Kebo Iwa, Panglima Sakti Dari Bali Lawan Berat Gajah Mada
SuaraNetizen.com - Zaman dahulu, di Nusantara ini banyak berdiri kerajaan-kerajaan. Paling besar dan paling terkenal adalah Majapahit. Menurut catatan prasasti, daerah jajahan kerajaan Majapahit tersebar hingga Filipina.
Panglima perang yang terkenal dari kerajaan Majapahit adalah Mahapatih Gajah Mada. Dia disebut-sebut orang paling ditakuti di seluruh Nusantara.
Gajah Mada kesohor sebagai panglima perang terbaik yang pernah dimiliki kerajaan di Nusantara, khususnya Majapahit. Dia terkenal ingin menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa. Caranya dengan menjajah semua kerajaan yang ada di Nusantara.
Meski nama Majapahit terkenal seantero Nusantara, tetapi ternyata ada seorang palingma perang yang tidak mau tunduk pada Gajah Mada. Namanya Kebo Iwa. Dia adalah pentolan kerajaan Bali Aga.
Saat itu, Kebo Iwa merupakan Panglima perang yang sangat dicintai raja dan rakyatnya. Bali Aga merupakan sebuah kerajaan kuno di Bali yang pernah berdiri pada abad ke-8. Kerajaan itu runtuh pada abad ke-14 saat diinvasi oleh Majapahit.
Saat Kebo Iwa menjabat menjadi panglima perang, kerajaan ini sedang diperintah oleh seorang raja bernama Sri Ratna Bumi Banten.
Majapahit Geram
Gaya memerintahnya yang sangat adil serta bijaksana membuat kerajaan ini terus tumbuh dan menjadi kuat. Kekuatan dari Bali Aga ternyata membuat Majahapit jadi geram.
Bagaimana tidak, saat Kerajaan Daha --induk Bali Aga-- kalah, kerajaan kecil ini tetap bersikukuh untuk tidak mau tunduk.
Sebenarnya dengan kekuatan yang sangat besar, tidak ada halangan untuk menghabisi Bali Aga. Saat itu, bisa saja Majapahit langsung menginvasi Kerajaan Bali Aga.
Namun, keinginan itu tidak segera dilakukan oleh Gaja Mada yang sudah diperintah oleh Tribuana Tunggal Dewi. Mahapatih Gajah Mada masih berusaha mengatur strategi untuk mengalahkan Bali Aga.
Saat itu yang menjadi ganjalan terbesar seorang Gajah Mada adalah Kebo Iwa. Dia dianggap sangat sakti sehingga siapa saja yang melawannya akan habis dan tidak bisa berkutik.
Gajah Mada mengetahui seperti apa kehebatan dari Kebo Iwa sehingga dia lebih suka mengatur siasat daripada bertarung satu lawan satu.
Taktik Gajah Mada
Untuk mengalahkan seorang Kebo Iwa akhirnya Gajah Mada menggunakan sebuah taktik. Caranya adalah dengan menipu Kebo Iwa agar mau datang ke Jawa.
Gajah mada berdalih ingin mengajak kerja sama dan menjalin persahabatan antara dua kerajaan. Kebo Iwa mau saja diajak ke Jawa dan akan dinikahkan dengan salah satu putri dari Majapahit yang memiliki kecantikan luar biasa.
Setelah di Jawa, Kebo Iwa sengaja ditipu oleh Gajah Mada untuk membuat sumur dengan usahanya sendiri. Sumur ini nantinya akan dijadikan mas kawin pernikahannya dengan putri dari Majapahit.
Kebo Iwa menyanggupi itu dan akhirnya mulai menggali. Ketika sudah cukup dalam, Kebo Iwa malah dikubur dengan tanah dan batu oleh pasukan Gajah Mada.
Kutukan Kebo Iwa
Usaha yang dilakukan oleh seorang Gajah Mada ternyata tidak membuat Kebo Iwa meregang nyawa. Dia justru bisa keluar dan menantang perang dengan Gajah Mada secara jantan.
Tantangan itu akhirnya diterima oleh Gajah Mada sehingga keduanya bertarung mati-matian. Keduanya memiliki kekuatan yang nyaris sama sehingga pertarungan berlangsung lama.
Untuk mengakhiri pertarungan ini, Kebo Iwa mengalah karena dia yakin, kematiannya bisa menyatukan Nusantara. Akhirnya Kebo Iwa tewas di tangan Gajah Mada, tanpa merasa kecewa atau kalah.
Meski dia sangat ditakuti oleh Gajah Mada, nasib tetap membawanya pada sebuah kematian. Kebo Iwa mengembuskan napasnya untuk membuat Nusantara bersatu.
Namun sebelum kematiannya Kebo Iwa sempat mengucapkan sumpah kalau negeri yang dibangun oleh Gajah Mada dan keturunannya akan dijajah bangsa kulit putih sampai kapan pun. (Berbagai sumber/otonomi.id)

Komentar
Posting Komentar