).

Tito menyebutkan, modus yang akan digunakan terduga teroris Tangsel tersebut sama seperti aksi penyerangan pos polisi lalu lintas di Cikokol, Kota Tangerang, pada 20 Oktober 2016 yakni diawali dengan penyerangan terhadap anggota polisi kemudian dilakukan peledakan bom.

"Melakukan penusukan dengan pisau, petugas nanti datang, kemudian dia akan melakukan peledakan," sambungnya.

Dalam penggerebekan rumah kontrakan dihuni para terduga teroris di Tangsel itu, Densus 88 sempat terlibat baku tembak dengan pelaku yang diduga hendak melempar bom ke petugas. Tiga orang tewas dan seorang lainnya ditangkap.

Tito mengatakan, penembakan terhadap ketiga terduga teroris yang dilakukan Densus 88 sudah sesuai prosedur. Kepolisian, kata dia, mempunyai prinsip proporsional saat ada ancaman yang mematikan.

"Pronsip proporsional itu petugas dapat melakukan tindakan yang mematikan kalau seandainya dia melakukan ancaman yang mematikan. Bom itu mematikan, otomatis dia melakukan penembakan, dan tiga orang meninggal dunia," tandasnya. (Okezone)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilik dan Penggagas Kafe Jamban ternyata Seorang Dokter, Gini Awal Mula Munculnya

Anies-Sandi Janjikan Subsidi 80 Persen Air Bersih Bagi warga DKI

BJ Habibie Tulis Surat Minta Jokowi Batalkan Eksekusi Zulfiqar Ali, ini alasannya